Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Waled NU: Jangan Sampai Defisit Amal Pasca-Ramadhan

Waled NU: Jangan Sampai Defisit Amal Pasca-Ramadhan
Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Aceh Tgk H Nuruzzahri . (Foto:NU Online)
Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Aceh Tgk H Nuruzzahri . (Foto:NU Online)

Bireuen, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Aceh Tgk H Nuruzzahri atau akrab disapa Waled NU mengingatkan umat Islam untuk terus mempertahankan konsistensi dan keistiqamahan ibadah pasca-Ramadhan.


"Beragam ibadah yang merupakan deposito akhirat telah dilakukan sepanjang Ramadhan terkadang sirna begitu saja dan tidak istiqamah pasca-Ramadhan. Padahal tujuan akhir dari ibadah Ramadhan membentuk insan muttaqien namun predikat itu tidak semua orang dapat meraihnya," ungkapnya di Masjid Raya Samalanga, Jum'at, (6/5/2022).


"Bulan Ramadhan sebagai deposito akhirat hendaknya harus mampu dipertahankan pasca-Ramadhan dan menjaga dari transfer "defisit" dengan amalan yang dimurkai Allah SWT seperti iri, dengki dan sejenisnya," lanjutnya.


Pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga itu menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan yang luhur dan mulia yang dipenuhi dengan ampunan dan karunia. Umat Islam bertakbir, mengagungkan Allah SWT dan menyucikan-Nya dengan bertasbih, menyucikan dari segala sesuatu yang tidak layak pada-Nya. Takbir, tahlil dan tahmid silih berganti, berkumandang di angkasa raya diucapkan dengan lisan yang fasih dengan penuh keikhlasan dan kepasrahan.


"Keberadaan Istiqamah itu sangat penting dalam ibadah dan harus diimplementasikan di segala penjuru nilai ibadah termasuk beragam kebaikan yang telah ditempuh di bulan Ramadhan dan dapat dipertahankan serta diteruskan pasca Ramadhan. Salah satu bukti kita sukses melewati Ramadhan adalah dengan tetap istiqamah beribadah setelahnya," ulasnya.


Ulama kharismatik Aceh itu pun mengingatkan bahwa sesunguhnya di antara alamat diterimanya kebaikan adalah kebaikan selanjutnya. Amalan yang sedikit tetapi istiqamah jelasnya lebih baik dari pada banyak tetapi hanya sesaat.


Alumni Dayah MUDI Samalanga itu mengutip sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yakni: "Amal (ibadah) yang paling dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala adalah amal yang paling terus-menerus dikerjakan meskipun sedikit."


Selain itu ia juga menyampaikan sebuah syair yang berbunyi: "Walau kamu berpisah sementara waktu, jasamu tetap membekas pada diriku. Yang jadi pertanyaanku kamu pasti akan datang lagi, tapi apakah aku sempat menemanimu lagi?"


Kontributor: Helmi
Editor: Muhammad Faizin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler Daerah

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×