Daerah

Cegah Kecelakaan, GP Ansor Kencong Uruk Lubang Jalan

Ahad, 22 November 2020 | 10:30 WIB

Cegah Kecelakaan, GP Ansor Kencong Uruk Lubang Jalan

Suasana pengurukan jalan berlubang sejumlah ruas jalan di Kecamatan Kencong dan Puger, Jember oleh Banser Kencong. (Foto: NU Online/Aryudi A Razaq)

Jember, NU Online
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP)) Ansor Kencong, Kabupaten Jember Jawa Timur  terus menebar manfaat dengan beragam aksi sosialnya. Kali ini mereka melakukan pengurukan jalan berlubang sejumlah ruas jalan di Kecamatan  Kencong dan Puger, Ahad (22/11) pagi.


Dengan menggunakan kendaraan dump truck sejumlah anggota Banser menutup lubang yang menghiasi jalan, tepatnya jalan raya Desa Kencong menuju arah Tanggul. Sedangkan di Kecamatan Puger, yang menjadi lokasi aksi sosial ini adalah jalan raya Desa Mojosari ke arah Kecamatan Puger.


“Jalan di dua lokasi itu memang cukup parah (lubangnya), sehingga harus diperbaiki,” ujar Koordinator Aksi, Aminullah.


Menurutnya,  jalan berlubang cukup membahayakan pengendara, apalagi di musim hujan. Jika musim hujan, biasanya lubang tersebut tak kelihatan karena tertutup oleh air, tapi begitu dilalui bisa menimbulkan  kecelakaan. Oleh karena itu, lanjut Aminullah, jalan berlubang menjadi prioritas program sosial dari GP Ansor Kencong.


“Kita tutup lubang itu dengan pasir campur batu semampu kita, minimal kita telah berkontribusi untuk kelancaran perjalanan kendaraan sekaligus menyelamatkannya dari kecelakaan,” urainya.


Walaupun demikian,  perbaikan yang sesungguhnya tetap diharapkan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Sebab, itu sifatnya hanya sementara karena tanah urukan lama kelamaan akan tergerus oleh air, sehingga  lubang bisa menganga lagi.


“Mohon diperhatikan juga oleh Pemkab Jember, perbaikan yang sesungguhnya tetap sangat dibutuhkan,” terangnya.


Selain menguruk lubang jalan, puluhan anggota Banser itu juga memberi tanda lubang dengan menanam pohon pisang di beberapa titik yang tingkat kerusakannya cukup parah. Tujuannya agar titik tersebut dapat dilihat dari jarak jauh oleh pengendara, sehingga bisa lebih berhati-hati.


“Kalau hanya diuruk dengan material pasir dan batu, masih tetap membahayakan pengendara, karena lubangnya cukup parah dan lebar lagi,” jelas Aminullah.


Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kencong, Kabupaten Jember, Agus Nur Yasin menegaskan bahwa pengurukan lubang itu adalah merupakan bentuk kepedulian Ansor dalam rangka menjaga keamanan pengendara sekaligus mendukung kelancaran roda ekonomi masyarakat. Sebab jalan berlubang juga mengganggu semangat warga untuk menjalankan usaha lewat jalan itu.


“Jalan itu vital kegunaannya, termasuk untuk memacu berputarnya roda perekonomian masyarakat. Mohon ini jadi perhatian Pemkab Jember.  Mohon maaf, info yang saya dapat bahwa jalan berlubang di titik-titik tertentu kadang terjadi kecelakaan,” urainya.


Tampaknya apa yang disampaikan Agus Nur Yasin, tidak mengada-ada. Ini bisa dilihat dari penjelasan Abdul Hamid, warga Desa Wringinagung Kecamatan Jombang, Jember. Lelaki yang berjualan di jalur jalan Kencong-Tanggul ini mengungkapkan bahwa  dirinya sering menemui kecelakaan lalu lintas tunggal maupun melibatkan dua pengendara.

 

Pasalnya pengendara sering kehilangan konsentrasi dalam mengemudi karena menghindari jalan berlubang. Atau dua pengendara dari arah berlawanan, sama-sama berebut jalan yang sama yang  bagus untuk menghindari jalan berlubang itu, sehingga terjadi tabrakan.


“Pokoknya saya beberapa kali melihat terjadinya kecelakaan di situ,” pungkasnya.


Pewarta:  Aryudi A Razaq
Editor: Muhammad Faizin