IMG-LOGO
Daerah

Ratusan Bonsai Meriahkan Seabad Madrasah di Pesantren Tambakberas

Jumat 27 Mei 2016 22:1 WIB
Bagikan:
Ratusan Bonsai Meriahkan Seabad Madrasah di Pesantren Tambakberas
Jombang, NU Online
Setidaknya ada 300 jenis pohon bonsai memadati halaman Gedung Serba Guna KH Hasbullah Said di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang Jawa Timur.

"Mereka datang dari sejumlah kota di Indonesia," kata Mohammad Rif'an, Jumat (27/5). Sesuai dengan data yang masuk ke panitia, para peserta berasal dari Jakarta, Kampung dan kota lain di Jawa.

Menurut alumnus Pascasarjana UIN Maliki Malang ini, keberadaan kontes atau lomba tanaman bonsai sebagai sarana kian mengenalkan pesantren. "Karena tidak sedikit masyarakat yang kurang mengenal dengan baik keberadaan pesantren," terangnya.

Mengenalkan pesantren, khususnya Pesantren Tambakberas, sebutkan untuk Pondok Pesantren Bahrul Ulum dapat dilakukan dengan berbagai cara. "Salah satunya yang dilakukan panitia lomba bonsai kali ini," ungkapnya.

Sejumlah anggota masyarakat masih ada saja yang belum mengenal dengan baik Pesantren Tambakberas. "Padahal usia pesantren ini sudah memasuki 191 tahun," kata pengajar di Madrasah Muallimin-Muallimat tersebut.

Diharapkan dengan kian menyapa elemen masyarakat umum lewat komunitas bonsai, keberadaan pesantren semakin dikenal khalayak.

Lomba bonsai dibagi dalam beberapa tahap. "Pendaftaran peserta dilakukan sejak 25 hingga 26 Mei," katanya. Berikutnya dilakukan penjurian terhadap peserta, dan dilanjutkan lelang dari 29 hingga 30 bonsai. Kontes ini akan berakhir hingga 31 Mei mendatang

Rif'an berharap kegiatan ini bisa memacu para santri dan keluarga pesantren kian cinta kepada sumber daya alam yang demikian melimpah.di negeri ini. "Jangan sia-siakan anugerah flora dan fauna yang ada," pesannya. Dengan menjaga dan memelihara pohon bonsai, sama dan sebangun dengan menjaga keindahan serta kelebihan yang dimiliki bangsa ini. "Tugas kita memelihara keragaman yang ada, agar tetap lestari," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Zunus) 
Bagikan:
Jumat 27 Mei 2016 23:1 WIB
IPNU Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini
IPNU Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini
Probolinggo, NU Online
Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo terus berupaya untuk menekan angka pernikahan dini di kalangan remaja. Mereka bekerja sama dengan melibatkan kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dalam sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), Jum’at (27/5).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang kader IPNU dari Kecamatan Sumberasih dan Wonomerto. Dalam sosialisasi ini BPPKB merangkul Dosen UPM Probolinggo Abdul Halim yang memberikan motivasi tentang pentingnya pendidikan bagi remaja IPNU.

“Remaja IPNU tidak boleh takut. Belajarlah untuk meraih derajat pendidikan yang lebih tinggi, walaupun berasal dari keluarga miskin. Tetap semangat untuk sekolah. Pertolongan Allah SWT tidak bisa diukur dengan akal, asalkan mau berusaha dan berdoa,” katanya.

Sementara Kepala Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Masyarakat BPPKB Kabupaten Probolinggo Herman Hidayat mengatakan, IPNU sengaja dilibatkan karena organisasi ini mewadahi unsur remaja dan pemuda di NU sehingga diharapkan akan menjadi garda terdepan atau pioner dalam menyuarakan tentang usia perkawinan yang ideal.

“Penyebab pernikahan dini itu tidak hanya dari faktor orang tua, tetapi juga kalangan remaja yang kurang ada motivasi diri dalam hal pendidikan. Jika anak mempunyai semangat, maka orang tua mau tidak mau akan memberikan dukungan,” katanya.

Menurut Herman, hingga akhir tahun 2015 angka pernikahan dini di dua kecamatan ini sangat tinggi. Di Kecamatan Sumberasih, tercatat 284 pernikahan dini dari total 483 pernikahan atau 58,80% dan Wonomerto tercatat 160 pernikahan dini dari total 312 pernikahan atau 51,28%.

“Remaja IPNU sengaja dilibatkan karena ternyata masih rentan dengan pernikahan dini. Kami akan terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menikah pada usia yang matang dan ideal,” pungkasnya.

Ketua IPNU Kabupaten Probolinggo Babussalam menyambut baik atas dilibatkannya kader IPNU untuk menekan angka pernikahan dini.

“Memang tidak bisa dipungkiri bahwasanya remaja masih rentan dengan pernikahan dini, terutama yang ada di desa-desa. Tapi dengan keterlibatan IPNU ini mudah-mudahan bisa banyak membantu program pemerintah dalam menekan angka pernikahan dini,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Jumat 27 Mei 2016 21:0 WIB
Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh
Besok Pagi, Baba Ismail Thailand Berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah Aceh
Aceh, NU Online
Ulama besar asal Pattani, Thailand, Tuan Guru Haji Ismail bin Umar akan berkunjung ke Dayah Jamiah Al-Aziziyah, Batee Iliek, Aceh. Kunjungan ke Batee Iliek dijadwalkan pada Sabtu (28/5) pagi setelah sebelumnya berkunjung ke beberapa dayah (pesantren) seperti Dayah Darul Muarrif, Dayah Ulee Titi, Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Babussalam Blang Blahdeh, dan juga Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga.

Baba Ismail, demikian ia disapa, akan menyampaikan tausiah di depan santri dan dewan guru Dayah Jamiah Al-Aziziyah sekitar pukul 08.00 Wib di Mushalla Teungku Ahmad Syarif. Selain dalam rangka dakwah, kunjungan pengarang beberapa kitab seperti Mizan ad-Durari, Hikam Jawi, dan Mawaiz al-Iman ini merupakan salah satu bentuk keseriusan para ulama di Pattani dalam memperkokoh hubungan silaturahmi dengan ulama Aceh yang sebelumnya telah berkunjung ke Pattani, termasuk pimpinan Dayah Jamiah Al-Aziziyah, Dr Tgk Muntasir A. Kadir.

Selain Baba Ismail, beberapa ulama dari luar yang berkunjung ke dayah yang berlokasi di Komplek Makam Syuhada Tgk Chik Kuta Gle ini, seperti Syeikh Abdurrahman bin Umar Al-Ahdhal dari Yaman, Mufti Damaskus Syekh Adnan Al-Afyouni, Syekh Mahmud Syahadah dan Syekh Omar Dib yang ketiganya berasal dari Suriah, dan juga beberapa ulama lainnya dari dalam dan luar negeri.

Banyaknya ulama yang berkunjung ke dayah salah satunya disebabkan nama besar pendirinya, Abu Mudi yang memang telah mempersiapkan 18 hektar lahan di tempat ini sebagai cikal bakal lahirnya Universitas Al-Aziziyah. (Muhammad Iqbal Jalil/Zunus)
Jumat 27 Mei 2016 20:1 WIB
Kampanye Antikekerasan Anak, 2 Artis Ini Sambangi RA Muslimat NU di Brebes
Kampanye Antikekerasan Anak, 2 Artis Ini Sambangi RA Muslimat NU di Brebes
Brebes, NU Online
Artis Tomi Kurniawan dan Shaleh Ali ‘Said Bajaj Bajuri’ menjadi juri kehormatan pada lomba kelas cantik di Raudlatul Athfal (RA) Muslimat NU Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Jumat (27/5).

Mereka sengaja datang dalam rangkaian roadshow peduli anak dan anti kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kedua artis tersebut menyinggahi RA Muslimat NU senyampang dengan jadwal kunjungannya di Brebes untuk mengisi puncak Hari Lahir Fatayat NU yang akan dipusatkan di Lapangan desa Jatirokeh, Songgom, Brebes, Sabtu (28/5) besok.

Dalam kunjungannya, Tomi menjadi juri kehormatan Kelas cantik yang digelar RA tersebut. Tomy dalam kesempatan tersebut menyampaikan arti pentingnya menjaga anak dan mengarahkannya ke jalan yang sesuai dengan tuntunan Quran dan Hadits serta petunjuk dari para ulama. “Kita harus arahkan anak-anak kita ke jalan yang di ridloi Allah SWT,” terangnya.

Tentunya, lanjut Tomi, arahan menuju jalan kebaikan harus diberikan sejak usia dini. Jaga anak-anak kita agar terhindar dari bahaya Narkoba, juga dari cengkeraman kaum pedofilia. 

Maraknya kekerasan terhadap anak dan perempuan, kata Tomy, harus menjadi keprihatinan bersama. Dengan jalan, kita sama-sama peduli, menebar kasih sayang dan mengarahkan pada pergaulan yang sesuai dengan syariat Islam.

Tomy dan Shaleh diantar oleh Ketua Yayasan RA Muslimat NU H Rofiq Abdillah. Rofiq menjelaskan kalau sekolah RA yang setingkat TK ini berbiaya murah tetapi mutunya sangat luar biasa. Terbukti kerap menjadi juara ditingkat Provinsi. “Bayarnya juga untuk 1 anak, tetapi yang berangkat 2 orang yakni ditambah ibunya ikut sekolah juga,” seloroh Rofiq.

Kepala RA Muslimat NU, Khusnul Khotimah menambahkan, RA yang dipimpinnya memiliki 103 siswa yang dibagi dalam 5 rombongan belajar, mereka dibimbing oleh 7 orang guru.

Prestasi RA Muslimat NU Kluwut sangat membanggakan antara lain menjadi juara ditingkat Provinsi untuk bidang Tartil Quran, gerak dan lagu, senam anak dan lomba dongeng. “Guru kami juga menjadi guru teladan urutan 10 tingkat Provinsi Jawa Tengah 2016,” paparnya. (Wasdiun/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG