Daerah

Pengurus NU Harus Buat Program Inovatif Pro Warga

Ahad, 3 November 2019 | 15:30 WIB

Pengurus NU Harus Buat Program Inovatif Pro Warga

Ketua PCNU Kota Pekalongan, H Muhtarom (Foto: NU Online/Abdul Muiz)

Pekalongan, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, H Muhtarom meminta seluruh jajaran pengurus NU di semua tingkatan memahami apa yang seharusnya dilakukan. Pengurus NU di semua tingkatan harus membuat program yang inovatif pro warga.
 
"NU harus hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak saja pada waktu yasinan, tahlilan, maupun manakiban. Akan tetapi, hadir melakukan pendampingan setiap warga dan masyarakat membutuhkan," tandasnya.
 
Hal ini disampaikan Ketua PCNU saat memberikan pengarahan pada pembukaan Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pekalongan Barat, Kota Pekalongan di MTs Nurul Qomar, Jalan Jawa, Jumat (1/11).
 
Dikatakannya, NU perlu menjalin sinergitas kepada beberapa elemen lain, semata-mata untuk kemaslahatan warga NU dan masyarakat umum di Kota Pekalongan, termasuk bersinergi dengan Pemerintah Kota.
 
“Banyak hal yang bisa dilakukan NU melalui lembaga dan badan otonomnya. Misalnya, melalui lembaga ekonomi melakukan pendampingan warga yang butuh tambahan modal. Kemudian LAZISNU menggali dana untuk bantuan modal usaha, dan lain-lain,” jelasnya.
 
Melalui konferensi lanjutnya, pengurus harus memetakan segala permasalahan yang dihadapi masyarakat, hingga ada solusi kon kret. Bukan membuat program yang sudah dilaksanakan warga seperti rutinan yasinan, tahlilan, dan manakiban.  
 
"Konferensi harus bisa memetakan permasalahan, kemudian dirumuskan dalam rencana program, dan baru dicari siapa yang cocok menjalankan program-programnya, bukan membuat program yang sudah dijalankan warga NU," sergah Muhtarom.
 
"Inilah acuan untuk mmemilih Rais dan Ketua MWCNU untuk lima tahun ke depan dengan memetakan problematika dan tantangan untuk membuat program sesuai kebutuhan. Jangan dibalik, mencari figur baru merumuskan program," sambungnya.
 
Kepada NU Online, Sabtu (2/11) H Muhtarom menjelaskan, MWCNU Pekalongan Barat harus menjadi percontohan bagi MWCNU Lainnya di Kota Pekalongan dalam proses regenerasi maupun menjalankan program-programnya.
 
"Dalam menjalankan roda orgaisasasi, MWC Pekalongan Barat harus bisa menjadi contoh bagi MWC lainnya dalam berbagai hal," tegasnya.
 
Dalam sidang pleno pemilihan yang dipimpin Ketua PCNU Kota Pekalongan, peserta konferensi sepakat menunjuk Ustadz Abdul Shomad kembali terpilih dan ditetapkan menjadi Rais MWCNU dan Ustadz  Taibin sebagai Ketua MWCNU Pekalongan Barat periode 2019-2024.  
 
Pewarta: Abdul Muis
Editor: Musthofa Asrori