IMG-LOGO
Daerah

Pahala Mengajarkan Shalat Tidak Terputus Meski Telah Meninggal

Senin 11 Desember 2017 21:1 WIB
Bagikan:
Pahala Mengajarkan Shalat Tidak Terputus Meski Telah Meninggal
Jepara, NU Online
Seorang guru yang mengajarkan shalat kepada muridnya, selama masih dikerjakan, maka pahala bagi guru tidak akan terputus. 

Pernyataan itu disampaikan Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubadillah Shodaqoh pada pengajian umum yang diselenggarakan Pesantren Darunnajah desa Kedungleper kecamatan Bangsri kabupaten Jepara, Sabtu (09/12) malam. 

“Kiai Ridlwan yang mengajarkan shalat, selama masih ditunaikan santrinya, akan terus mendapat ganjaran,” terangnya pada acara yang juga Haul KH Ridlwan ke-47, KH Muchtar Hasan ke-33 dan KH Baidlowi Ali ke-11. 

Jika saat Kiai Ridlwan masih hidup mengajarkan kepada 100 santri, kemudian sekarang sudah wafat, pahala akan terus mengalir kepadanya. 

Pengajian umum dalam rangka haul itu, menurutnya, merupakan contoh kelebihan ulama atau orang alim. Karena itu, santri penting membaca manaqib (sejarah) orang alim. 

“Sembari berdoa agar derajat guru kita diangkat dan kita pun katut (ikut, red),” paparnya pada kegiatan yang dimeriahkan Jamiyyah Hadrah Robithotussyubban (RBS) Jepara. 

Ia menambahkan, sebagaimana petuah Abu A’la, ulama laksana pohon kelapa yang tiap bagiannya bermanfaat. Begitu juga dengan ulama, bermanfaat kepada masyarakat. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)


Bagikan:
Senin 11 Desember 2017 23:1 WIB
Gus Muwafiq: Kuburan Mengingatkan Kematian
Gus Muwafiq: Kuburan Mengingatkan Kematian
Jepara, NU Online
Salah satu poin ceramah yang disampaikan Kiai Ahmad Muwafiq dalam ziarah dan tahlil bersama di Makam desa Kedungleper kecamatan Bangsri kabupaten Jepara, Sabtu (09/12) adalah bahwa kuburan mengingatkan manusia akan kematian. 

“Kuburan mengingatkan bahwa kita akan kembali dipanggil Allah,” tandasnya kepada ratusan hadirin yang memadati makam. 

Kegiatan dalam rangka Haul KH Ridlwan ke-47, KH Muchtar Hasan ke-33 dan KH Baidlowi Ali ke-11 itu, Kiai Muwafiq menambahkan, haul ialah kegiatan napak tilas pendahulu. 
 
Kelak, lanjutnya, manusia meninggal sesuai dengan rombongan masing-masing. Sehingga, selaku pengikut Ahlussunah wal-Jama’ah (Aswaja) yang kategorinya sebagai tabiin (pengikut) diimbau untuk mantap. 

Kiai akrab disapa Gus Muwafiq itu, sebagai pengikut kiai, santri tidak usah banyak bertanya agar hidupnya tentram. 

“Sahabat Ali dan Abu Bakar usai Nabi menceritakan perjalanan isra dan mikrajnya tidak banyak bertanya dan hanya mengiyakan,” contoh Gus Muwafiq bahwa keduanya adalah sahabat yang baik. 

Dan sebagai pengikut Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, warga NU harus percaya bahwa sanad keilmuwannya sampai kepada Sayyidina Ali dan Nabi Muhammad SAW. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

    

Senin 11 Desember 2017 22:43 WIB
Puluhan Pelajar Desa Ikuti Pelatihan Relawan Antinarkoba
Puluhan Pelajar Desa Ikuti Pelatihan Relawan Antinarkoba
Tulungagung, NU Online
Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Batangsareng Kecamatan Kauman mengadakan pelatihan relawan antinarkoba pada Ahad, 3 Desember 2017 pukul 08.00 WIB sampai 13.00 WIB. Kegiatan itu dikerjasamakan dengan Badan Narkotika Nasional atau BNN Kabupaten Tulungagung,

Kegiatan berlangsung di balai desa setempat tersebut diikuti 50 peserta dari kalangan pelajar. Bahkan sejumlah tokoh berkenan hadir dan mendampingi peserta hingga kegiatan selesai.

Pelatihan yang difasilitasi Pemuda Mandiri Membangun Desa binaan Kementerian Pemuda dan Olahraga ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah desa setempat. 

"Kegiatan yang diadakan IPNU IPPNU seperti ini sangat penting untuk mengembangkan desa," tutur Ir. Ripangi. 

Kepala Desa Batangsaren tersebut juga berterimakasih kepada sejumlah peserta yang dengan antusias mengikuti kegiatan. 

Usai pembukaan, dilanjutkan penyampaian materi oleh Tri Arief. Kasi P2M BNN Kabupaten Tulungagung menyampaikan tentang jenis dan dampak penyalahgunaan narkoba, serta kasus narkoba di kawasan tersebut. 

Salah satu kasus yang diceritakan adalah penangkapan pengedar narkoba di kecamatan Ngunut. Melalui cerita tersebut, diharapakan seluruh peserta pelatihan bisa waspada terhadap gerak mencurigakan di lingkungan sekitar.

"Saya sangat senang karena materi yang saya dapat di pelatihan ini menyadarkan untuk berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba," ujar Ni'mah, salah satu Pengurus Ranting IPPNU Batangsaren yang mengikuti pelatihan.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta dikukuhkan sebagai relawan anti-narkoba. Mereka memiliki tugas menjaga diri dari penyalahgunaan narkoba dan kampanye menolak peredaran bahan berbahaya tersebut di desa dan sekolah. (Puspita Hanum/Abdullah Alawi)

Senin 11 Desember 2017 22:1 WIB
Bersama NU Care, Mahasiswa Tasikmalaya Bantu Warga Terdampak Tanah Bergerak Desa Sukarasa
Bersama NU Care, Mahasiswa Tasikmalaya Bantu Warga Terdampak Tanah Bergerak Desa Sukarasa
Jakarta, NU Online
NU Care-LAZISNU bekerjasama dengan Himpunan Mahasiwa Tasikmalaya (Himalaya) Jakarta, menyalurkan bantuan bagi warga terdampak tanah bergerak Desa Sukarasa, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya Sabtu-Ahad, 9-10 Desember 2017.

Barang bantuan berupa sembako dan baju layak diberikan untuk membantu meringankan  warga terdampak. 
Penyerahan bantuan dilakukan oleh  Himalaya Peduli Tasikmalaya, disaksikan anggota DPRD Tasikmalya, tokoh masyarakat Desa Sukarasa, Kepala Desa Sukarasa, Kepala Dinas Sosial Tasikmalaya.

Di Desa Sukarasa, sudah hampir satu bulan sedikitnya 10 kepala keluarga menetap di Kantor Kepala Desa. Semula terdapat 32 KK yang menetap di kantor tersebut, namun karena di antara mereka masih memiliki sanak keluarga, mereka lalu mengungsi di rumah sanak kelurga. 

“Dan mereka (10 KK)  yang di sini tinggal orang-orang yang sudah tidak memiliki sanak keluarga dan rumah yang rusak  parah,” kata Rio Setiawan, salah satu anggota Himalaya.

Rio menegaskan penyaluran bantuan sebagai wujud bakti Himalaya terhadap tanah kelahiran Tasikmalaya. 

“Juga harapannya sedikitnya dapat meringankan beban mereka dan memotivasi anak-anak (dari keluarga terdampak) untuk terus semangat mengejar cita-cita,” lanjut Rio.

“Ini merupakan kepedulian NU Care-LAZISNU terhadap bencana-bencana yang menimpa beberapa wilayah Indonesia, salah satunya bencana tanah bergerak di Tasikmalaya,” ujar Nur Hasan, senior fundraising PP NU LAZISNU di Jakarta, Sabtu (9/12).

Trauma Healing
Selain pemberian bantuan berupa barang, anggota Himalaya juga melakukan trauma healing (penyembuhan trauma) untuk anak-anak. 

“Dengan trauma healing berhasil membuat warga terutama anak-anak merasa terobati atas ketakutan-ketakutan yang mereka alami selama hampir satu bulan ini,” Rio menambahkan.

Basuki Rahmat, anggota DPRD Tasikmalaya mengatakan apresiasinya atas kepedulian yang diberikan oleh para mahasiwa asal Tasik yang ada di Jakarta.

“Walaupun mereka menimba ilmu di Jakarta tapi tidak lupa dengan dari mana asal mereka,” ujar Basuki.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi mahasiswa lainnya, dari mana pun mereka berasal. 

Ilah warga yang mengungsi di kantor Desa Sukarasa sangat berterimakasih kepada para mahasiswa Tasikmalaya di Jakarta.

“Juga merasa terharu atas rasa peduli mereka, karena ada mahasiswa Tasikmalaya di Jakarta yang menunjukkan rasa pedulinya langsung,” kata Ilah. (Nubzah Tsaniyah/Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG