Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Mengintip Ramadhan di Rusia, Puasa 17 Jam dan Tarawih 20 Rakaat

Mengintip Ramadhan di Rusia, Puasa 17 Jam dan Tarawih 20 Rakaat
Ilustrasi masjid di Rusia. (Fото: Dok. www.vladtime.ru)
Ilustrasi masjid di Rusia. (Fото: Dok. www.vladtime.ru)

Jakarta, NU Online
Masyarakat Muslim di Rusia menjalani puasa Ramadhan dengan durasi lebih lama dari Indonesia. Pada Ramadhan tahun ini, umat Islam di Rusia menjalankan ibadah puasa selama 16-17 jam. Sahur dilaksanakan kira-kira pukul 02.00 karena Subuh di sana pukul 03.00. Sedangkan buka puasa (Maghrib) mulai pukul 19.30.


“Namun ini akan semakin mundur, Subuh-nya akan naik sekitar pukul 02.30 dan untuk bukanya juga demikian. Jadi sekitar 16 sampai 17 jam,” ungkap Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Federasi Rusia dan Eropa Utara (Freu) Amy Maulana kepada NU Online, Sabtu (16/4/2022).


Saat buka puasa, mahasiswa Indonesia di Rusia memiliki dua pilihan. Apabila tidak ada jadwal kuliah, mereka akan pergi ke masjid-masjid terdekat yang menyiapkan takjil dan makanan untuk berbuka puasa.


“Jadi berkahnya teman-teman mahasiswa di Rusia yang dekat dengan masjid bisa setiap buka puasa langsung ke masjid, disediakan buka puasa bersama. Kalau teman-teman yang kebetulan ada kuliah, mau tidak mau, kita buka apa adanya, ketika di jalan atau di kampus,” jelas Amy.


Menu buka puasa
Secara pribadi, Amy berkata jujur tentang kerinduannya pada makanan-makanan khas buka puasa di Indonesia seperti kolak. Di Negeri Beruang Merah itu, Amy bersama teman-temannya berupaya mengobati kerinduan itu dengan membuat makanan khas Indonesia.


“Kalau (membuat) kolak bisa. Tapi, tidak mirip di Indonesia karena tidak ada gula aren. Untuk mengobati rasa rindu terhadap masakan Tanah Air, biasanya kami kumpul sesama mahasiswa Indonesia dan mencoba bikin makanan Indonesia untuk buka puasa,” ungkap Amy.


Sementara bagi mereka yang berbuka puasa di masjid, akan mendapatkan menu-menu makanan khas dari Asia Tengah. Sebab, terdapat banyak Muslim yang berasal dari Asia Tengah di Rusia. Makanan khas berbuka puasa di masjid Rusia adalah Plov, yaitu sajian nasi dengan daging sapi atau domba, seperti nasi kebuli.


“Kalau tidak, biasanya ada Syurpa. Sejenis sup daging dengan kentang, wortel, seperti sup buntut. Itu dimakan dengan menggunakan roti,” tutur Amy. 


Waktu dan rakaat tarawih
Shalat tarawih berjamaah di masjid-masjid di Rusia biasanya dimulai pukul 21.00 hingga 23.30. Karena bermazhab Hanafi, Muslim di Rusia menjalani tarawih sebanyak 20 rakaat ditambah shalat witir 3 rakaat.


Jika memungkinkan, Amy dan teman-temannya akan berangkat ke masjid untuk melaksanakan shalat tarawih berjamaah. Namun, jika mereka pulang kuliah pada malam hari terpaksa menjalankan shalat tarawih di kamar. 


Pengajian di masjid
Amy menjelaskan bahwa masjid-masjid di beberapa kota dengan mayoritas Muslim seperti Kazan, Dagestan, dan Chechnya selalu mengadakan pengajian meskipun bukan di bulan Ramadhan.


“Setiap hari mereka ada pengajian. Misalnya setiap habis shalat Zuhur, setelah shalat Maghrib, atau setelah shalat Isya. Biasanya ada pengajian di masjid menjelang shalat. Pengajian itu tidak hanya sekadar di bulan Ramadhan, tetapi di luar Ramadhan pun ada pengajian di masjid-masjid,” pungkasnya.


Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler Internasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×