Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Dialog Lintas Agama, Kiai Marsudi Syuhud Ajak Umat Hadapi Perubahan

Dialog Lintas Agama, Kiai Marsudi Syuhud Ajak Umat Hadapi Perubahan
Ketua PBNU, KH Marsudi Syuhud (Foto: Pesantren Darul Uchwah)
Ketua PBNU, KH Marsudi Syuhud (Foto: Pesantren Darul Uchwah)

Jakarta, NU Online

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Marsudi Syuhud mengatakan pemberlakuan new normal harus diantisipasi dengan perubahan kebiasaan, seperti mengikuti protokol kesehatan.

 

Hal tersebut disampaikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat menghadiri percakapan lintas agama secara virtual, Senin (8/9).

 

"Di tengah pandemi Covid-19 umat dituntut mengikuti segala kebijakan pemerintah demi berakhirnya penularan wabah. Menjalankan protokoler kesehatan harus disikapi dengan ihtiar dan kemauan kuat," kata Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah.    

 

Ia mengutip, bahwa Allah SWT tidak akan mengubah kaum itu sampai mau mengubahnya. Sebagaimana covid- 19 telah mengubah segalanya, sehingga perubahan terjadi di Indonesia bahkan seluruh dunia," ungkapnya melalui zoom meeting pada kegiatan yang diikuti secara darign oleh para tokoh lintas agama.  

 

Sementara Sekretaris Wantim Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Noor Ahmad mengatakan dalam konteks pemberlakuan new normal dalam Islam mempunyai konsep dengan tata hubungan antara Tuhan dengan manusia. Hubungan kepada Tuhan ditentukan oleh masing-masing agama dengan cara mereka sendiri. Adapun hubungan sesama manusia harus selaras dan harmonis.    

 

Penting juga disadari, hubungan dalam new normal antara manusia dan alam semesta bahwa pada hakikatnya semua adalah ciptaan Tuhan. "Pertanyaanya adalah apakah sudah terjadi keseimbangan antara manusia satu dengan lain, keseimbangan dalam hal ekonomi, keseimbangan dalam umat-umat, dan mungkinkah terjadi rasisme karena Tuhan menciptakan kebinekaan," jelasnya.

 

Dalam konteks Islam, adanya Ccovid-19 menandakan bahwa kapan saja bisa terjadi perubahan keseimbangan, karenanya perlu antisipasi bersama. Kedepan, kata dia, semua umat harus bersama- sama menyusun kekuatan dalam rangka menjaga keharmonisan dan kebinekaan.

 

"Sekarang ini kita melihat di dunia terjadi ketidakadilan dan keseimbangan," ujarnya.

 

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa new normal merupakan perubahan kembali kepada Sang Pencipta yang menginginkan keharmonisan dari adanya kebinekaan.

 

Para tokoh yang hadir selain Kiai Marsudi Syuhud dan Prof Nur Ahmad adalah Ketua Umum Matakin XS Budi S Tanuwibowo, Ketua PP Permabudi Prof Philip K Widjaja, Ketua Pranjati Hindu K Arsana, Pengurus Agama Katolik Romo Hery, Sekretaris Umum PGI Pdt Jacky Manuputty, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

 

Kontributor: Mochamad Ronji

Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×