Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Pesantren Kilat Muslimat NU Malaysia Direspons Positif Orang Tua Santri

Pesantren Kilat Muslimat NU Malaysia Direspons Positif Orang Tua Santri
Peserta dan fasilitator Pesantre Kilat Muslimat NU Malaysia 2022. (Foto: dok Muslimat NU Malaysia)
Peserta dan fasilitator Pesantre Kilat Muslimat NU Malaysia 2022. (Foto: dok Muslimat NU Malaysia)

Kuala Lumpur, NU Online

Berbagai kreasi kegiatan diadakan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Malaysia. Salah satunya Pesantren Kilat dengan peserta para pelajar.


Program yang melibatkan empat fasilitator ini mendapat respons yang baik dari orang tua santri. Bahkan ada beberapa orang tua yang meminta agar kegiatan diperpanjang waktunya.


"Anak saya sampai tidak mau kembali ke rumah. Mau belajar di Pesantren Kilat ini saja. (Program ini) Best sangat," aku Yeti, ibu dari Alif, salah seorang wali murid asal Lamongan, Jawa Timur.


Ketua PCINU Muslimat NU Malaysia, Mimin Mintarsih, Rabu (10/8/2022) mengatakan Pesantren Kilat tahun ini merupakan program ketujuh kali yang diadakan sejak berdirinya PCI Muslimat NU Malaysia.


Pesantren Kilat, lanjutnya, merupakan program tahunan yang dilaksanakan oleh Muslimat NU Malaysia. Salah satu tujuan utamanya adalah agar para pelajar yang sebagian besar merupakan anak-anak anggota Muslimat tidak menghabiskan waktu liburannya hanya dengan bermain. 


"Justru dengan pesantren kilat ini, mereka bisa bermain dan sekaligus juga belajar," tambah Miftah, salah satu fasilitator Program yang diadakan pada Juli 2022 lalu.


Program yang diadakan di Homestay Kmp Puah Gombak ini berlangsung selama 5 hari 4 malam. Masing-masing peserta membayar iuran sebesar RM 147 (sekitar Rp 450.000) untuk biaya akomodasi termasuk makan dan minum. 


"Kali ini jumlah peserta cukup banyak. Ada 50 orang yang semuanya merupakan murid-murid di Sanggar Belajar Sungai Mulia (SBSM) Gombak," terang Mimin.


Karena umur peserta sekitar 9-12 tahun, materi pelajaran yang diajarkan tidak jauh dari apa yang didapatkan seorang anak tingkatan sekolah dasar (SD) di Indonesia. Di antaranya adalah fiqih, tauhid, akhlak, termasuk bahaya narkoba dan kecintaan terhadap negara Indonesia.


Salah satu hal yang menarik dan membuat anak-anak suka adalah materi pelajaran tersebut tidak hanya disampaikan di kelas. Namun, juga diterapkan dan disisipkan dalaman berbagai permainan dan kegiatan edukatif seperti bola keranjang, cerdas cermat.


"Intinya, kita menginginkan agar adanya pesantren kilat ini menjadikan murid-murid SBSM mempunyai akhlakul karimah. Sebab, pandai saja tidak cukup, mereka masih harus mempunyai akhlak yang mulia,” pungkas Mimin. 


Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler Internasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×