Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Antibodi Masyarakat yang Baik Jadi Alasan Pemerintah Bebaskan Penggunaan Masker

Antibodi Masyarakat yang Baik Jadi Alasan Pemerintah Bebaskan Penggunaan Masker
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, antibodi masyarakat baik menjadi dasar bebaskan penggunaan masker.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, antibodi masyarakat baik menjadi dasar bebaskan penggunaan masker.

Jakarta, NU Online

Pemerintah telah memutuskan untuk memberikan kelonggaran penggunaan masker di ruang terbuka dan tidak perlu melakukan tes usap bagi pelaku perjalanan yang telah divaksinasi lengkap. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Selasa (17/5/2022) sore.


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa keputusan tersebut didasarkan atas membaiknya antibodi masyarakat, baik secara populasinya, maupun kualitas antibodi dari masing-masing individunya.


Menurutnya, 99 persen masyarakat Indonesia di wilayah Jawa dan Bali sudah memiliki antibodi, baik berasal dari vaksinasi ataupun infeksi. Jumlah tersebut karena adanya percepatan vaksinasi dan penularan virus Covid-19 varian Omicron yang menyebar sedemikian cepat dan menulari banyak orang di Indonesia.


“Karena adanya percepatan vaksinasi. Karena penularan omicron yang lebih tinggi dari Delta sehingga banyak masyarakat kita yang tertular sehingga memiliki antibodi dari infeksi,” ujar Budi saat konferensi pers Pelonggaran Kewajiban Pemakaian Masker dan Aturan Perjalanan dalam dan Luar Negeri yang disiarkan secara daring melalui kanal Youtube BNPB pada Selasa (17/5/2022) petang.


Lebih lanjut, Budi juga menjelaskan bahwa bukan hanya jumlah populasi masyarakat yang memiliki antibodi lebih banyak, tetapi juga kadar antibodinya jauh lebih tinggi. “Kalau bulan Desember (2021), rata-rata kadar antibodinya sekitar 500-600, tetapi begitu di bulan Maret untuk grup yang sama, kadar antibodinya naik ke ribuan, 7.000-8.000,” jelasnya.


Hal ini, menurutnya, membuktikan bahwa masyarakat Indonesia selain yang memiliki antibodinya tumbuh lebih banyak, tetapi juga kadar antibodinya naik lebih tinggi. “Karena memang banyak rakyat masyarakat Indonesia yang sudah divaksinasi terkena Omicron,” ujarnya.


Hasil riset seluruh dunia, jelas Budi, kombinasi dari vaksinasi ditambah dengan infeksi membentuk apa yang di kalangan sains disebut super immunity, kadar antibodinya tinggi dan bisa bertahan lama.


Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mulai secara bertahap melangkah dari pandemi menuju endemi, dalam arti melakukan transisi. “Secara bertahap, kita bisa mulai melakukan langkah-langkah transisi awal dari pandemi menjadi endemi,” katanya.


Pewarta: Syakir NF
Editor: Fathoni



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×