Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Kader Ansor Berkhidmah dengan Ikhlas, Pintu Rezeki akan Terbuka

Kader Ansor Berkhidmah dengan Ikhlas, Pintu Rezeki akan Terbuka
Kader Ansor Berkhidmah dengan Ikhlas, Pintu Rezeki akan Terbuka. (Foto: NU Online/Helmi)
Kader Ansor Berkhidmah dengan Ikhlas, Pintu Rezeki akan Terbuka. (Foto: NU Online/Helmi)

Banda Aceh, NU Online 
Sekertaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh Tgk Asnawi M Amin menyampaikan, berkidmah di Ansor bukan ladang untuk 'berdagang' dan mencari harta, akan tetapi sebagai wasilah untuk beribadah kepada Allah swt. Oleh karenanya, kader Ansor harus ikhlas dalam menjalankan mandat atau tugas organisasi.


Menurutnya, kader Ansor tak perlu khawatir akan rezeki. Karena khidmah yang murni karena ingin ibadah dan disertai keikhlasan menjadi salah satu pintu rezeki untuk kader Ansor. Hal ini tak lain karena berkah muassis Ansor dan Nahdlatul Ulama (NU).


"Ansor merupakan generasi muda penerus cita-cita Nahdatul Ulama dan bangsa, kader Ansor yang berkhidmah di organisasi NU ini, hendaknya agar mengencangkan ikat pinggang agar hati dan pikirannya murni ikhlas karena ridha Allah swt," katanya kepada NU Online, Kamis, (28/4/2022).


Mantan ketua Ansor Aceh itu mengharapkan agar para generasi muda NU tersebut, selain mampu meneruskan amaliah para sesepuhnya, juga mampu membentengi diri dari sifat pragmatis.


"Pragmatisme merupakan tantangan yang sedang marak dalam kehidupan berorganisasi. Di mana sarana organisasi sering dijadikan alat transaksi untuk mendapatkan uang. Oleh sebab itu kami harap para generasi muda NU ini tidak terjebak hal-hal yang pragmatis," tegasnya.


Menurut pria akrab disapa Gus Nawi itu, pengabdian kader Ansor tidak memiliki batasan usia dan waktu. Seberapa pun tua usianya, jika masih memiliki kekuatan, kader Ansor tidak boleh ada kata berhenti maupun pensiun.


"Salah satu kunci berkhidmah tanpa batas itu adalah mengabdi atas dasar keikhlasan karena Allah swt. Termasuk mendekatkan diri kepada ulama, sebab ulama merupakan sosok yang selalu dekat kepada Allah swt," ulasnya.


Gus Nawi berharap kepada para kader Ansor, sepanjang masih aktif di Ansor, niat dan ikhtiar menjadi santrinya Kiai M Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama tidak pernah pudar. Karena hal itu adalah perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.


Gus Nawi juga mengajak seluruh kader Ansor untuk terus berproses tanpa batas di dalam organisasi. Sebab organisasi merupakan wadah belajar untuk mengembangkan potensi, terutama dalam merumuskan program kerja dan menata organisasi. Apalagi banyak pemimpin yang lahir melalui proses di organisasi.


"Meskipun kita semua adalah pemimpin, jika tidak pernah berproses maka kita tidak akan pernah sukses memimpin,"ungkapnya.


Alumni Dayah MUDI Samalanga itu berharap kepada kader Ansor, bahwa di Ansor tidak ada mandat lain selain berkhidmah, mengabdi kepada ulama NU dan menjaga keutuhan NKRI.


"Kami sangat berharap kader Ansor selalu berkomitmen tanpa henti dan tanpa batas dalam melaksanakan mandat atau misi yang diemban dan jangan pernah menyerah dalam keadaan dan situasi apapun," pintanya.


Kontributor: Helmi
Editor: Syamsul Arifin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×