IMG-LOGO
Daerah

Terobosan LPTNU Jawa Timur Tingkatkan Kualitas Jurnal 

Selasa 3 Maret 2020 18:30 WIB
Terobosan LPTNU Jawa Timur Tingkatkan Kualitas Jurnal 
Asosiasi Relawan Jurnal LPTNU (Arjunu) Jatim di kampus Unusa. (Foto: NU Online/istimewa)
Surabaya, NU Online
Perkembangan karya ilmiah di Indonesia relatif makin baik. Terutama sejak diberlakukannya regulasi yang mewajibkan mahasiswa S1, S2 hingga S3 untuk menulis artikel di jurnal ilmiah sebagai salah satu prasyarat kelulusan.  
 
Tuntutan kepada dosen tentunya semakin besar untuk aktif menulis di jurnal ilmiah baik di tingkat nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi.
 
Pentingnya publikasi artikel di jurnal ilmiah serta perlunya peningkatan kualitas jurnal ilmiah juga menjadi perhatian Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur. 
 
Lewat Asosiasi Relawan Jurnal LPTNU (Arjunu) Jatim membuat terobosan baru dalam rangka untuk meningkatkan publikasi artikel ilmiah di jurnal nasional dan meningkatkan kualitas jurnal yang ada.
 
Fifi Khoirul Fitriyah mengungkapkan Arjunu bertujuan mewadahi pengelola jurnal khususnya di kalangan kampus NU agar mampu meningkatkan kualitas jurnal.
 
"Adanya program ini bermula karena kebutuhan jurnal kurang terwadahi, kurang terkoneksi dan kurang kolaboratif. Sehingga perlu wadah untuk melakukan aksi cross contributors baik dari sisi author, editor, dan reviewer sehingga kita ciptakan konsep take and give melalui Arjunu," ungkap Ketua Umum Arjunu ini, Selasa (3/3).
 
Perempuan yang juga dosen S1 PG-PAUD Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini menuturkan, Akreditasi Jurnal Nasional (Arjuna) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Ristekdikti RI) dengan Arjunu memiliki perbedaan, namun masih saling terkait satu sama lain. Sehingga Arjunu akan membantu tercapainya target-target Arjuna.
 
"Arjuna merupakan sarana dan sistem yang mengukur kelayakan jurnal dan dikelola Kemenristekditi, sedangkan Arjunu merupakan konsumennya Arjuna yang jurnalnya dari anggotanya akan dinilai. Arjunu diinisiasi PW LPTNU Jawa Timur," ungkapnya di ungkapnya di ruang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unusa Kampus B Jemursari Surabaya.
 
Fifi menambahkan, one day one journal merupakan program bedah jurnal secara lokal di Arjunu untuk mempersiapkan jurnal-jurnal kampus NU yang siap akreditasi di Arjuna. 
 
Ada 11 asesor baik dari Jatim maupun luar Jatim. Mereka adalah Siti Mutrofin, Busro, Muhamad Ratodi, Ahmad Ajib Ridlwan, Anas Muhammad, H Hasan Baharun, Ahmad Sirojudin, M Arif Khoiruddin, Zaenal Arifin, Tyas Alhim Mubarok, dan Edris Zamroni. 
 
"Setiap hari, 11 asesor Arjunu secara bergantian membedah jurnal dan jumlah yang dibedah sesuai bahkan lebih banyak dari usia lahir Arjunu yang baru dibentuk 24 Februari 2020. Harapannya agar jurnal-jurnal di bawah kampus NU bisa lebih baik melalui sinergitas Arjunu dengan relawan-relawan jurnal yang lain," jelasnya.
 
Salah satu mahasiswa program doktoral Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rudi Umar Susanto mengapresiasi dan senang telah terbentuknya Arjunu dengan program one day one journal. Melalui program ini akan terciptanya jurnal-jurnal yang baik dan terakreditasi. 
 
Sebagai dosen dan mahasiswa,  dirinya melihat saat ini salah satu poin penting dalam menjalankan fungsi tridharma perguruan tinggi dosen adalah melaksanakan penelitian dan mempublikasikan hasil pemikiran serta analisisnya tersebut. 
 
Kinerja dosen yang selanjutnya menjadi kinerja program studi, fakultas dan perguruan tinggi sangat dipengaruhi oleh seberapa luas dan berkualitasnya publikasi para dosen tetapnya. 
 
“Tuntutan publikasi yang dilakukan komunitas akademik perguruan tinggi memberikan dampak yang cukup besar terhadap kesadaran para dosen pentingnya melakukan kajian, penelitian serta menulis karya ilmiah," ungkap pengajar di Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris Unusa ini. 
 
 
Pewarta: Ibnu Nawawi
Editor: Aryudi AR
 
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG