Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Kenapa Pengobatan TBC Dilakukan Selama 6 Bulan Berturut-turut?

Kenapa Pengobatan TBC Dilakukan Selama 6 Bulan Berturut-turut?
Ilustrasi TBC.
Ilustrasi TBC.

Jakarta, NU Online

Saat seseorang telah terbukti mengidap penyakit Tuberkulosis atau TBC melalui tes dahak atau rontgen, maka dokter akan memintanya untuk melakukan pengobatan secara teratur setiap hari selama enam bulan. Para pengguna BPJS tak perlu khawatir, karena pengobatan tersebut sepenuhnya ditanggung pemerintah.  


Dokter Spesialis Pulmonologi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, dr Novita Maulidiyah menjelaskan alasan mengapa pengobatan TBC harus dilakukan selama enam bulan. 


Ia menuturkan, pasien TBC akan diminta meminum obat anti-TBC yang berwarna merah selama enam bulan. Satu tablet obat ini mengandung empat kandungan obat. 


"Jadi, obat TBC itu ada beberapa obat yang dijadikan satu atau dimapatkan, biar tidak terlalu kelihatan banyaknya," tutur dr Novita Maulidiyah kepada NU Online, belum lama ini.


Obat-obat itu adalah Rifampicin 150 miligram, Isoniazid 75 miligram, Pyrazinamide 400 miligram, dan Ethambutol Hydrochloride 275 miligram. Keempat obat ini dijadikan satu ke dalam satu tablet. 


Dokter biasanya akan memberikan pengobatan kepada pasien TBC sebanyak dua tahap, yakni tahap awal dan lanjutan. Pada tahap awal, obat akan diberikan selama dua bulan dengan dosis empat tablet per hari. 


Hal tersebut bertujuan untuk menurunkan jumlah kuman, sehingga dalam kurun waktu dua bulan diharapkan terdapat penurunan daya penularan dan meminimalisasi pengaruh dari sebagian kecil kuman resisten sejak sebelum pasien mendapat pengobatan.


Setelah itu, pasien akan menjalani tahap lanjutan selama empat bulan. Pada tahap ini, pasien hanya akan diberikan dua tablet obat untuk diminum setiap hari atau seminggu tiga kali.


"Kalau tahap awal jumlah obatnya empat, kalau tahap lanjutan jumlahnya cuma dua (tablet). Kalau tahap awal hanya dua bulan, kalau tahap lanjutan empat bulan," jelas dr Novita. 


Ia menjelaskan, tahap lanjutan ini juga bisa disebut sebagai fase sterilisasi untuk membunuh kuman resisten, sehingga mencegah terjadinya kekambuhan.


Dilansir Alodokter, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang sedang menjalani pengobatan atau mengonsumsi obat anti-TBC:


1. Konsumsilah obat sesuai petunjuk dokter, tidak diperkenankan mengurangi atau menambahkan dosis, ataupun menghentikan obat tanpa persetujuan dokter.


2. Agar mendapatkan efek pengobatan maksimal, disarankan untuk mengonsumsi obat secara teratur pada waktu yang sama setiap harinya.


3. Apabila lupa mengonsumsi obat, segera konsumsi jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Apabila waktu terlalu dekat, maka anda tidak diperkenankan menggandakan dosis.


4. Istirahat cukup, minum dan makan dengan pola gizi seimbang. 


5. Mengonsumsi obat sesuai anjuran dan kontrol rutin pada dokter yang merawat untuk melihat progres kesembuhan penyakit.


Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Kesehatan Lainnya

Terpopuler Kesehatan

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×