Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Gus Ami: NU Berkesempatan Pimpin Kemajuan Saintek

Gus Ami: NU Berkesempatan Pimpin Kemajuan Saintek
Wakil Ketua DPR RI yang juga Ketum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: dpr.go.id)
Wakil Ketua DPR RI yang juga Ketum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: dpr.go.id)

Jakarta, NU Online

Indonesia hari ini sangat tertinggal di bidang sains dan teknologi. Terbukti dengan kegagapannya dalam menghadapi pandemi virus Covid-19 dan pembelian vaksin dari luar negeri.


Pemberdayaan di bidang tersebut merupakan sebuah keharusan. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H Abdul Muhaimin Iskandar mengagendakan bagi seluruh anggota legislatif dan eksekutifnya untuk mendorong kemajuan dan pemberdayaan sains dan teknologi, khususnya lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama.


“Tidak ada pilihan. Seluruh lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama didorong melalui legislatif dan eksekutif untuk menjadi motor kemajuan sains dan teknologi,” katanya dalam peringatan Hari Lahir Ke-95 Nahdlatul Ulama pada Ahad (31/1).


Hal itu masuk dalam agenda penjagaan dan pemajuan pendidikan. Penjagaan itu dalam kekuatan khazanah NU kurikulum dan pendidikan pesantren. Sementara hal yang perlu didukung kemajuannya adalah kualitas dan mutu pendidikannya.


“Salah satu yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita adalah memajukan ilmu pengetahun dan teknologi di kalangan Nahdlatul Ulama,” katanya.


Lebih lanjut, agenda lain yang dilakukan PKB adalah pemberdayaan ekonomi. “Agenda mendesak legislatif dan eksekutif tentu pemberdayaan ekonomi,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat itu.


Kemajuan peradaban dan kultur menjadi agenda selanjutnya. Terlebih Indonesia, katanya, lebih berperadaban dibanding Timur Tengah. PKB, katanya, bisa mendukung dalam titik-titik tertentu.


Jika Soekarno menyebut politik sebagai panglima dan Soeharto mengatakan ekonomi sebagai panglima, menurutnya, hari ini dan ke depan, peradabanlah adalah panglima kemajuan.


Menutup sambutannya, Gus Ami menyampaikan tahniahnya kepada KH Said Aqil Siroj yang hadir pada kesempatan tersebut dan seluruh Nahdliyin di manapun berada. Ia berharap kebahagiaan, kemajuan, dan kesejahteraan senantiasa berlimpah.


Gus Ami juga menegaskan kepada seluruh kader PKB agar memajukan NU di manapun mereka berada. “Kepada seluruh warga PKB di manapun anda berada, pengurus-pengurus, DPRD, di mana ada PKB, di situ NU harus maju semaju-majunya. Selamat berjuang semoga Allah senantiasa meridoi dan memudahkan perjuangan kita semu,” pungkasnya.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Parlemen Lainnya

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×