Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

MWCNU Karang Penang, Sampang Programkan Bantu Warga Tak Mampu

MWCNU Karang Penang, Sampang Programkan Bantu Warga Tak Mampu
MWCNU bersama GP Ansor Karang Penang saat menyantuni warga tidak mampu. (Foto: NU Online/Sulaiman)
MWCNU bersama GP Ansor Karang Penang saat menyantuni warga tidak mampu. (Foto: NU Online/Sulaiman)

Sampang, NU Online

Banyak masalah yang belum terselesaikan di negeri ini. Salah satunya, adalah angka kemiskinan yang masih tinggi. Masalah ini harus menjadi tanggung jawab bersama. Jika hanya dibebankan kepada pemerintah sampai kapanpun tidak akan menemui titik ujung.

 

Demikian dikatakan Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, KH Fathul Jawad saat dihubungi NU Online, Jumat (7/2) malam

 

Menurut Kiai Fathul, segenap elemen masyarakat juga mempunyai tanggungjawab untuk mengentas kemiskinan, termasuk NU. MWCNU Kecamatan Karang Penang, katanya, mempunyai program khusus untuk membantu meringankan beban warga yang tidak mampu.

 

"Kami sudah mencanangkan program NU membantu kaum yang tidak mampu. Sebagai upaya berpartisipasi dalam mengurangi angka kemiskinan. Jangan biarkan kemiskinan menjadi penyakit akut di negeri kita tercinta ini," jelasnya.

 

Ia menambahkan, wajib hukumnya membantu warga tidak mampu, sebagai bentuk menjaga hubungan antar manusia, hablum minallah wa hablun minannas.

 

"Kepedulian kita sebagai ormas terbesar yang selalu hadir dalam permasalahan bangsa harus ditampakkan. Termasuk soal kemiskinan ini, kita sebagai makhluk sosial, membantu mereka yang tidak mampu sudah menjadi kewajiban kita," terang Kiai Fathul.

 

Terbaru, MWCNU Karang Penang bekerjasama dengan PAC GP Ansor memberikan santunan kepada salah satu kaum dhuafa di Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Kamis (6/2) lalu.

 

"Pak Syarif namanya. Dia hidup sebatangkara, tinggal di gubuk tua terbuat dari bahan bambu yang menjadi satu atap dengan kandang sapi," jelasnya.

 

Keberadaan Syarif sungguh sangat memprihatinkan, dan sangat pantas mendapatkan bantuan. Kiai Fathul mengaku akan melakukan upaya untuk membantu Syarif memiliki rumah yang laik huni.

 

"Melalui lembaga-lembaga yang ada di NU Sampang, semoga bisa memediasi atau menyampaikan kondisi Syarif kepada pihak berwenang, Pemkab Sampang ataupun Dinas Sosial," lanjutnya.

 

Diketahui, tiga lembaga PCNU Kabupaten Sampang telah mendirikan pusat pelayanan advokasi dan pemberdayaan masyarakat yang diharapkan mampu menjembatani segala kebutuhan masyarakat yang selama belum teratasi.

 

“Mudah-mudahan ada keseriusan dari pemerintah kepada Pak Syarif untuk uluran tangan yang lebih besar seperti bedah rumah dan sandang pangan,” pungkas Kiai Fathul.

 

Kontributor: Sulaiman

Editor: Aryudi AR



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×