Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Kisah Dewi Yukha, Peserta Terbaik di Ajang MTQ Rusia yang Kesulitan Menemukan Nasi

Kisah Dewi Yukha, Peserta Terbaik di Ajang MTQ Rusia yang Kesulitan Menemukan Nasi
Dewi Yukha Nida (kiria) ikut serta pada MHQ di Kazan, Tatarstan, Rusia. (Foto: istimewa)
Dewi Yukha Nida (kiria) ikut serta pada MHQ di Kazan, Tatarstan, Rusia. (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online

Musabaqah Hifzhil Qur'an (MHQ) merupakan hal yang tidak asing bagi Dewi Yukha Nida. Ia berulang kali mengikuti kompetisi itu mulai dari tingkat daerah hingga di tingkat nasional, bahkan internasional.


Namun, keikutsertaannya pada MHQ di Kazan, Tatarstan, Rusia pada ajang The Holy Quran Recitation Competition Kazan OIC Youth Capital 2022 menyisakan tantangan yang berkesan baginya.


Dewi Berangkat dari tanah air pada Ahad, 15 Mei 2022 dan tiba di Kazan, Tatarstan, Rusia pada 16 Mei 2022. Baru tiba dari perjalanan 24 jam, termasuk transit, esoknya langsung pembukaan. Bahkan, setelah itu, pada Rabu, 18 Mei 2022, ia juga langsung tampil.


Karenanya, kondisi tubuh harus betul-betul prima dan dijaga terus agar bisa tampil dengan maksimal. "Tantangan di internasional adalah kondisi fisik harus kuat. Saya itu total perjalanan 24 jam sama transit. Habis itu langsung seremoni langsung tampil itu harus kuat," ujarnya.


Tidak hanya itu, wilayah Kazan yang sudah memasuki musim semi masih menyisakan hawa dingin. "Di sini musim semi tapi dia masih 6-12 derajat jadi bagi orang Indonesia itu masih dingin dan berangin. Dingin banget," katanya.


"Jadi harus kuat," lanjut perempuan dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Trenggalek, Jawa Timur itu.


Bahkan, entah efek dari kelelahan atau dinginnya cuaca yang dirasakan, suara Dewi pun habis. "Kadang suaranya saja sampai habis," ujarnya.


Di samping itu, hal yang menjadi tantangan lainnya adalah soal makan. Dewi tak menemukan nasi sebagai asupan pokok yang biasanya dikonsumsi.


"Hati-hati makannya. Terus saya juga harus bisa adaptasi dengan makanan di sini. Misalnya tidak ada nasi sudah harus kuat. Saya cari nasi juga sulit soalnya bukan makanan orang sini," katanya.


Lepas dari itu semua, ia menegaskan bahwa dalam mengikuti lomba, murajaah atau mengulang-ulang bacaan Al-Qur'an harus diperkuat. Dengan begitu, niscaya kelancaran dan kemudahan dalam ikut serta mensyiarkan Al-Qur'an melalui lomba.


"Insyaallah diberikan kelancaran dan kemudahan. Murajaahnya harus banyak. ikut dan tidak ikut wajib ngaji. Kalau mau lomba ditambah lagi latihannya," pungkasnya.


Dewi Yukha Nida berhasil meraih juara I Musabaqah Hifzil Qur'an (MHQ) 30 Juz di Kazan, Tatarstan, Rusia pada ajang The Holy Quran Recitation Competition Kazan OIC Youth Capital 2022. Kepastian itu didapat setelah hasil kompetisi itu diumumkan pada 19 Mei 2022.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler Internasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×