Daerah

Lakpesdam Kabupaten Pasuruan Gelar Pelatihan Menulis Kiprah Ulama

Ahad, 4 Agustus 2019 | 07:00 WIB

Lakpesdam Kabupaten Pasuruan Gelar Pelatihan Menulis Kiprah Ulama

Workshop Penulisan Sejarah: Ulama dan Pesantren Pasuruan dalam Perjuangan Bangsa oleh PC Lakpesdam NU.

Pasuruan, NU Online
Kiprah ulama demikian sentral. Tidak semata dalam dunia pendidikan, politik, ekonomi hingga peran lain sehingga demikian diperhitungkan warga sekitar. Menuliskan kiprah mereka sangat mendesak dilakukan agar anak muda mendapat teladan yang tepat. 
 
Karenanya Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menggelar workshop Penulisan Sejarah dengan tema Ulama dan Pesantren Pasuruan dalam Perjuangan Bangsa. Kegiatan dipusatkan di ruang rapat gedung Graha PCNU Kabupaten Pasuruan, Sabtu (3/8).
 
KH Imron Mutamakkin menjelaskan bahwa selain meneguhkan peran ulama NU dalam perjuangan kemerdekan, juga memberikan contoh bagi generasi selanjutnya.
 
"Tujuan kita menampilkan biografi mereka, itu nutsabbitu bihi fuadak yakni untuk memberikan ketenangan, bahwa kita ini terlibat. Agar supaya ditiru oleh generasi berikutnya. Bagaimana kita juga terlibat dalam mengawal bangsa ini, kemudian mengisi bangsa ini. Sehingga ini perlu kita tampilkan," kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pasuruan ini.
 
Dalam pandangan Gus Ipong, sapaan akrabnya, menulis kiprah para kiai dan ulama memberi kemantaban kepada generasi berikut. 
 
“Kita bergerak di segala bidang , bahwa negara ini banyak ditopang oleh tokoh-tokoh kita sendiri, sehingga harapannya, juga harus meniru dan mencontoh mereka," kata salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Besuk Kejayan Pasuruan tersebut.
 
Senada dengan itu Ahmad Marzuqi selaku fasilitator dalam kegiatan tersebut menyatakan pentingnya meneguhkan kontribusi ulama dan pesantren dalam perjuangan bangsa dari berbagai bidang yang lain seperti pendidikan, politik, ekonomi, dan sejenisnya.
 
"Jadi memang betul, sesuai arahan Gus Ipong tadi, memotret sejarah tidak hanya dari sisi peran keagamaan. Karena sumbangsih para kiai para masyayikh selama ini sesungguhnya lebih dari sekadar itu,” ujarnya.
 
Banyak lagi peran yang layak dikemukakan kepada khalayak perihal khidmah ulama dan kiai dalam bidang pendidikan, politik, ekonomi, dan sebagainya. “Sehingga hasilnya pun bisa maksimal," ujar guru Madrasah Diniyah Darut Taqwa tersebut.
 
Sedangkan peserta dalam kegiatan tersebut adalah perwakilan dari Majelis Wakil Caqbang Nahdlatul Ulama di PCNU Kabupaten Pasuruan dan Bangil. Juga ada perwakilan pondok pesantren, pegiat media NU, mahasiswa, dan penulis sejarah. (Makhfud/Ibnu Nawawi)