Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Dampak PMK, Peternak Masih Sulit Distribusikan Piaraannya ke Luar Daerah

Dampak PMK, Peternak Masih Sulit Distribusikan Piaraannya ke Luar Daerah
Dampak PMK, Peternak Masih Sulit Distribusikan Piaraannya.
Dampak PMK, Peternak Masih Sulit Distribusikan Piaraannya.

Jakarta, NU Online 
Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tengah menyerang hewan ternak seperti sapi dan kambing membuat para peternak kesulitan dalam mendistribusikan atau menjual hewan-hewan ternaknya ke luar daerah.


Hal tersebut diungkapkan oleh Pemilik Setia Farm Purworejo, Setyo Hermawan pada diskusi "Amankah Berkurban Saat Wabah Mengganas?" yang diadakan Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9). 


"Terkait dampak dari PMK itu sendiri di farm kami dan teman-teman peternak untuk saat ini masih kesusahan dalam distribusi. Karena kan memang dalam kebijakan peternakan itu sendiri atau farm sendiri kebanyakan customer itu sangat luas sekali terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur," ujar Setyo Harmawan, Rabu (29/6/2022) Siang.


Dirinya mengungkapkan bahwa dari kedua daerah tersebut hewan ternak sapi masuk ke daerah kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, dan sekitarnya.


"Artinya dengan kebijakan, dan regulasi yang ada saat ini kita memang masih belum mempunyai istilahnya kesempatan ataupun cara bagaimana agar ternak kami terdistribusikan secara utuh dan normal ke pemesan atau customer tersebut," imbuhnya.


Menurutnya meskipun syarat untuk membawa ternak ke luar daerah hanya SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan). Akan tetapi setiap kota mempunyai kebijakan tersendiri, misalnya dilarang memasukkan ternak dari daerah lain, dan dilarang mengirimkan ternak dari daerah tersebut ke daerah lainnya.


"Ya mungkin itu salah satu dampak yang kami rasakan. Kami juga mewakili teman-teman dari peternak memang dampak yang cukup kami rasakan, terutama bagi peternak salah satunya itu," jelasnya.


Lebih lanjut, Setyo Hermawan menceritakan bahwa di Setia Farm Purworejo miliknya, tingkat kesembuhan sapi yang terjangkit PMK berada di angka 90 persen, dengan penanganan atau peralatan yang memang semestinya.


"Artinya ketika kita bisa memberikan penanganan itu semaksimal mungkin dengan pengetahuan yang ada di dalam diri kita, insyasllah ternak kita bisa sembuh secara total, walaupun tidak bisa kembali seperti semula," jelasnya.


Ia mengungkapkan bahwa ada perubahan fisik dari sapi meskipun sembuh dari PMK, seperti kakinya yang tadinya lurus menjadi sedikit bengkok. Sementara di bagian mulut bisa sembuh total.


Tips Merawat Hewan Ternak Terjangkit PMK


Setyo Hermawan membagikan dua tips untuk merawat hewan ternak yang terjangkit PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).


"Untuk tipsnya perawatan hewan ternak yang terjangkit PMK sendiri yang pertama jaga kebersihan dari kandang itu sendiri, dan kebutuhan nutrisi dari sapi. Jadi setiap pagi kita mandikan, nanti lanjut berjemur sebentar untuk penghangatan nanti," ujarnya.


Kemudian setelah berjemur baru berikan nutrisi yang cukup, dedaunan hijau yang alami dengan protein tambahan berupa jagung, dan lain sebagainya. Bila diperlukan berikan jamu-jamu tradisional seperti temulawak, dan sebagainya.


Kontributor: Malik Ibnu Zaman
Editor: Syamsul Arifin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×