Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

200 Ribu Lebih Terjangkit PMK, Pemerintah Gencarkan Vaksinasi Hewan Ternak

200 Ribu Lebih Terjangkit PMK, Pemerintah Gencarkan Vaksinasi Hewan Ternak
Ilustrasi. (Foto: NU Online Jatim)
Ilustrasi. (Foto: NU Online Jatim)

Jakarta, NU Online

Jumlah hewan yang terindikasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia terus bertambah setiap hari. Kementerian Pertanian mencatat 213.284 hewan ternak telah terjangkit PMK, Selasa (21/6/2022).

 

Melansir laman siagapmk.id, sebanyak 66.744 dinyatakan sembuh dari PMK dan 143.402 ekor belum sembuh. Sebanyak 1.911 hewan dipotong bersyarat dan 1.227 ekor mati.

 

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri menyampaikan pemerintah terus menggencarkan vaksinasi PMK bagi hewan ternak. Hingga saat ini, dilaporkan vaksinasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah telah menjangkau 1.519 ekor ternak.

 

“Vaksinasi massal di Jawa Barat telah dimulai di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang dan secara paralel akan diikuti pada provinsi-provinsi dan kabupaten-kabupaten lainnya,” ungkap Kuntoro saat memberikan keterangan pers Update Perkembangan Penanganan UMK, secara daring, Senin (20/6/2022).

 

Terkait agenda vaksinasi tersebut, Kuntoro menuturkan Kementan bersama dengan Pemerintah Daerah telah menyiapkan beberapa hal antara lain, memastikan penggunaan vaksin PMK darurat sesuai target lokasi kualitas dan jumlah.

 

Kemudian juga, sambung dia, mengingat data populasi ternak sehat di lapangan sangat dinamis, pemerintah akan terus memantau kasus dan lokasi ternak untuk memastikan vaksinasi tepat sasaran dan sesuai target.

 

“Kami perlu memastikan vaksin dalam kondisi baik atau tidak rusak sehingga proses distribusi harus sesuai dengan suhu penyimpanan yang ditetapkan produsen vaksin. Kami juga perlu memastikan petugas vaksinator terlatih dengan harapan vaksinasi dilakukan secara benar dan efisien dan memberikan kekebalan optimal kepada ternak,” paparnya.

 

Kuntoro melanjutkan, Pemerintah juga terus menggiatkan sosialisasi kepada para peternak tentang syarat dan pentingnya vaksinasi PMK yang selanjutnya akan dilakukan pemantauan kondisi ternak pasca vaksinasi.

 

PMK sudah merebak di 19 Provinsi, 208 Kabupaten/kota

Berdasarkan data dari siagapmk.id, dilaporkan PMK sudah merebak ke sejumlah kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia. Sebanyak 208 kabupaten/kota di 19 provinsi dilaporkan terjangkit PMK.

 

Adapun rincian provinsi tersebut adalah Jawa Timur dengan jumlah kasus terbanyak yakni mencapai 83.491 hewan yang terinfeksi PMK. Disusul dengan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 31.845 ekor, Aceh 25.382 ekor, Jawa Tengah 24.076 ekor, Jawa Barat 21.627 ekor, dan Sumatera Utara 8.931 ekor.

 

Lalu, sebanyak 5.249 ekor terjangkit di Yogyakarta, 3.775 ekor di Sumatera Barat, 2.433 ekor di Kepulauan Bangka Belitung, 1.222 ekor di Kalimantan Barat, dan 1.020 ekor di Banten.

 

Kemudian, di Jambi 695 ekor, DKI Jakarta 610 ekor, Sumatera Selatan 348 ekor, Kalimantan Selatan 347, Lampung 323 ekor, Bengkulu 244  ekor, Kalimantan Tengah 236 ekor, dan Riau 225 ekor.

 

Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Aiz Luthfi



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×