Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Cara Menyikapi Mimpi Buruk dan Baik menurut Prof Quraish Shihab

Cara Menyikapi Mimpi Buruk dan Baik menurut Prof Quraish Shihab
Muhammad Quraish Shihab. (Foto: Narasi)
Muhammad Quraish Shihab. (Foto: Narasi)

Jakarta, NU Online

Seseorang yang mengalami mimpi buruk seringkali dihantui perasaan tidak nyaman. Seseorang yang mengalami mimpi buruk mungkin melihat, mendengar, atau merasakan hal-hal yang menakutkan dan mengerikan pada saat terlelap sehingga tidurnya menjadi tidak tenang.


Untuk mengatasinya, Profesor Muhammad Quraish Shihab membeberkan cara sesuai anjuran Nabi saw, dengan melakukan dua cara ini.


"Jika mengalami mimpi buru kita harus optimis, kemudian meniup ke bagian sebelah kiri," jelas cendekiawan Muslim Indonesia itu, dikutip NU Online dari tayangan Boleh Percaya Ramalan? Ini Kata Abi Quraish Shihab, Rabu (28/9/2022). 


Bukan hanya itu, pakar tafsir Al-Quran  jebolan Universitas Al Azhar, Kairo itu juga berpesan agar tidak menceritakan mimpi buruk kepada sembarang orang, untuk menghindari salah penafsiran.


"Kalau mimpi buruk, jangan ceritakan pada orang. Apalagi kata sebagian ulama, jangan buat-buat mimpi," terang Prof Quraish.


"Karena kalau kamu ceritakan itu pada orang, lantas ia berikan penafsiran kepadamu maka itu akan jadi seperti itu," sambungnya.


Pendiri Pusat Studi Al Qur’an itu mengatakan, ketika seseorang bermimpi, maka terdapat interpretasi emosi yang terjadi pada orang tersebut. Dengan menceritakan mimpi buruk kepada orang lain, justru akan membuat perasaan semakin khawatir yang akan membuat mimpi menjadi lebih buruk lagi.


"Jadi jangan ceritakan mimpi buruk pada orang lain. Kala mau ceritakan mimpi, ceritakanlah kepada orang yang paham," ujar tokoh berdarah campuran Arab-Bugis itu.


"Dia akan menafsirkan kalau itu mengandung optimisme, dia akan beritahu. Tapi, kalau buruk dia tidak akan beri tahu," lanjutnya.


Sebaliknya, ia menyarankan orang yang bermimpi indah atau baik untuk beroptimis. Islam mengajarkan umatnya untuk optimis, termasuk dalam soal mimpi. Oleh karena itu, jangan menafsirkan mimpi dengan tafsir yang buruk atau negatif.


"Kalau mimpi bagus , maka optimislah. Karena optimisme itu mendorong kita untuk mengharap dan lebih dekat kepada kebaikan," jelas penulis Tafsir Al Misbah itu.


Dalam artikel NU Online berjudul Cara Menyikapi Mimpi Baik dan Buruk dalam Islam diterangkan, merespons mimpi yang buruk, setidaknya terdapat lima anjuran yang sunnah dilakukan bagi seorang Muslim yaitu

  1. Meludah tiga kali ke arah kiri
  2. Memohon perlindungan pada Allah dari keburukan mimpi yang ia alami. 
  3. Memohon perlindungan kepada Allah dari setan dengan melafalkan A‘ûdzu Billâhi minasy-syaithânir-rajîm (aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk) 
  4. Berpindah dari tempat tidur yang semula ia tempati
  5. Melakukan shalat. 


Sementara, bagi seseorang yang bermimpi baik, dianjurkan untuk melakukan tiga hal ini 

  1. Memuji kepada Allah dengan mengucapkan "Alhamdulillah"
  2. Merasa bahagia atas mimpi tersebut
  3. Tidak menceritakan mimpi itu kecuali pada orang yang juga menyukainya.
 

Pewarta: Syifa Arrahmah
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×