IMG-LOGO
Daerah

Wakil Bupati Sidoarjo Semangati Mahasiswa Baru Unusida 

Rabu 4 September 2019 7:30 WIB
Bagikan:
Wakil Bupati Sidoarjo Semangati Mahasiswa Baru Unusida 
Wakil Bupati Sidoarjo memberi sambutan di PKKMB Unusida. (Foto: NU Online/Moh Kholidun)
Sidoarjo, NU Online
Wakil Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, H Nur Ahmad Syaifuddin secara resmi membuka Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2019 Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida), Selasa (3/9). Kegiatan dipusatkan di gedung Rahmatul Ummah.

Pada kegiatan yang mengambil tema Rekonstruksi Karakter di Era Revolusi Industri 5.0 Civil Society tersebut, wakil bupati menyampaikan kepada mahasiswa baru bahwasannya segala sesuatu yang baik harus diawali dengan optimis dan semangat. 
 
Cak Nur, sapaan wakil bupati turut mengapresiasi keberadaan Unusida. Walaupun baru berusia lima tahun sudah mengalami banyak perubahan, termasuk sudah banyak menorehkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.
 
“Dengan hasil yang luar biasa tersebut berarti kepercayaan masyarakat kepada kampus ini sudah semakin meningkat,” katanya.  .
 
Dirinya juga juga mengimbau agar menjaga amanat yang telah dipercayakan oleh masyarakat itu dengan baik dan bertanggungjawab.  Salah satunya adalah dengan mengelola lembaga sebaik mungkin.
 
“Ini tantangan bagi pengelola pendidikan di lingkungan warga NU untuk dikelola dengan menejemen yang baik pula agar masyarakat umumnya dan warga NU khususnya tidak mencari pendidikan lain,” ungkapnya.
 
Kepada 561 mahasiswa, dirinya mengemukkaan bahwa kuliah di Unusida adalah pilihan tepat.
 
"Yakinkan diri kalian dan keluarga bahwa kalian memilih di tempat yang terbaik dan berada pada pilihan tepat yang akan mengantarkan kepada hidup yang lebih baik,” tegasnya.
 
Namun demikian, Cak Nur turut mengingatkan bahwa saat ini tengah berada di zaman yang perubahannya demikian cepat serta sarat kompetisi. 
 
“Sekarang harus bersaing dan berlomba untuk bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bisa menjadi yang terbaik," tandasnya.
 
Selain membuka secara resmi kegiatan PKKMB 2019, dengan didampingi Komandan Kodim 0816 dan Rektor Unusida, wakil bupati juga memberikan penghargaan atas prestasi yang telah diraih mahasiswa.
 
Di antara mereka Qomarul Alam, peraih medali perak pada kejuaraan pencak silat di Bali, Heriyanto meraih juara pertama kejuaraan pencak silat internasional di Bali. Juga Andre Septianto dan Mega Firdaus yang mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri.
 
Prestasi yang tidak kalah membangggakan atas keberhasilan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Unusida sebagai penerima bantuan program hibah bina desa 2019 dari Kemenristekdikti dengan judul Sistem Manajemen Sampah dengan Menggunakan Senerator Pintar (Simata) di Desa Ketegan Kecamatan Tanggulangin. 
 
Rektor Unusida, Fatchul Anam menyampaikan dengan masa pengenalan kampus ini nantinya mahasiswa akan diberikan materi yang terkait dengan radikalisme serta bahaya narkoba dengan menggandeng Polresta dan Kodim 0816 Sidoarjo.
 
“Karena sejak awal, kami ingin memfilter mahasiswa menindaklanjuti dengan pembudayaan kultur Aswaja dalam mata kuliah yang akan diajarkan dalam tiap semester,” katanya.
 
Di akhir sambutan, rektor juga mengingatkan mahasiswa baru bahwa selama perkuliahan berlangsung anntinya juga akan lebih ditanamkan wawasan keislaman yang dibalut kebangsaan. 
 
“Kecintaan pada tanah air dan kecintaan pada NKRI itu yang akan kami tumbuhkan pada setiap diri Mahasiswa,” pungkasnya.
 
Sebanyak 561 mahasiswa baru mengikuti PKKMB yang akan berlangsung selama tiga hari ke depan mulai Selasa hingga Kamis (3-5/9).

Pewarta: Moh Kholidun
Editor: Ibnu Nawawi
Bagikan:

Baca Juga

Rabu 4 September 2019 19:30 WIB
Gubernur NTB: Generasi NU Perlu Tulis Wirausahawan Agar Generasi Muda Baca
Gubernur NTB: Generasi NU Perlu Tulis Wirausahawan Agar Generasi Muda Baca
Gubernur NTB, H Zulkiflimansyah (3 dari kanan)
Mataram, NU Online
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Zulkiflimansyah meminta kepada kader muda Nahdlatul Ulama menulis profil wirausahawan yang sukses dalam menjalani bisnisnya. Hal ini penting, agar generasi muda tahu dan menirunya.
 
"Ini penting karena anak-anak NTB nanti akan bertemu dengan orang-orang baru, adanya motoGP 2021 di Lombok juga akan dihadapi," ujarnya.
 
Hal itu disampaikan saat dirinya menerima kunjungan rombongan dari Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) NTB di Rumah Dinas Gubernur di Mataram, Selasa (03/09) malam. 
 
Bang Zul sapaan akrabnya berpesan agar penulis NU perlu berinisiatif menuliskan tokoh-tokoh wirausahawan yang ada di Lombok NTB ini agar ke depan generasi membaca dan menjadikan inspirasi hidupnya.
 
"Banyak pengusaha sukses di NTB dan ini perlu diketahui kiat-kiat mengelola usaha dan hal seperti ini perlu ditulis," tandasnya.
 
Karena itu, LTNNU NTB bisa ambil peran dalam menulis tokoh-tokoh yang sukses berwirausaha di samping juga menulis tokoh-tokoh NU dalam perjuangan mengembangkan dakwahnya di Lombok NTB.
 
"Ini sekedar usulan saja, agar nanti garansi muda membaca dan menjadi inspirasi dalam kehidupannya mendatang," katanya
 
Yang terpenting juga bagi penulis menurutnya adalah banyak membaca. "Bagaimana mau jadi penulis kalau membaca kurang," imbuhnya.
 
Sebelumnya Ketua LTNNU NTB Suaeb Qury dalam pengantarnya di silaturahim tersebut memperkenalkan dirinya dan rombongan yang terdiri dari pengurus inti LTNNU NTB yang dipimpinnya. 
 
Suaeb sapaan akrabnya menyebutkan bahwa LTNNU adalah Lembaga Ta'lif wan Nasyr yang di NU menangani bidang media publikasi dan percetakan. "Pengurus kami semua adalah penulis," katanya.
 
Dikatakan, selain menangani media, dalam waktu dekat PW LTNNU NTB akan menulis biografi para tokoh NU di wilayah NTB. "Kami sedang sedang menyiapkan bahan-bahan untuk menulis perjuangan tokoh NU dalam pengembangan dakwahnya di Lombok NTB.  Mulai dari almarhum TGH lalu Faisal, almarhum TGH Lopan, almarhum TGH Lalu M Khairi Adnan, dan almarhum TGH A Taqiuddin Mansur. 
 
"Usulan Gubernur NTB menjadi masukan LTNNU untuk penulisan berikutnya. Akan tetapi dalam waktu dekat ini akan fokus dulu ke biografi tokoh NU," ujarnya kepada NU Online. 
 
Kontributor: Hadi
Editor: Muiz
Rabu 4 September 2019 15:30 WIB
Geliat PMII di Universitas Muhammadiyah Jember
Geliat PMII di Universitas Muhammadiyah Jember
Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ) terus merekrut anggota baru untuk memperkuat posisi PMII di lingkungan perguruan tinggi milik persyarikatan Muhammadiyah itu. (Foto: Aryudi AR/NU Online)
Jember, NU Online 
Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Muhammadiyah Jember (UMJ) terus merekrut anggota baru untuk memperkuat posisi PMII di lingkungan perguruan tinggi milik persyarikatan Muhammadiyah itu. Semakin banyak jumlah anggotanya, maka sebuah  organisasi akan semakin eksis.

“Kami tidak sekadar ingin  ada, tapi hidup dan bergerak sehingga tentu kami sangat bangga jika kami besar di tempat ini,” kata Ketua Komisariat PMII UMJ, Fendi Winata kepada NU Online di Kampus UMJ, Rabu (4/9).

Pemuda asal Banyuwangi itu menyadari bahwa untuk membesarkan PMII di daerah yang ‘tidak kondusif’ memang berat. Meski demikian, harus ada ikhtiar untuk terus eksis sebagai wadah perjuangan dan pengabdian mahasiswa-mahasiswa NU.

“Di manapun kita harus eksis. Kita mengemban amanah sebagai kader NU tidak boleh kendur dalam menebarkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dan memperjuangkan Islam yang sejuk dan damai,” lanjutnya.

Fendi menambahkan, selama ini keanggotaan PMII UMJ banyak disumbang oleh alumni beberapa pesantren yang menjadi mahasiswa UMJ. Misalnya alumni Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Asembagus Situbondo, Nurul Jadid Probolinggo, Darus Sholah Jember, Yasinat Wuluhan Jember, dan sejumlah pesantren lain di Jember dan sekitarnya.

“Sekarang juga kami tetap menjalin komunikasi dengan alumni pesantren-pesantren tersebut. Baru setelah itu, kami menyasar anggota alumni sekolah umum,” urai lulusan Fakultas Ekonomi prodi Manajemen UMJ 2019 itu.

Menurutnya, Komisariat PMII yang diketuainya mempunyai tiga Rayon, yaitu Rayon Muhammad Al-fatih, Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali, dan Shalahuddin Al-Ayyubi. Dari masing-masing rayon itu disepakati untuk merekrut 30 anggota baru. Sehingga jumlahnya anggota baru tahun ini adalah 90 orang.

“Saya yakin target itu bisa dicapai, bahkan bisa terlampaui. Dan saat ini rekrutmen anggota baru sedang dimulai,” jelasnya.

Fendi menandaskan, PMII merupakan salah satu wadah kaderisasi NU di lingkungan perguruan tinggi. Sehingga jika bergabung dengan PMII, maka otomatis jalur kaderisasi tetap lempang. Dan nyatanya, tidak sedikit tokoh NU berkelas yang  latar belakang organisasinya adalah PMII.

“Bagi saya sendiri menjadi ketua PMII di Universitas Muhammadiyah adalah tantangan. Dan saya siap membesarkan PMII di sini (UMJ),” pungkasnya.
 
Pewarta: Aryudi AR
Editor: Muchlishon
Rabu 4 September 2019 13:0 WIB
Kemarau Panjang, NU di Kawasan Serang Banten Kirim Air Bersih 
Kemarau Panjang, NU di Kawasan Serang Banten Kirim Air Bersih 
Pengiriman bantuan air bersih untuk warga di kawasan Serang, Banten. (Foto: NU Online/Fahdun)
Serang, NU Online
Hampir tiga bulan musim kemarau panjang melanda Kabupaten Serang khususnya di Kecamatan Pontang. Akibat kondisi tersebut,  banyak warga yang mengalami kesusahan akan air bersih. Lewat 'NU Berbagi', beberapa kendaraan pengangkut air bersih dikirim ke lokasi terdampak kemarau.
 
“Warga di Kecamatan Pontang terutama di kampung Kademangan Desa Sukajaya dan Kampung Begog Pasar di Desa Singarajan sudah darurat air bersih,” kata KH Nabhani, Selasa (3/9).
 
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pontang tersebut mengemukakan bahwa akibat kemarau panjang, masyarakat sekitar sampai harus membeli air bersih galonan untuk memenuhi kebutuhannya. 
 
“Saat ini kawasan Serang memasuki kemarau dan melanda beberapa daerah di wilayah Provinsi Banten,” ungkapnya. 
 
Ini juga yang menggerakkan MWCNU Pontang melakukan kerja sama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Provinsi Banten. Yang dilakukan adalah dengan mendistribusikan air bersih untuk masyarakat di Kecamatan Pontang. 
 
“Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan di Kampung Kademangan, Desa Sukajaya, Kampung Begog Pasar Desa Singarajan dan Kampung Pontang Kecamatan Pontang,” jelasnya .
 
KH Nabhani mengatakan dampak musim kemarau saat ini sangat dirasakan warga wilayah Pontang dan sekitarnya. 
 
“Kami bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Provinsi Banten mendistribusikan empat  mobil dengan kapasitas 20.000 liter air bersih di tiga titik kampung dengan target bisa meringankan kesulitan warga,” ungkapnya. 
 
Salah seorang warga Kampung Begog Pasar, Ibu Yani juga Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian ini. 
 
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Nahdlatul Ulama dan Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Provinsi Banten yang dengan aksi sosial 'NU Berbagi' untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada warga,” katanya.
 
Baginya, air bersih merupakan hal yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat. “Atas nama warga kami mengucapkan terima kasih atas bantuan air bersih dari Nahdlatul Ulama dan Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman Provinsi Banten, Bantuan ini sangat bermanfaat untuk warga yang mengalami kesulitan air untuk dikonsumsi, MCK dan juga berwudhu," tandas Ibu Yani.
 
 
Pewarta: Fahdun
Editor: Ibnu Nawawi
 
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG