Nasional

Wapres KH Ma'ruf Amin Minta Alumni Pesantren Tebuireng Jihad Islahi, Apa Itu?

Sab, 18 Mei 2024 | 16:00 WIB

Wapres KH Ma'ruf Amin Minta Alumni Pesantren Tebuireng Jihad Islahi, Apa Itu?

Wapres KH Ma'ruf Amin saat menerima kunjungan Pengurus Presidium Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Presnas Ikapete) di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2024). (Foto: dok. Ikapete)

Jakarta, NU Online

Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin meminta segenap alumni Pesantren Tebuireng agar bisa melakukan jihad islahi (perbaikan, keselamatan, dan perdamaian) untuk masyarakat Indonesia, bahkan dunia. 


Jihad islahi bisa dilakukan lewat berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, politik dan pemberdayaan masyarakat. Dengan menjadikan jaringan alumni Tebuireng seluruh Indonesia sebagai modal utama.


Permintaan tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Pengurus Presidium Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Presnas Ikapete) di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Jumat, (17/5/2024). 


"Yang sekarang itu, jihad islahi melalui ekonomi, ponsep-konsep pemberdayaan, pendidikan, bahkan politik,” katanya. 


Kiai Ma'ruf menambahkan, era sekarang sudah bukan zamannya jika jihad bagi umat Islam dilakukan dengan perang fisik atau jihad qitali. Tetapi lebih baik melakukan jihad pemikiran atau jihad islahi. Karena jihad islahi lebih bermanfaat dan tidak menimbulkan kerugian besar. 


Untuk merebut kekuasaan, jihad di era sekarang  bisa dilakukan dengan berkiprah di bidang politik. Dengan politik, seseorang punya legitimasi yang sah untuk mengelola negara beserta keuangannya. Karena tujuan utama jihad yaitu kemaslahatan bagi umat dan bangsa. 


"Bagaimanapun politik itu penting, sebab sekarang yang menentukan undang-undang dan segala macamnya kan politik, melalui partai politik di legislatif, termasuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden itu melalui partai politik,” jelasnya. 


Kiai Ma'ruf yang juga alumnus Pesantren Tebuireng ini mengatakan, jihad islahi yang dilakukan haruslah tidak menyimpang dari ajaran Islam yaitu Al-Qur'an dan hadits. Islam menjadi ruh dan inspirasi dalam jihad islahi, dalam membangun ekonomi dan sebagainya. 


Sebagai Wapres RI, Kiai Ma'ruf Amin mengingatkan bahwa tantangan globalisasi saat ini semakin berat dan kompleks, termasuk melawan pemikiran- pemikiran yang bertentangan dengan syariat Islam.


“Bagaimana kita membangun ekonomi yang masyru’ah (sesuai syariat). Bagaimana hal ini diinstitusionalisasi, karena selama ini gerakannya hanya pribadi-pribadi saja. Tebuireng harus mengambil langkah untuk itu,” imbuhnya. 


Langkah pertama dalam jihad islahi, kata Kiai Ma'ruf, Ikapete harus membangun pergerakan dan pemikiran di berbagai bidang kehidupan seperti ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, baik di lingkup nasional maupun global. Sehingga alumni Tebuireng punya gambaran awal arah jihadnya. 


Harapan besarnya, alumni Tebuireng bisa mengembangkan konsep besar pembangunan umat yang bersumber dari nilai-nilai pesantren seperti gotong royong, tenggang rasa, persatuan, ilmiah dan lain sebagainya. 


“Alumni Tebuireng sudah bagus, sudah ada lembaganya, tapi (perlu dikembangkan) bagaimana itu menghasilkan konsep, menghasilkan gerakan,” ujarnya. 


Menurut Wapres, pesan untuk jihad islahi ini juga berlaku untuk generasi muda Tebuireng, khususnya yang masih belajar di Tebuireng untuk menegakkan konsep Islam yang maslahat bagi seluruh alam atau rahmatan lil ’alamin. Suatu ajaran yang sudah dicontohkan oleh KH M. Hasyim Asy'ari, KH Wahid Hasyim, dan tokoh Tebuireng lainnya. 


IKAPETE telah memiliki 80 pengurus cabang dan 17 wilayah se-Indonesia, serta lima pengurus cabang internasional (PCI) di Mesir, Arab Saudi, Malaysia, Singapura, dan Turki. 


“Alumni Tebuireng ini saya kira harus membangun pikiran- pikiran besar, konsep- konsep besar, minimal kita menjaga (konsep syariah), sebagaimana dulu Nahdlatul Ulama dibangun untuk menjaga paham Ahlussunah wal Jamaah,” tutupnya.