Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Ciptakan Kader Profesional, 135 Banser Ikuti Diklatsus Bagana, Basada, dan Balakar

Ciptakan Kader Profesional, 135 Banser Ikuti Diklatsus Bagana, Basada, dan Balakar
Satkorwil Banser DKI Jakarta menggelar Pendidikan dan Pelatihan Khusus (Diklatsus) Ke-31. (Foto: Dok. Banser)
Satkorwil Banser DKI Jakarta menggelar Pendidikan dan Pelatihan Khusus (Diklatsus) Ke-31. (Foto: Dok. Banser)

Jakarta, NU Online
Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) DKI Jakarta menggelar Pendidikan dan Pelatihan Khusus (Diklatsus) Ke-31 Banser Tanggap Bencana (Bagana), Banser Kesehatan atau Husada (Basada), serta Banser Relawan Kebakaran (Balakar), di Lapangan Studio Palem Kemang, Jakarta Selatan, pada Sabtu-Ahad (22-23/1/2022).

Sebanyak 135 personel Banser mengikuti Diklatsus ini yang bertujuan untuk menciptakan kader profesional di setiap bidang. Agenda ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Satuan Khusus Nasional (Satsusnas) Basada Setyo Utomo, Satsusnas Bagana Chabibullah, dan Satsusnas Balakar Abdul Muin.

“Diklatsus Bagana, Basada, dan Balakar ini dimaksudkan untuk menciptakan kader-kader Banser yang profesional di bidang masing-masing. Ini ditujukan untuk menambah keterampilan anggota-anggota Banser dalam hal pengabdian dan perkhidmatan kepada masyarakat,” ujar Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser Hasan Basri Sagala kepada NU Online, Selasa (25/1/2022).

Hasan menjelaskan bahwa Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, pada 2022 ini telah mencanangkan sebagai tahun peningkatan profesionalisme Banser di seluruh bidang.

“Tentu prinsip satu komando itu dipegang teguh, ditanamkan, ditancapkan kepada seluruh personel Banser untuk situasi apa pun dan kapan pun,” katanya.

Hasan meminta kepada seluruh personel Banser yang telah mengikuti Diklatsus tersebut agar selalu siap sedia untuk diterjunkan ke dalam setiap situasi, kapan pun dan di mana pun. Di antaranya saat terjadi bencana alam, kebakaran, dan berbagai hal yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat.

“Ilmu-ilmu yang sudah didapatkan dari Diklatsus ini yang lebih penting adalah menerapkannya dalam pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Organisasi (PO) Pasal 23, Banser disebut sebagai organisasi yang bersifat keagamaan, kemanusiaan, sosial kemasyarakatan, dan bela negara. Untuk melaksanakan itu, Banser telah memiliki tujuh satuan khusus. Tiga di antaranya adalah Banser Tanggap Bencana (Bagana), Banser Relawan Kebakaran (Balakar), dan Banser Kesehatan (Basada).

Bagana merupakan satuan khusus Banser yang mengemban amanah melaksanakan program-program sosial kemasyarakatan GP Ansor, serta memiliki kualifikasi khusus di bidang penanggulangan bencana. Fungsi dan tanggung jawabnya adalah pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi.

Balakar adalah satuan khusus Banser yang bertugas melaksanakan fungsi tanggap darurat dan kemanusiaan dalam rangka penanggulangan bahaya kebakaran, serta bertanggung jawab melakukan pembinaan personel.

Sementara Basada merupakan satuan khusus Banser yang mengemban tugas bantuan kemanusiaan di bidang kedokteran, kesehatan, serta norma hidup sehat bagi masyarakat, khususnya di lingkungan NU dan GP Ansor.

Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Aiz Luthfi



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×