Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Cara Bisa Istiqamah Membaca Shalawat menurut Habib Rifqi

Cara Bisa Istiqamah Membaca Shalawat menurut Habib Rifqi
Kaligrafi shalawat Nabi. (Foto: dok NU Online)
Kaligrafi shalawat Nabi. (Foto: dok NU Online)

Jakarta, NU Online
Shalawat kepada Nabi Muhammad saw adalah amalan yang mudah namun memiliki keutamaan (fadhilah) yang sangat besar. Shalawat menjadi amalan yang bukan hanya diperintahkan kepada manusia namun para Malaikat dan Allah sendiri pun bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. 


Namun walaupun mudah untuk dilakukan dengan berbagai macam jenis redaksi shalawat, tidak semua orang bisa dengan istiqamah mengamalkannya. Terlebih di era modern saat ini ketika banyak faktor yang setiap saat bisa menggangu ibadah, terlebih mengistiqamahkan sebuah amalan.


Terkait dengan hal ini, Habib Muhammad Rifqi bin Umar Al Aidid memberikan tips cara cepat agar bisa istiqamah membaca shalawat. Habib Rifqi menyebut bahwa keistiqamahan dalam menjalankan ibadah atau amalan seperti bershalawat tidak bisa dilakukan langsung dalam kuantitas yang besar. 


"Apabila mau mengistiqamahkan sesuatu kita jadikan skala kecil dulu. Kita punya 1 hari 24 jam mungkin kesibukan kita hampir 12 jam. Kita masih punya 12 jam untuk istirahat. Apa sih susahnya shalawat kepada Nabi Muhammad dengan sighah ‘Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad,” ungkapnya dalam video Cara Cepat Istiqomah Membaca Sholawat di Youtube NU Online, Sabtu (1/10/2022).


"Mungkin 1 hari kita istiqamahkan shalawat 10 kali. Nanti satu minggu kita tambah jadi 20 kali. Nanti 1 bulan kita tambah jadi 30 kali. Sampai nanti kalau kita bershalawat kepada Nabi Muhammad, kalau sampai mau meninggalkan shalawat kepada Nabi Muhammad, kita merasakan rasa menyesal, kita merasakan rasa yang tidak enak tidak bershalawat kepada Nabi Muhammad," paparnya.


Habib dari dari Solo, Jawa Tengah ini pun mengingatkan hakikat bershalawat sebenarnya bukan hanya untuk Nabi Muhammad saw. Tapi sebenarnya manfaatnya lebih kepada diri pribadi kita masing-masing. 


“Man shalla alayya wahidatan, shalallahu alaihi biha asyran. (Barangsiapa bershalawat 1 kali kepadaku (Nabi Muhammad) Allah akan membalasnya 10 kali shalawat,” katanya mengutip hadits Nabi.


Para ahli Hadits menurut Habib Rifqi memaknai balasan 10 shalawat dari Allah dimaknai sebagai 10 kebaikan bagi orang yang bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. 


Habib Rifqi pun mengingatkan bahwa tidak ada jaminan ibadah-ibadah seperti shalat, zakat, puasa, haji yang kita lakukan selama ini akan diterima oleh Allah swt. Sementara amalan shalawat menurutnya tidak akan ditolak oleh Allah swt.


“Kita shalawat kepada Nabi Muhammad karena kita butuh. Kita manusia biasa. Apa kita tanpa Nabi Muhammad?,” tegasnya mengungkapkan cara kedua agar bisa istiqamah bershalawat yakni merasa butuh.


Dengan perasaan butuh, maka kita pasti akan mengejar sesuatu yang kita butuhkan tersebut. 


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan





Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×