Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

9 Fasilitas Istimewa yang Didapat para Jamaah Haji Indonesia

9 Fasilitas Istimewa yang Didapat para Jamaah Haji Indonesia
9 Fasilitas Istimewa yang Didapat Para Jamaah Haji Indonesia. (Foto: Istimewa)
9 Fasilitas Istimewa yang Didapat Para Jamaah Haji Indonesia. (Foto: Istimewa)

Jakarta, NU Online
Pada tahun 2022 ini, Indonesia mendapatkan kuota jamaah haji sebanyak 100.051 orang ditambah petugas 1.901 orang. Walaupun lebih sedikit dari kuota normal, namun jumlah kuota ini menjadi yang paling banyak di antara negera-negara di dunia. Pembatasan kuota ini dikarenakan kondisi haji kali ini masih dalam suasana pandemi Covid-19. 


Untuk memastikan jamaah nyaman dan lancar dalam menjalankan ibadah, berbagai fasilitas khusus diberikan kepada jamaah. Sebagian fasilitas ini juga disediakan untuk memastikan kesehatan jamaah terjaga di tengah kondisi pandemi dan juga kondisi suhu Arab Saudi yang panas. 


Berikut sembilan fasilitas yang diperoleh jamaah haji Indonesia pada tahun 2022 yang berhasil dirangkum oleh NU Online selain masih banyak fasilitas-fasilitas lainnya yang bisa dimanfaatkan jamaah. 


1. Gelang Kesehatan Canggih 

Pada 2022, sebanyak 35,81% jamaah masuk dalam kategori risiko tinggi (risti) dan lanjut usia. Oleh karenanya jamaah kategori ini dibekali fasilitas teknologi canggih yang dapat digunakan untuk memantau kondisi kesehatan jamaah selama ibadah di Tanah Suci. 


Fasilitas tersebut berupa gelang kesehatan canggih untuk memantau kondisi jamaah tanpa batas waktu dan tempat. Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr Budi Sylvana menjelaskan fasilitas ini berbentuk tele jamaah, tele petugas, wrist band (gelang) atau smart watch (jam tangan) yang akan digunakan oleh jamaah sangat berisiko tinggi. Kondisi kesehatan jamaah akan dipantau oleh petugas melalui teknologi canggih. 


Alat ini dipakai di pergelangan tangan dan terhubung dengan aplikasi TeleJemaah pada ponsel pintar milik jemaah haji. Pada gelang ini terdapat data kondisi kesehatan jamaah haji yang didapat melalui infra merah. Data itu kemudian terhubung ke TeleJemaah dan Tele Petugas secara otomatis. 


Pemantauan terhadap indikator kesehatan tersebut menjadi parameter dalam pemeriksaan kesehatan secara rutin. ''Jadi kalau vital sign naik, misalnya saturasi oksigen turun, akan ada komunikasi dengan petugas yang terdekat langsung respon,'' ucapnya dikutip dari laman Kemenag.


2. Paket Kesehatan Dokter Spesialis 


Fasilitas kesehatan lain yang didapat jamaah adalah paket kesehatan termasuk obat-obatan dan para dokter spesialis yang siap menangani jamaah. Sebanyak 173 jenis obat-obatan dan 45 macam perbekalan kesehatan yang total seluruhnya mencapai 18 ton diberikan untuk seluruh jamaah Indonesia. 


Seluruh jamaah haji Indonesia mendapatkan paket tas yang berisi masker kain, masker medis, oralit, cairan semprot wajah, plester, tisu basah, hand sanitizer, kantong kencing, yang merupakan perlengkapan pendukung selama melaksanakan ibadah di tanah suci. Kursi roda juga disiapkan untuk memastikan kesiapan bagi calon haji yang membutuhkan. 


Terkait kesehatan, ada 776 petugas kesehatan dari Kementerian Kesehatan yang terdiri dari 304 orang Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) dan 472 orang Tenaga Kesehatan Haji (TKH) dipersiapkan untuk menunjang pelaksanaan ibadah haji. 


Terdapat dua belas tenaga dokter spesialis yang terlibat pada musim haji tahun ini terdiri dari dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis paru, dokter spesialis syaraf, dokter spesialis bedah orthopedi, dokter spesialis bedah umum, dokter spesialis kedokteran jiwa, dokter spesialis anastesi, dokter spesialis rehab medik, dokter spesialis emergensi medis, dokter spesialis kedokteran penerbangan dan dokter spesialis mikrobiologi klinik. 


3. Rompi Pendingin 


Pada musim haji tahun 2022, Kementerian Kesehatan memanfaatkan teknologi carbon cool yang didesain menjadi set rompi penurun suhu untuk penanganan kasus heat stroke pada jamaah haji di Armuzna. Rompi ini juga akan digunakan oleh petugas kesehatan yang bertugas di wilayah Armuzna sebagai tindakan pencegahan. 


Sebanyak 10 jaket sudah disiapkan untuk petugas, sementara 20 jaket disiapkan untuk pertolongan pertama pada jamaah heat stroke. 


Dalam penggunaannya, pasien akan dipakaikan rompi lengkap dengan deker untuk meredam saraf-saraf sensorik yang banyak di bagian tubuh terbuka yang tersengat matahari yaitu bagian lengan, paha, dan betis. Dalam keadaan darurat, techno cool bisa langsung ditempelkan di tubuh pasien. 


Penggunaan techno cool bukan tanpa sebab. Daya tahan dingin yang lama dan titik leleh menjadi alasan utama teknologi ini digunakan. Rompi ini bisa bertahan 8-12 jam, jauh lebih lama dibandingkan dengan penggunaan es atau ice gel, tidak cepat mencair, dan tidak basah. 


4. Aplikasi Haji 


Jamaah haji di musim pandemi juga mulai akrab dengan berbagai aplikasi berbasis android untuk kelancaran ibadah. Aplikasi-aplikasi tersebut memiliki banyak manfaat mulai dari sarana pendukung kesehatan dan juga ibadah. Di antaranya adalah aplikasi Haji Pintar, Peduli Lindungi, Eatamarna, dan aplikasi-aplikasi sejenisnya. 


Dalam aplikasi haji pintar, jamaah diberi tuntunan pelaksanaan ibadah haji mulai dari pendaftaran, pelaksanaan, sampai dengan informasi terkait haji. Pada aplikasi ini, jamaah yang belum berhaji juga dapat mendaftarkan diri secara online


Aplikasi ini juga membantu jamaah dalam beribadah melalui redaksi doa-doa yang ada dan bisa diakses kapanpun, di manapun. Jamaah juga menggunakan aplikasi Eatamarna untuk mengakses tempat-tempat tertentu di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Di antaranya adalah untuk mendaftar masuk ke Raudhah. 


5. Bus Shalawat 


Untuk mobilitas dari hotel ke Masjidil Haram, para jamaah mendapatkan layanan transportasi bernama bus shalawat. Layanan bus pergi pulang (PP) secara gratis ini beroperasi selama 24 jam secara shuttle untuk memudahkan jamaah dalam menjalani ibadah. 


Ada 204 armada bus shalawat yang dioperasikan secara bertahap sesuai dengan rasio jumlah jamaah yang telah tiba di Makkah. 


Kabid Transportasi Sutikno menjelaskan, ada lima rute bus shalawat di Makkah sesuai wilayah hotel jamaah dengan tiga terminal, yaitu: Syib Amir, Bab Ali, dan Jiad. Rute pertama, Mahbas Jin - Bab Ali. Sebanyak 16 bus disiapkan untuk melayani 19.288 yang tersebar di enam hotel di wilayah Mahbas Jin. Ada tiga halte pemberhentian yang telah disiapkan. 


Bus ini berkapasitas sekitar 70 penumpang, dilengkapi air conditioner (AC), tombol darurat pembuka pintu, GPS, serta alat pemecah kaca. 


6. Fast Track


Jamaah haji Indonesia mendapatkan layanan Fast track. Fasilitas ini merupakan layanan keimigrasian Arab Saudi yang dilakukan di Indonesia. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan paspor, perekaman biometrik dan sidik jari.


Setibanya di Madinah atau Jeddah, jamaah tidak perlu lagi antre di bandara untuk menjalani proses imigrasi dan bisa langsung di antar menuju hotel. 


Namun demikian, tahun 2022 ini layanan fast track hanya akan dinikmati jamaah yang sudah vaksin booster.  Layanan fast track tersebut akan diberikan untuk 29.126 orang (31%) yang dibawa oleh PT. Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines dari Embarkasi Haji Jakarta. 


7. Makanan Nusantara 


Terkait dengan konsumsi, jamaah haji Indonesia mendapat layanan makanan dengan cita rasa khas nusantara sebanyak tiga kali dalam sehari. Paket makanan ini disertai makanan tambahan paket pelengkap konsumsi seperti buah dan air mineral. 


Layanan makanan dengan cita rasa khas nusantara merupakan upaya menjaga kesehatan jamaah haji, hal ini dilakukan agar tubuh jamaah tidak perlu banyak beradaptasi dengan makanan di luar yang biasa dikonsumsi di Indonesia.  


Pengawas Katering Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1443H/2022M Daerah Kerja Makkah Rusna Purnama mengatakan bahwa pihaknya telah meminta perusahaan katering agar menggunakan bumbu dari Indonesia sehingga diperoleh cita rasa Indonesia.  


“Oleh karenanya, bumbu masakan harus berasal dari Indonesia langsung,” katanya. 


Selain bumbu, chef atau juru masak juga harus berasal dari Indonesia untuk menjaga cita rasa Nusantara tetap terasa. Sementara menu makanan juga bervariasi seperti ikan, tumis buncis, brokoli, terong balado, ikan tuna cabe hijau, ayam, dan daging yang diolah menjadi rendang sampai tongseng sapi 


8. Tenda Wukuf Ber-AC 


Pada puncak haji 2022 ini, diperkirakan suhu panas di padang Arafah, lokasi wukuf pada 9 Dzulhijjah mendatang, mencapai 52 derajat celcius. Menyikapi hal ini, jamaah difasilitasi dengan tenda yang masing-masing dipasang pendingin ruangan sehingga mereka tidak perlu khawatir akan kepanasan saat berwukuf. 


Penyejuk udara dengan kapasitas besar disiapkan di tenda-tenda dengan kisaran bobot 15 sampai 25 ton. Seluruh pihak melakukan persiapan maksimal agar tidak terjadi permasalahan saat pelaksanaan wukuf yang menjadi rukun haji ini. Fasilitas di Arafah pun saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan pada masa pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya.


Pada tahun ini, jamaah Indonesia akan menempati Maktab nomor 1 sampai 44 di padang Arafah yang memiliki luas sekitar 1.225 hektar. Lokasi ini akan menampung sekitar 1 juta jamaah. Jumlah ini lebih sedikit dibanding musim haji normal yang bosa mencapai 3 juta jamaah. 


9. Skuter 


Jamaah haji Indonesia juga bisa memanfaatkan fasilitas skuter elektrik untuk melaksanakan ibadah thawaf dan sai di Masjidil Haram. Kendaraan ini menjadi salah satu pilihan nyaman menjalani thawaf dan tersedia di lantai 3 Masjidil Haram. 


Untuk menggunakan fasilitas ini jamaah harus membayar tarif 57,2 riyal untuk 2 jam untuk digunakan sendirian saat thawaf. Jika dikendarai berdua, tarifnya 115 riyal. Terdapat pula layanan paket thawaf dan sa’i. Jika sendirian tarif dipatok 115 riyal dan untuk berdua seharga 230 riyal. 


Untuk satu putaran thawaf dengan kecepatan sedang, dibutuhkan waktu 7 menit. Di perkirakan lingkaran memutar di lantai 3 Masjidil Haram sepanjang 1 kilometer. Maka, untuk menyempurnakan thawaf, diperlukan waktu 50 menit. 


Terdapat deretan panjang skuter yang diparkir dan siap digunakan jamaah. Masa ramainya penyewa menjelang Shalat Maghrib sampai dengan Isya. Waktu tersebut memang saat yang paling ramai di Masjidil Haram karena suhu udara yang lebih bersahabat. Selain skuter yang dipajang, ada lebih banyak lagi yang ditaruh di gudang. 


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×