Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Begini Ikhtiar Fatayat NU Sidoarjo Tekan Kekerasan pada Perempuan

Begini Ikhtiar Fatayat NU Sidoarjo Tekan Kekerasan pada Perempuan
Penguatan LKP3A dan revitalisasi Piker PC Fatayat NU Sidoarjo. (Foto: NU Online/Lilik Azkiyatul Masruroh)  
Penguatan LKP3A dan revitalisasi Piker PC Fatayat NU Sidoarjo. (Foto: NU Online/Lilik Azkiyatul Masruroh)  
Sidoarjo, NU Online
Dalam rangka menanggapi isu-isu perempuan yang semakin berkembang, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sidoarjo, Jawa Timur mengadakan penguatan Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau LKP3A. Pada saat yang sama juga diselenggarakan revitalisasi Piker (Pusat Informasi Kesehatan Reprodusi).
 
Kegiatan yang berlangsung Jumat (13/9) tersebut menghadirkan dua narasumber dari Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur, yakni Sulami dan Nabila.
 
Fatayat NU yang memiliki anggota berjenis kelamin perempuan sudah sepatutnya mengangkat isu-isu perempuan di berbagai daerah.  Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian atas sejumlah kekerasan dan hal lain yang menimpa perempuan.
 
“Isu perempuan semakin hari kian berkembang. Kesehatan reproduksi merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian Fatayat NU,” kata Nabila.  
 
Disampaikannya, walau angka kematian ibu sudah mampu ditekan namun angka kematian bayi masih lumayan tinggi.  
 
“Menurut data dari Dinas Kesehatan Kab Sidoarjo, pada tahun 2017 angka kematian ibu sebanyak 30 kasus dan angka kematian bayi 198 kasus, namun pada tahun 2018 lalu mengalami penurunan. Untuk angka kematian ibu menjadi sebanyak 23 kasus dan angka kematian bayi menjadi 157 kasus,” jelasnya.  
 
Terkait LKP3A, menurutnya sangat penting mensosialisasikan keberadaannya kepada Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU di Sidoarjo dari 18 kecamatan yang ada.  
 
“Kita tegakkan keadilan dan membantu saudara-saudara dan anggota yang sedang dalam masalah. Kita menjadi pendamping korban bukan untuk mengintervensinya namun berusaha untuk meringankan dan menyelesaikan masalah yang ada,” jelas Nabila.
 
Sulami juga memaparkan dengan lugas pengalaman yang dialami dalam program Piker dan pendampingan korban.  Dia juga sudah mensosialisasikan dua program tersebut ke seluruh wilayah Mojokerto.  
 
Kegiatan yang dilaksanakan di kantor PC Fatayat NU Sidoarjo tersebut memiliki Rencana Tindak Lanjut (RTL). Diharapkan dari acara ini akan lahir pula LKP3A sebagai ikhtiar Fatayat NU meminimalisir kekerasan di Sidoarjo. Dan pada saat yang sama, keberadaan bidang advokasi dapat menjadi pendamping para korban. 
 
 
Pewarta: Lilik Azkiyatul Masruroh  
Editor: Ibnu Nawawi


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×