Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Rais Syuriyah PBNU Minta Warga NU Perkotaan Buang Sedikit Tawadhu'

Rais Syuriyah PBNU Minta Warga NU Perkotaan Buang Sedikit Tawadhu'
Rais Syuriyah PBNU KH Cholil Nafis meminta warga NU perkotaan agar membuang sedikit tawadhu tanpa sombong. (Foto: istimewa)
Rais Syuriyah PBNU KH Cholil Nafis meminta warga NU perkotaan agar membuang sedikit tawadhu tanpa sombong. (Foto: istimewa)

Depok, NU Online 

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Cholil Nafis memberi pesan agar membuang sedikit rasa tawadhu' agar Islam dipegang oleh ahlinya, bukan oleh orang-orang yang kurang fasih beragama. Hal itu disampaikan saat mengisi tausiyah sekaligus membuka acara pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Depok Masa Khidmah 2021-2026 yang digelar di Pesantren Cendekia Amanah Kota Depok, Jawa Barat, Ahad (24/7/2022).


"(Masyarakat) di Depok ini agak sedikit berbeda dengan masyarakat di daerah lain. Di sini tawadhu'nya harus sedikit dibuang. Orang NU kan terkadang terlalu tawadhu'. Sama dengan masuk mushala di mall, orang NU seringnya tidak mau mengimani akhirnya yang mengimami mereka orang-orang yang tidak fasih bacaannya, tidak fasih agamanya,” katanya mengingatkan para pengurus dan warga NU yang turut hadir.


“Ambil giliran kesempatan itu, langsung maju. Kita harus begitu dalam tiap kesempatan. Di mana ada peluang, ambil tanpa menyakiti mereka. Agar bisa bersaing dengan orang-orang sebelah yang kurang kefasihannya (dalam agama),” imbuhnya.


Hal tersebut bukan tanpa sebab. Menurutnya, jika kita membiarkan dan kalah dengan orang-orang yang kurang fasih dalam beragama, maka Islam Ahlussunnah wal Jama'ah ini akan terlepas dari keseharian masyarakat Depok.


"Tawadhu'nya harus sedikit dibuang, tanpa ada rasa sombong tapi untuk menyebarkan kebaikan", lanjutnya.


Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan harapannya agar Fatayat NU Depok dapat menegakkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Terlebih Fatayat NU Depok diisi oleh ibu-ibu enerjik berpendidikan tinggi.


“Bagaikan oksigen, dakwah kita di mana yang baik maka ambil. Perkembangan-perkembangan yang perlu dikerjasamakan seperti dengan perguruan tinggi, penmerintahan, partai politik itu juga dikerjasamakan. Yang mana sesuai dengan haluan ahlussunnah walj amaah. Jadi barometernya itu Ahlussunnah wal jamaah", ungkap Ketua Bidang Dakwah MUI ini.


Selain itu, ia juga berharap Fatayat NU Depok dapat menjadi percontohan Fatayat di seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia. Hal ini tidak lain karena ia melihat sumber daya manusianya yang cukup dan baik. “Tinggal dirumuskan bagaimana sosialisasi Ahlussunnah wal Jamah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," katanya.


Lebih lanjut, Kiai Cholil Nafis menegaskan agar Fatayat NU Depok juga dapat menjawab tuntutan masyarakat urban yang banyak terdapat di kota yang berdiri pada 20 April 1999 itu. Karenanya, selain majelis taklim, ia menekankan agar harus ada aktivitas lain yang berbasis kreativitas.


Dakwah kreatif

Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah ini juga menyinggung fenomena SCBD (Sudirman Citayam Bojong Depok) agar menjadi perhatian Fatayat NU Depok. "Kita perlu terobosan Fatayat yang anti-mainstream dan out of the box karena kalangan ibu-ibu muda biasanya punya kreativitas yang bisa mensupport mereka. Pengajiannya bisa dibikin pola-pola pengajian mereka. Jangan hanya berbasis dakwah tapi juga berbasis kreativitas. Harus melakukan ekspansi juga, itulah yang dinamakan al-akhdzu bil jadidil ashlah ", tuturnya.


Kiai Cholil Nafis juga memberi arahan agar Fatayat mampu mengemas dakwah jadi lebih menarik, dan terampil mengambil isu. Dalam hal ini, ia menjelaskan ragam masyarakat di Kota Depok yang secara garis besar terbagi menjadi tiga jenis.


"Ada yang memang asli NU, ada yang semi NU, dan ada juga yang non-NU. Pertama, yang NU jangan sampai lepas Ke-NU-annya. Kedua, yang semi NU perlu dikuatkan ke-NU-annya seperti keturunan-keturunan warga NU yang tidak mengenal NU. Ketiga, kita perlu mengenalkan NU pada yang belum kenal NU, harus kita NU-kan", papar Rais Syuriyah PBNU ini.


Acara ini didahului dengan khatmil qur'an oleh Ikatan Hafidzah Fatayat Kota Depok. Hadir dalam acara ini Pimpinan Pusat Fatayat NU Izzah Annafisah, Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Barat Hirni Kifa Hazefa, Rais Syuriyah NU Kota Depok KH Shihabuddin Ahmad, Jajaran Muspida Kota Depok, Kepala Kankemenag Kota Depok H. Asnawi, Ketua MUI Kota Depok KH Dimyati, perwakilan BAZNAS Kota Depok, perwakilan badan otonom NU Kota Depok, sejumlah perwakilan ormas di lingkungan Kota Depok.


Kontributor: Putri Hidayani 
Editor: Syakir NF
 



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×