Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Buya Arrazy Hasyim Tegaskan Sanad Keilmuan Pesantren Sangat Diperhitungkan

Buya Arrazy Hasyim Tegaskan Sanad Keilmuan Pesantren Sangat Diperhitungkan
Pengasuh Ribath Nouraniyyah Hasyimiyyah Ciputat Jakarta Selatan, Buya Arrazy Hasyim. (Foto: Tangkapan layar)
Pengasuh Ribath Nouraniyyah Hasyimiyyah Ciputat Jakarta Selatan, Buya Arrazy Hasyim. (Foto: Tangkapan layar)

Kediri, NU Online
Pengasuh Ribath Nouraniyyah Hasyimiyyah Ciputat Jakarta Selatan, Buya Arrazy Hasyim menjelaskan bahwa Indonesia mempunyai budaya yang hebat, yakni budaya yang ada di pesantren, termasuk pola-pola kajian yang ada di dalamnya.


“Mesir tidak punya pesantren, Saudi tidak punya pesantren, Yaman baru belakangan, Al-Habib Umar buat Darul Musthofa itu angkatan pertamanya Habib Mundzir Habib Jindan," terangnya, saat peluncuran Pusat Kajian Pesantren dan Aswaja di Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, disiarkan secara langsung, Rabu (9/3/2022) siang. 


Dalam mendirikan Ribath Darul Mustofa Habib Umar Al-Hafidz pun, kata Buya Arrazy, terinspirasi banyak dari negeri ini meskipun secara keilmuan dan akhlak bangsa ini banyak mengambil istifadah dari Habib Umar Al-Hafidz.


Buya Arrazay mendorong pesantren Indonesia untuk tidak minder, karena secara sanad keilmuan sangat diperhitungkan. “Tidak usah merasa keder ya, sanad ulama Indonesia khususnya sanad Lirboyo ini sangat diperhitungkan,” imbuhnya.


Apalagi di pesantren ada program bahtsul masail yang bisa memecahkan berbagai permasalahan klasik. Namun, penting juga menurut Buya Arrazy agar pembahasan bahtsul masail ditekankan pada permasalahan kekinian. 


Buya Arrazy mencontohkan bahwa kitab Hasiyah Syekh Zakaria Al-Anshori yang ditulis untuk menjawab persoalan pada zaman itu. Karenanya, sudah semestinya pesantren untuk melakukan pembaruan. 


"Untuk zaman sekarang kita perlu membuat hasiyah-hasiyah baru, persoalan sekarang sudah tambah banyak ada persoalan lama yang muncul kembali,” tutur tokoh asal Sumatera Barat ini.


Buya Arrazy juga menegaskan bahwa negeri ini sudah tidak perlu mengimpor pemikiran dari luar Indonesia, apalagi khususnya Timur Tengah, karena keislaman di negeri ini sebenarnya sudah berasal dari Timur Tengah sana. 


“Dulu yang diamalkan ulama Madinah dan Makkah sudah diamalkan oleh orang Nusantara hari ini, dan yang paling terbuka mengamalkannya itu pesantren-pesantren, maka kita perlu bangga menjadi bagian pesantren," tandasnya.


Kontributor: Elnahrowi
Editor: Syamsul Arifin 



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×