Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Habib Ali Al-Jufri Sebut Tindakan Radikal dan Ekstrem Berasal dari Penyakit Mental

Habib Ali Al-Jufri Sebut Tindakan Radikal dan Ekstrem Berasal dari Penyakit Mental
Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri pada forum seminar internasional di hadapan peserta Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal. (Foto: NU Online/Alhafiz Kurniawan)
Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri pada forum seminar internasional di hadapan peserta Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal. (Foto: NU Online/Alhafiz Kurniawan)

Jakarta, NU Online 
Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri menyebut pemikiran radikal, sikap ekstrem, dan tindakan teror berasal dari penyakit mental yang diderita oleh pengusung radikalisme, esktremisme, dan terorisme.


Habib Ali Al-Jufri menyampaikan masalah ini pada forum seminar internasional di hadapan peserta Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal yang bekerja sama dengan Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Pusat di Ruang VVIP Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (24/08/2022) siang.


“Radikalisme dan ekstremisme penyakit mental, sekali lagi masalah mental. Mereka mencari alasan keagamaan untuk menutupi cacat mentalnya. Tugas kita adalah memperbaiki mental,” kata Habib Ali Al-Jufri.


Habib Ali Al-Jufri mengatakan, penyakit mental yang melahirkan tindakan ekstrem dan tindakan teror dapat diidap oleh umat dari berbagai agama. Penyakit mental ini dapat hinggap di kalangan Muslim dan juga non-Muslim. 


“Di mana saja ekstremisme itu ada Myanmar, Timur Tengah, Asia, Eropa, Amerika,” kata Habib Ali Al-Jufri.


Habib Ali Al-Jufri menyampaikan masalah ini berkali-kali di berbagai tempat, forum, dan negara yang menghadirkan dirinya. Habib Ali Al-Jufri tidak jemu menyampaikan bahwa ekstremisme dan terorisme tidak berkaitan dengan agama, tetapi berkaitan dengan kejiwaan dan mental sebagian orang.


Habib Ali Al-Jufri mengatakan bahwa ekstremisme dan terorisme berkaitan dengan sesat pikir. Adapun agama hanya menjadi alasan yang dikaitkan dalam aksi radkalisme dan terorisme.


Menurutnya, agama dan ekstremisme-radikalisme memilki ajaran yang bertentangan. Agama mengajarkan cinta. Sedangkan ekstremisme-radikalisme mengajarkan kekerasan. Dengan demikian, kaitan antara agama dan ekstremisme-radikalisme terlalu dipaksakan oleh orang-orang yang memiliki masalah dengan mental dalam dirinya.


Selesai dari Masjid Istiqlal, Habib Ali Al-Jufri bergeser menuju Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Habib Ali Al-Jufri menyampaikan pandangan-pandangan moderatisme beragama. Habib Ali Al-Jufri menyempatkan diri untuk membaca karya Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari di Kantor PBNU.


Pewarta: Alhafiz Kurniawan
Editor: Syamsul Arifin



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×