Warta

Warga NU Diharap Pertahankan Tradisi

NU Online  ·  Senin, 10 Oktober 2011 | 02:41 WIB

Serang, NU Online
Keluarga besar Nahdatul Ulama di Kota Serang mulai meninggalkan tradisi lama sebagaimana khittah 1984. Karenanya, warga nahdiyin ini diminta untuk kembali pada tradisi lama tersebut. Demikian diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang Kota Serang KH Matin Syarkowi dihadapan perserta halal bihalal dan istighotsah keluarga besar NU Kota Serang di Lapangan Citra Gading, Cipocok Jaya, Kota Serang, Propinsi Banten, Ahad (9/10).

Hadir dalam acara itu KH Muhtadi, pimpinan Pondok Pesantren Cidahu, Cadasari, Kabupaten Pandeglang dan Walikota Serang Tb Haerul Jaman.
<>
Tradisi lama yang dimaksud Matin Syarkowi adalah marhaban, dalail, dan tahlilan yang mulai ditinggalkan pengikut nahdiyin, terutama yang menempati komplek perumahan yang heterogen. Tradisi ini, kata dia, kalah menarik dengan  politik sebab banyak warga NU tradisional maupun struktural yang berpolitik praktis.

“Mempertahankan tradisi yang baik itu tidak tabu, karena substansinya adalah silaturahmi. Dewasa ini ada beberapa kelompok yang menganggap hal tersebut bid’ah,” katanya.

Kata dia, sebaiknya warga ahlussunah waljamaah ini kembali pada khittah 1984, dimana NU berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai dan norma ajaran islam dengan mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Kata dia, saat ini banyak warga nahdiyin yang lebih mengurusi politik ketimbang umat.

“Saatnya kembali ke paradigma lama bahwa NU milik umat dan harus kembali ke umat. Bukan milik golongan dan harus mengurusi kepentingan politik tertentu. Maka menghidupkan tradisi lama di masyarakat, Insya Allah bisa membawa NU kembali pada Khittah 1984,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Matin juga menyinggung keberadaan organisasi kemasyarakatan saat ini, khususnya di Banten, yang ramai-ramai menyikapi perkembangan pemilihan kepala daerah ketimbang menyikapi problem sosial yang muncul di masyarakat.

“Organisasi kemasyarakatan akhir-akhir ini cenderung silau dengan hajat pilkada, padahal banyak urusan umat yang lebih penting terabaikan,” tambahnya.

Walikota Serang, Tb Haerul Jaman menyatakan setuju dengan apa yang diungkapkan KH Matin Syarkowi. Kata dia, sudah selayaknya NU kembali pada umat dan menghidupkan tradisi lama yang hampir punah.

“Kota Serang yang baru berusia empat tahun ini sangat membutuhkan NU untuk membangun masyarakat yang agamis. Selama tradisi itu membuat masyarakat terhindar dari kenakalan, terutama anak-anak dan remaja, maka pemerintah pasti mendukungnya,” katanya.

Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Candra Zaini