Buku 'Fikih Gus Dur' Hadir Bermula Tuntutan Disertasi

Buku 'Fikih Gus Dur' Hadir Bermula Tuntutan Disertasi
Bedah buku di Ma'had Aly Tebuireng, Jombang
Bedah buku di Ma'had Aly Tebuireng, Jombang
Jombang, NU Online
Penulis buku 'Fiqih Gus Dur' Johari Sidroh menjelaskan, buku tersebut merupakan hasil penelitiannya saat meraih doktor di salah satu kampus. Ia tertarik dengan sosok Gus Dur yang nyetrik dan unik. Gus Dur sering berfikir dan bertindak di luar kebiasaan orang pada umumnya.
 
"Asal mula saya menyusun buku ini karena tuntutan disertasi, bermula dari hal sederhana. Saya mengambil fiqih karena proses ijtihad manusia dalam menjawab setiap persoalan yang terjadi. Gus Dur termasuk orang unik," jelasnya.
 
Hal itu disampaikan saat dirinya menghadiri bedah buku 'Fiqih Gus Dur' yang dihelat Dewan Mahasantri (Dema) Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Senin (2/9).
 
Dikatakan, ilmu fiqih menghukumi hal yang tampak dan berhubungan dengan kehidupan sehari hari. Oleh karenanya banyak sekali kehidupan masyarakat yang dibahas di ilmu fiqih.
 
"Fiqih dipahami secara kontekstual dan bukan statis. Oleh karena itu, fiqih untuk kepentingan manusia. Dan Gus Dur membuat sebuah buku 'Tuhan Tidak Perlu Dibela' karena hal itu," ungkap Johari yang juga dosen Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Tebuireng.
 
Dalam bedah buku ini, pembanding yakni Kepala Madrasah Aliyah Salafiyah Syafiiyah Tebuireng  H Ahmad Roziqi. "Pada buku yang ditulis Ustadz Johari ini sudah lengkap dan di dalamnya mengkaji fiqih secara dinamis dan konstektual dan solutif. Pada buku tersebut, Ustadz Johari berani dalam mengambil usul fiqihnya," jelasnya.
 
"Saya berharap semoga kalian mahasantri bisa melanjutkan apa yang kita laksanakan di masyarakat ini, kita bisa mengambil suri teladan yaitu dari Gus Dur," pesan Ahmad Roziqi. 
 
Ketua panitia bedah buku, Ilham Zihaq kepada NU Online mengatakan, kegiatan memperingati 1 Muharram merupakan agenda rutin di Ma'had Aly Hasyim Asy'ari dalam menyongsong tahun baru Islam dan kali ini diisi dengan bedah buku.
 
"Bedah buku bertujuan membentuk dunia literasi di lingkungan, tak hanya dengan kalangan sendiri saja. Namun diimbangi dengan keilmuan dan wawasan luas," ujarnya.
 
Dikatakan, Gus Dur sosok fenomenal dari garis keturunan KH M Hasyim Asy'ari. Namun yang banyak dibahas oleh beberapa peneliti dan penulis hanya sisi politik dan kepedulian Gus Dur kepada sesi kemanusiaan saja. Sedikit sekali yang bahas masalah fiqih Gus Dur.
 
"Banyak peneliti yang meneliti tentang Gus Dur dalam kebangsaan dan lainnya, namun penelitian tentang fiqih (Gus Dur) kurang, maka dari itu dengan adanya buku Fiqih Gus Dur ini semoga bermanfaat untuk umat," ucapnya.
 
Kontributor: Syarif Abdurrahman 
Editor: Muiz
BNI Mobile