Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Kesaksian Warga Pakistan Hadapi Banjir Bandang: Sangat Parah, Separuh Negara Terendam

Kesaksian Warga Pakistan Hadapi Banjir Bandang: Sangat Parah, Separuh Negara Terendam
Dua bocah Pakistan duduk di rakit menerjang banjir di negara itu. (Foto: Dok. VOA Indonesia)
Dua bocah Pakistan duduk di rakit menerjang banjir di negara itu. (Foto: Dok. VOA Indonesia)

Jakarta, NU Online
Bencana banjir yang melanda Pakistan sejak Juni terus memakan korban jiwa. Hingga saat ini, banjir maut itu telah menewaskan 1.200 korban jiwa dan sekitar 33 juta warga terdampak.


Citra satelit menunjukkan banjir akibat sungai Indus yang meluap telah mengubah Provinsi Sindh, Pakistan menjadi danau seluas 100 kilometer persegi.


Otoritas setempat telah memperingatkan orang-orang di distrik Dadu di Provinsi Sindh Selatan untuk pindah ke tempat yang lebih aman menjelang kedatangan air banjir dari Sungai Indus yang meluap, yang diperkirakan akan melanda wilayah tersebut minggu ini.


Seorang warga Pakistan Syeda Baryya Shah, menyebut banjir yang terjadi di sana kian mengganas. “Situasi banjir sangat buruk di sini. Separuh negara terendam banjir,” kata Baryya kepada NU Online, Jumat (2/9/2022).


Ia menyebut, banjir yang disebabkan oleh hujan lebat dan tingginya curah hujan di negara tersebut, menyebabkan kerusakan parah. Sejumlah infrastruktur publik rusak sehingga melumpuhkan aktivitas warga.


“Dan benar, aktivitas di negara ini hampir lumpuh,” papar perempuan asal Chitral, Khyber-Pakhtunkhwa, Pakistan itu.


Lebih dari itu, kata dia, bencana banjir yang melanda kota-kota di bagian selatan Pakistan itu menelan lebih dari 1000 orang dinyatakan meninggal akibat kejadian tersebut.


“Desa-desa terdekat juga dilanda banjir meskipun situasi di sana tidak seserius di kota dan bagian selatan Pakistan. Lebih dari 1000 orang telah meninggal,” ujarnya.


Bantuan internasional
Melansir The Guardian, penerbangan kesembilan dari Uni Emirat Arab (UEA) dan yang pertama dari Uzbekistan adalah yang terakhir mendarat di Islamabad pada Kamis malam, sementara operasi penyelamatan yang didukung militer berusaha menjangkau lebih dari 3 juta orang yang terdampak bencana.


Kementerian Luar Negeri Pakistan menyampaikan, dua pesawat lagi yang membawa bantuan dari Uni Emirat Arab dan Qatar dijadwalkan tiba Jumat malam. Sementara itu, barang-barang bantuan untuk korban banjir Pakistan dari pemerintah Turki sedang dalam perjalanan menggunakan kereta menuju negara itu.


Sejauh ini, Pakistan telah menerima bantuan dari China, Arab Saudi, Qatar, Turki, Uzbekistan, dan UEA. Amerika Serikat (AS) juga mengumumkan akan memberikan bantuan sebesar 30 juta dolar AS untuk korban banjir di sana.


Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler Internasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×