Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Hadiri Harlah Ke-67 Sarbumusi, Wapres: Institusi Ketenagakerjaan Harus Penuhi Hak Buruh

Hadiri Harlah Ke-67 Sarbumusi, Wapres: Institusi Ketenagakerjaan Harus Penuhi Hak Buruh
Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin menghadiri acara Napak Tilas dan Peringatan Harlah Ke-67 K-Sarbumusi di Graha Mahar Agung Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (30/09/2022). (Foto: Biro Setwapres)
Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin menghadiri acara Napak Tilas dan Peringatan Harlah Ke-67 K-Sarbumusi di Graha Mahar Agung Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (30/09/2022). (Foto: Biro Setwapres)

Jakarta, NU Online
Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) KH Ma’ruf Amin menghadiri acara Napak Tilas dan Peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-67 Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) di Graha Mahar Agung Tulangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (30/09/2022).

 

Pada kesempatan itu, Wapres menyerukan agar institusi ketenagakerjaan memastikan pemenuhan hak dan perlindungan bagi tenaga kerja atau buruh. Sebab, ia memandang bahwa selama pandemi Covid-19, dunia kerja nasional dan global memperlihatkan kerentanan terhadap disrupsi di berbagai bidang, salah satunya ketenagakerjaan.

 

Hal itu, kata Wapres, menuntut upaya pemulihan yang berpusat pada tenaga kerja dengan memperhatikan hak, kebutuhan, dan aspirasi buruh. Ia lantas meminta agar para pemangku kepentingan di bidang ketenagakerjaan harus dapat memastikan hak dan kewajiban tenaga kerja sehingga terpenuhi dengan baik.

 

“Institusi ketenagakerjaan mesti menjadikan pekerja sebagai fokus dari dunia kerja baru, dengan memastikan pemenuhan hak dan perlindungan yang memadai bagi semua pekerja,” tutur Wapres.

 

Ia menjelaskan, pemenuhan hak dan kewajiban yang dimaksud itu haruslah meliputi seluruh tipe pekerja, tanpa pandang bulu. Baik laki-laki maupun perempuan, hingga penyandang disabilitas.

 

Wapres menegaskan, lingkungan kerja harus aman bagi pekerja secara inklusif dengan memperhatikan pemenuhan hak-hak pekerja penyandang disabilitas, serta menyediakan akses pendidikan dan infrastruktur yang juga inklusif.

 

Selain itu, menurut Wapres, perlindungan sosial yang langsung menyasar pekerja tak kalah penting untuk dilaksanakan. Hak-hak pekerja yang adaptif, mesti dipenuhi. Ia menegaskan, para pekerja yang terdampak pandemi Covid-19 dapat mendapatkan perlindungan sosial yang layak.

 

Perlindungan sosial itu di antaranya berupa Program Bantuan Subsidi Upah (BSU), Program Kartu Pra-Kerja, Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), serta Program Padat Karya di Kementerian dan Pemerintah Daerah.

 

Di samping itu, Wapres mengimbau agar kemampuan masing-masing individu para buruh terus diasah dan ditingkatkan. Jika demikian, seluruh pemenuhan hak dan kewajiban yang diberikan dapat berjalan seirama dengan kualitas kemampuan para tenaga kerja tersebut.

 

Kemudian, Wapres menyerukan kepada institusi ketenagakerjaan agar meningkatkan kemampuan inovasi dan literasi buruh. Terutama terkait tren yang akan membentuk masa depan seperti teknologi digital yang masif, kecerdasan buatan, dan ekonomi hijau.

 

“Pekerja Indonesia mesti meningkatkan daya saingnya secara terus-menerus, melalui skilling, reskilling dan upskilling,” imbau Kiai Ma’ruf.

 

Kepada K-Sarbumusi, Wapres berharap dapat terus mengambil peran penting dalam transformasi ketenagakerjaan di Indonesia. Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi atas kiprah organisasi badan otonom NU sejak didirikan pada 1955 hingga sekarang.

 

“Sehingga K-Sarbumusi menjadi salah satu dari lima organisasi pekerja terbesar di Indonesia dengan jumlah keanggotaan mencapai ratusan ribu orang. Hal itu menjadi modal yang sangat penting bagi K-Sarbumusi untuk menjadi mesin penggerak transformasi pekerja yang kita harapkan bersama,” harap Wapres.

 

K-Sarbumusi diharapkan jaga kesejahteraan buruh
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziah berharap agar K-Sarbumusi di usia ke-67 ini dapat menjadi organisasi buruh terbesar di Indonesia.  Terutama melalui semangat dan nilai-nilai perjuangan yang diyakini sehingga mampu menjaga kesejahteraan para buruh di Indonesia. 


“Saya percaya dengan semangat nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, semangat tasamuh (toleransi), tawassuth (moderat), dan tawazun (keseimbangan) ini, akan mampu menciptakan iklim yang harmonis dan bisa menjaga keberlangsungan usaha dengan tetap menjaga kesejahteraan para buruh di Indonesia,” harap Ida.

 

Pada kesempatan tersebut, hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Sidoarjo Ahmad Mudlor Ali, beserta jajaran anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Timur.

 

Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Aiz Luthfi



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×