Daerah NU PEDULI CIANJUR

Selesai Dibangun, Kamar Mbah Ma'shoem Lasem di Cianjur Mulai Difungsikan untuk Pengajian

Rab, 2 Agustus 2023 | 09:00 WIB

Selesai Dibangun, Kamar Mbah Ma'shoem Lasem di Cianjur Mulai Difungsikan untuk Pengajian

Kamar Mbah Ma'shoem di Pesantren Pesantren Hibbatus Sa'diyah Cianjur, Jawa Barat selesai dibangun difungsikan untuk kegiatan pengajian. (Foto: LAZISNU Lasem)

Cianjur, NU Online
Pembina NU Care-LAZISNU Lasem, Abdullah Hamid suatu ketika pernah mengusulkan agar dibangun Kamar Mbah Ma'shoem di Pondok Pesantren Hibbatus Sa'diyah milik Gus Chepy Cianjur, Jawa Barat. Pada waktu gempa bumi Cianjur November 2023 lalu, pondok pesantren tersebut turut terdampak gempa dengan banyak bagian bangunannya runtuh. 


Kemudian Abdullah Hamid meminta restu Gus Zaim (cucu Mbah Ma'shoem) atas usulan itu. Gus Zaim pun mengataka setuju. "Selain itu, Gus Chepy juga menyambut positif dan bangga atas usulan tersebut," terang Abdullah hamid, Selasa (1/8/2023).


Abdullah Hamid menceritakan soal asal muasal program pembangunan Kamar Mbah Ma'shoem. Kala itu terjadi gempa bumi di Cianjur pada tahun 2022. NU Lasem Peduli terpanggil membantu. Sambutan baik dari warga NU Lasem yang bersedia memberikan donasinya, yang meliputi Kecamatan Lasem, Pancur, Sluke, Kragan dan Sarang. Selain itu bantuan juga datang dari unsur-unsur Fatayat NU, Muslimat NU, MI, TPQ, sekolah-sekolah, STAI, madin, Pesantren Kauman, dan lain sebagainya.


"Donasi yang terkumpul disalurkan untuk warga terdampak gempa Cianjur, musibah lokal dan kebencanaan lainnya. Rinciannya, untuk penanganan gempa Cianjur sebesar Rp50.000.000, dengan catatan Rp20.000.000 melalui NU Care-LAZISNU Cianjur, NU Care-LAZISNU Jateng dan NU Care-LAZISNU Pusat, serta Rp30.000.000 disalurkan ke Pondok Pesantren Hibbatus Sa'diyah, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat," ujarnya.


Bantuan ke Pesantren Hibbatus Sa'diyah diterima secara langsung oleh pengasuhnya yakni KH Moch Chepy Hibbatullah termasuk agar dibangun Kamar Mbah Ma'shoem Lasem.


Pemerhati sejarah Lasem ini bersyukur pada tahun 2023 Kamar Mbah Ma'shoem sudah terbangun dan difungsikan untuk kegiatan pengajian. "Kamar Mbah Ma'shoem ini berupa aula pengajian plus ada kamarnya," tambahnya.


Hamid menjelaskan, luas Kamar Mbah Ma'shoem ini 8 x 10 meter. Bahan yang digunakan berupa batu bata, kayu, dan lain-lain untuk bangunan dan granit untuk nama kamar dari donasi PCNU Lasem.


"Tahapan dan waktu pembuatannya yaitu pada 7 Januari 2023 pembuatan desain; 9 Januari 2023 relokasi lahan yang  relatif aman dari gempa, lalu 9 April 2023 dimulai pembangunan peletakan batu pertama. Pada 29 Mei 2023 tahap penyelesaian hingga 90 persen dan pada 31 Juli 2023 kurang lebih sudah 100 persen alias sudah selesai," bebernya.​​​​


Hamid berharap NU Care LAZISNU Lasem dapat istiqamah peduli dan melayani umat. "Sesuai fungsi NU Care- LAZISNU yang berkhidmat untuk umat dengan menghimpun dana dan menyalurkan untuk masyarakat.


Ia menambahkan bahwa Pondok Pesantren Al-Hidayat Lasem yang didirikan tahun 1916 oleh Mbah Ma'shoem Ahmad. Selain itu, Mbah Ma'shoem adalah juga seorang Pendiri NU (Nahdlatul Ulama) yang cukup terkenal di Nusantara.


"Pada waktu diasuh putrinya yaitu Nyai Azizah Ma'shoem dan cucunya yaitu KH M Zaim Ma'shoem, Gus Chepy dari Cianjur mondok di sana. Setelah boyong ia menggantikan ayahnya sebagai pengasuh Pondok Pesantren Hibbatus Sa'diyah. Jadi salah satu faktor pembangunan pondok Gus Chepy selain rusak karena gempa juga karena ia merupakan santri Al-Hidayat Lasem serta Mbah Ma'shoem merupakan tokoh nasional," ujarnya.