Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Penyerahan Bibit Buah Tin dan Zaitun Tandai Upacara Hari Santri di Pringsewu

Penyerahan Bibit Buah Tin dan Zaitun Tandai Upacara Hari Santri di Pringsewu
Penyerahan bibit buah Tin dan Zaitun. (Foto: Istimewa)
Penyerahan bibit buah Tin dan Zaitun. (Foto: Istimewa)

Pringsewu, NU Online
Penyerahan bibit pohon buah Tin dan Zaitun menandai pelaksanaan Upacara Hari Santri 2021 tingkat Kabupaten Pringsewu di Lapangan Kantor Pemkab setempat, Jumat (22/10). Bibit tersebut diserahkan Bupati Pringsewu H Sujadi kepada perwakilan pesantren yang diterima oleh Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (Asosiasi Pesantren NU) KH Abdul Hamid dan Sekretaris Gus Hizbullah Huda.


Bibit pohon buah Tin dan Zaitun ini diharapkan mampu dibudidayakan di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis melalui pesantren yang ada. Pengembangan tersebut di antaranya bisa memanfaatkan buah yang dihasilkan untuk peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat dan juga destinasi wisata.


“Dulu saat saya ngaji Tafsir tentang buah Tin dan Zaitun itu masih di awang-awang. Sekarang sudah ada di Pringsewu dan sudah dikembangkan. Saya minta pesantren-pesantren untuk dapat mengembangkan Tin dan Zaitun,” katanya tentang buah yang memang disebutkan dalam Al-Qur’an Surat At-Tin ini.


Upaya ini, lanjut dia, merupakan ikhtiar untuk mendapatkan keberkahan dari Allah swt dan wujud nyata mengembangkan tema-tema Al-Qur’an yang langsung menyentuh masyarakat. Terkhusus untuk para santri yang tentunya terus mengkaji isi kandungan Al-Qur’an dan mempunyai potensi untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Dua buah ini menjadi spesial karena disebutkan dalam Al-Qur’an dan menjadi dua dari empat benda serta tempat yang dijadikan Allah sebagai landasan janji Allah.


Tin merupakan pohon yang diambil daunnya untuk menutupi aurat Nabi Adam dan Hawa ketika mereka terlepas bajunya lantaran melanggar larangan Allah, yaitu memakan buah Khuldi. Sementara Zaitun adalah pohon yang pertama kali tumbuh setelah banjir menenggelamkan bumi pada zaman Nabi Nuh.


Pada kesempatan tersebut, Mustasyar PCNU Pringsewu ini juga menyampaikan apresiasi kepada PCNU Pringsewu yang telah mengemas berbagai kegiatan termasuk aksi-aksi sosial dalam menyongsong Hari Santri 2021. Berbagai kegiatan berbasis santri juga digelar sebagai komitmen mendidik para santri untuk dapat ikut berkiprah di masyarakat.


Di antaranya adalah kegiatan Sedekah Bumi dalam bentuk penanaman 20 ribu pohon buah dan penghijauan yang dilaksanakan di Bendungan Way Sekampung. Dari penanaman pohon ini nantinya akan terwujud sebuah kawasan yang dinamakan Hutan Santri di area bendungan yang baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi pada September 2021.


Dalam Upacara Hari Santri 2021 ini, pembatasan peserta masih diberlakukan mengingat kondisi pandemi yang belum berakhir. Lebih kurang 100 peserta yang berasal dari unsur santri pesantren, pengurus NU, badan otonom, dan lembaga serta para pejabat di lingkungan Pemda Pringsewu ikut dalam upacara tersebut.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×