Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Festival Rebana, Sinergi NU Care Jaksel dan MWCNU Jagakarsa Lestarikan Seni Islami

Festival Rebana, Sinergi NU Care Jaksel dan MWCNU Jagakarsa Lestarikan Seni Islami
Penyerahan piala para pemenang Festival Qosidah Rebana Se-Jakarta Selatan, Ahad (12/12/2021). (Foto: istimewa)
Penyerahan piala para pemenang Festival Qosidah Rebana Se-Jakarta Selatan, Ahad (12/12/2021). (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online
NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jakarta Selatan bersama Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jagakarsa menggelar Festival Qosidah Rebana se-Jakarta Selatan. Acara berlangsung pada Ahad (12/12/2021) di Aula Masjid Yayasan Perguruan Cikini Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.


Pembukaan festival dihadiri oleh Kabag Kesra Pemkot Jaksel Chabib, Ketua MWCNU Jagakarsa H Nasrudin, dan para pengurus MWCNU Jagakarasa dan Ranting se-Jagakarsa, dan lembaga-lembaga lain serta tokoh masyarakat.


Ketua NU Care-LAZISNU Jakarta Selatan, Ahmad Balya dalam rilis yang diterima NU Online, Selasa (14/12/2021) mengatakan, siap mendukung penyelenggaraan kegiatanserupa setiap tahunnya. Kata Balya, bagi NU Care-LAZISNU Jaksel kegiatan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ajang sosialisasi kelembagaan dan segala program NU Care-LAZISNU.


Rais Syuriyah MWCNU Jagakarsa, H Solihin Harasy, pada pembukaan festival mengungkapkan bahwa kegiatan diadakan sebagai bentuk peduli MWCNU Jagakarsa dan lembaga-lembaga NU atas kelestarian budaya dan tradisi keislaman di Indonesia. Kegiatan juga bertujuan untuk terjalinnya silaturahim antarmajelis taklim ibu-ibu se-Jakarta Selatan.


Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta, KH Muhyidin Ishaq, pada acara penutupan festival menyampaikan bahwa NU sangat menjunjung tinggi dan menghargai kearifan lokal yang ada di seluruh masyarakat Indonesia.


“Budaya dan adat istiadat di seluruh wilayah Indonesia sangat beragam. Di masa lalu, Islam masuk ke Indonesia tidak serta-merta mengganti budaya yang sudah lama hidup di masyarakat,” kata Kiai Muhyidin.


“Budaya lokal tetap dibiarkan hidup di tengah masyarakat dan dilestarikan sebagai kekayaan budaya masyarakat Indnesia,” sambungnya.


Sementara itu, Ahmad Faisal selaku panitia festival menyampaikan, jumlah peserta festival ada 15 grup. Juara I memperebutkan piala dari Rais Syuriyah MWCNU Jagakarsa, Juara II dari NU Care-LAZISNU Jakarta Selatan, dan Juara III piala Lesbumi Jaksel. Adapun Juara Harapan 1 sampai 3 memperebutkan piala dari Muslimat NU, Fatayat NU Jagakarsa, serta IPPNU-IPNU Jagakarsa.


“Walaupun festival ini diadakan oleh MWCNU akan tetapi skala kegiatan meliputi se-wilayah Jakarta Selatan dan insyaallah akan diadakan secara rutin setiap tahunnya,” kata Ahmad Faisal.


Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×