Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Tips Penggunaan Masker menurut Ahli Epidemiologi

Tips Penggunaan Masker menurut Ahli Epidemiologi
Di tengah merebaknya pandemi virus corona (Covid-19) saat ini, penggunaan masker memiliki peran penting sebagai langkah pencegahan.
Di tengah merebaknya pandemi virus corona (Covid-19) saat ini, penggunaan masker memiliki peran penting sebagai langkah pencegahan.
Jakarta, NU Online
Di tengah merebaknya pandemi virus corona (Covid-19) saat ini, penggunaan masker memiliki peran penting sebagai langkah pencegahan. Saking dibutuhkan semua orang, masker di pasaran sangat langka, bahkan sekali ada harganya berlipat-lipat.

Namun demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena banyak relawan peduli pencegahan Covid-19 yang memberikan masker secara gratis.

Penggunaan masker juga perlu diperhatikan. Menurut Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) dr Syahrizal Syarif, penggunaan masker medis yang baik dan benar ialah sekali pakai.

“Kecuali masker yang memang terbuat dari kain, bisa berkali-kali pakai karena bisa dicuci,” ujar Syahrizal Syarif beberapa waktu lalu di Jakarta.

Menurut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesehatan itu, masker yang terbuat dari kain tidak boleh hanya punya satu buah. Mesti punya beberapa buah agar ketika masker yang satu dicuci, masker yang lain bisa dipakai.

Ia melanjutkan, kalau masker sekali pakai serasa masih bisa dipakai karena baru dipakai sebentar, masker tersebut bisa dijemur di terik matahari.

“Tetapi, lebih baik masker medis digunakan sekali pakai,” tegas pria yang pernah menjadi Tim Pakar Nasional Epidemiologi dalam kajian virus SARS di China pada 2003 silam.

Untuk mencegah virus corona secara langsung, kata Syahrizal, dapat dilakukan dengan memakai masker. Sementara untuk pencegahan secara tidak langsung dengan cara mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer.

Syahrizal menjelaskan, penularan secara langsung terjadi saat orang yang sakit bersin atau batuk karena bersama bersin tersebut mengeluarkan partikel virus dalam bentuk percikan.

Ia menambahkan, jika orang sehat berada dalam jarak kurang dari 1 meter, dia dapat menghirup partikel tersebut dan menjadi sakit. Oleh sebab itu orang sakit harus pakai masker.

Jumlah kasus positif virus corona hingga Jumat (27/3) mencapai 1046 orang, bertambah 153 kasus dibandingkan kemarin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 orang meninggal dunia dan 46 orang berhasil sembuh. Artinya, tingkat kematian kasus positif Corona mencapai 8,3 persen.

Sementara itu, jumlah negara dan wilayah yang terjangkit virus corona menjadi 200 negara dan ada wabah di transportasi angkut (Diamond Princess yang bersandar di Yokohama, Jepang).

Dari total 549.604 kasus virus corona di seluruh dunia, jumlah kematian mencapai 24.863 pasien, sedangkan 127.531 di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Amerika Serikat kini memiliki kasus positif virus corona terkonfirmasi yang tertinggi di dunia melebihi China dan Italia.

Total jumlah kasus pada Jumat (27/3) pagi, menurut data dari Worldometer, adalah sebanyak 85.377 kasus di atas China yang memiliki 81.340 kasus dan Italia dengan 80.589 kasus.

Jumlah kasus yang dikonfirmasi tersebut naik 17.166 dari hari sebelumnya. Pada hari sebelumnya, AS memiliki 68.211 kasus, yang juga naik 13.355 kasus dari hari sebelumnya.

Pewarta: Fathoni Ahmad
Editor: Muchlishon


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×