IMG-LOGO
Nasional

LBM PBNU Rancang Materi Fiqih Disabilitas Mental


Senin 2 Desember 2019 19:30 WIB
Bagikan:
LBM PBNU Rancang Materi Fiqih Disabilitas Mental
Ilustrasi penyandang disabilitas dirantai. (Shutterstock)
Jakarta, NU Online
Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) akan menggelar bahtsul masail nasional perihal disabilitas mental pada Selasa siang, 3 Desember 2019. LBM PBNU pada kesempatan ini secara fokus mendata dan mempelajari masalah yang muncul terkait disabilitas mental. Dari situ, LBM PBNU kemudian membuat rumusan-rumusan fiqhiyah atas problematika disabilitas mental.

Sekretaris LBM PBNU H Sarmidi Husna menyampaikan bahwa forum itu diadakan antara lain untuk menindaklanjuti masukan pada peluncuran Buku Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas pada 29 November 2018 lalu di Jakarta untuk fokus membahas jenis disabilitas tertentu.

“Kita membahas masalah-masalah yang ada dan merumuskan keputusan hukum fiqih penyandang disabilitas mental sebagai rujukan teologis pelaksanaan Islam inklusif,” kata Sarmidi, Ahad (1/12).

LBM PBNU mencoba membahas masalah keagamaan keseharian yang dihadapi oleh orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau penyandang disabilitas yang terkait dengan persoalan aktivitas keagamaan Islam.

Menurut Sarmidi, disabilitas mental merupakan problem serius yang memerlukan penanganan khusus. Disabilitas mental selama ini belum mendapat banyak perhatian dari masyarakat termasuk kalangan agamawan. Oleh karena itu, LBM PBNU mencoba memberikan kontribusinya untuk menyentuh problem ini.

“Kita besok akan menggali masukan-masukan dari para peserta terkait masalah keagamaan penyandang disabilitas mental baik terkait masalah peribadatan (ubudiyah), tata pergaulan sosial (muamalah), kebijakan publik (as-siyasah), dan lain-lain,” kata Sarmidi.

Forum bahstul masail ini rencananya diadakan di Aula PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya, Nomor 164, Jakarta Pusat. Peserta bahtsul masail adalah pengurus harian PBNU, pengurus LBM PBNU dan LBM PWNU, lembaga dan banom PBNU.

Forum ini juga rencananya akan diikuti oleh berbagai perkumpulan terkait, di antaranya perkumpulan Sehat Jiwa, Bipolar Indonesia, Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), Yayasan Cahaya Jiwa, Into The Light, Get Happy, SHG Laras Jiwo Yogyakarta, Yakkum Yogyakarta, P3M, TAF, dan komunitas peduli disabiltas mental lainnya.

Sebagaimana diketahui LBM PBNU pada 29 November 2018 merilis buku panduan keagamaan kebutuhan sehari-hari kalangan disabilitas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta Pusat.
 

Pewarta: Alhafiz Kurniawan
Editor: Muchlishon
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG