Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Doa Mbah Maimoen untuk KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU

Doa Mbah Maimoen untuk KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU
KH Maemoen (Mustasyar PBNU 2015-2019) itu mendoakan agar Kiai Miftach mendapatkan umur yang panjang untuk dapat meneruskan perjuangannya dalam memimpin NU ke depannya.
KH Maemoen (Mustasyar PBNU 2015-2019) itu mendoakan agar Kiai Miftach mendapatkan umur yang panjang untuk dapat meneruskan perjuangannya dalam memimpin NU ke depannya.

Bandar Lampung, NU Online

KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021-2026 pada Muktamar Ke-34 NU. Keputusan tersebut diambil oleh sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) dan ditetapkan pada Sidang Pleno IV yang dipimpin oleh Ketua Prof M Nuh dan Sekretaris H Asrorun Niam Sholeh di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung, Kamis (23/12/2021) malam.


Dua tahun sebelum keterpilihan Kiai Miftach untuk kembali mengemban amanah tersebut, KH Maimoen Zubair mendoakan agar Pengasuh Pondok Pesantren Miftachussunnah Surabaya itu melanjutkan kepemimpinannya sebagai Rais Aam PBNU. Hal itu terungkap dalam sebuah video yang diunggah oleh santri kinasih Mbah Moen melalui akun Youtube-nya, Kanthongumur.


“Saya ingin muktamar yang akan datang milih kepada Kiai (Miftachul) Akhyar meneruskaan Rais apa? Nahdlatul Ulama, Rais Aam,” kata ulama yang akrab disapa Mbah Moen itu pada mauidloh hasanah akhir sanah Madrasah Ghozaliyyah Syafi'yyah (MGS) Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Kamis (11/4/2019) malam Jum'at bertepatan dengan tanggal 6 Sya'ban 1440 H sebagaimana ditulis Kanthongumur dalam status Facebook-nya pada Jumat (24/12/2021) pagi.


Dalam kesempatan tersebut, Mustasyar PBNU 2015-2019 itu mendoakan agar Kiai Miftach mendapatkan umur yang panjang untuk dapat meneruskan perjuangannya dalam memimpin NU ke depannya. “Saya doakan semoga Kiai (Miftachul) Akhyar diberikan umur panjang,” ujarnya.


Mbah Maimoen menegaskan bahwa NU adalah organisasi yang dapat menyatukan seluruh elemen bangsa Indonesia. “NU ini yang bisa mempersatukan bangsa Indo... Indonesia,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu.


Kiai kelahiran 28 Oktober 1928 itu merupakan salah satu anggota Ahwa terpilih pada Muktamar Ke-33 NU Tahun 2015 di Jombang, Jawa Timur, bersama KH Ma’ruf Amin, KH Makhtum Hannan, KH Dimyathi Rois, KH Mas Subadar, KH Nawawi Abdul Jalil, KH Ali Akbar Marboen, KH Kholilur Rohman, dan TGH Turmudzi Badaruddin.


Kiai Miftach juga terpilih sebagai salah satu anggota Ahwa pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung bersama delapan kiai lain, yakni KH Dimyathi Rois, KH Ahmad Mustofa Bisri, KH Ma’ruf Amin, KH Ali Akbar Marboen, KH Nurul Huda Djazuli, KH Anwar Manshur, TGH Turmudzi Badaruddin, dan KH Zainal Abidin.


Untuk Mbah KH Maimoen Zubair, Al-Fatihah...


Pewarta: Syakir NF

Editor: Alhafiz Kurniawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×