Ketum PBNU Uji Disertasi tentang Perjuangan Sayyid Alawy Al-Maliky
-
Abdul Rahman Ahdori
- Jumat, 8 Januari 2021 | 04:35 WIB
Jakarta, NU Online
Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jawa Tengah, Amin Farih berhasil menyandang gelar doktor ke-151 UIN Semarang setelah mempertahankan disertasi berjudul Respons Muhammad bin Alawy Al-Māliky terhadap Politik Hukum Islam di Saudi Arabia. Amin Farih mendapatkan predikat memuaskan saat menjalani sidang promosi doktor pada Selasa (5/1) lalu.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj turut menjadi penguji pada sidang disertasi di Pascasarjana Studi Islam UIN Walisongo tersebut. Selain Ketum PBNU, penguji disertasi tersebut yakni Muhyar Fanani, Mohamad Arja Imroni, dan Hasan Asy'ari Ulama'i.
Dalam disertasinya itu, Amin Farih yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Wilayah Pergunu Jawa Tengah ini mengulas kondisi politik Arab Saudi yang didominasi oleh ulama Wahabi. Kata dia, dominasi ulama Wahabi tidak saja terjadi pada kegiatan domestik dan urusan politik luar negeri.
Mereka menempati posisi strategis dalam pelaksanaan syariat Islam, berada di sisi penguasa sebagai legitimasi kebijakan pemerintah Saudi Arabia.
“Berkat posisi demikian, fatwa ulama Wahabi berdampak politik yang kuat, termasuk di dalamnya menghukum, melarang ceramah, mengucilkan di tempat asing kepada siapa saja yang fatwanya tidak sesuai dengan ulama Wahabi,” ucap Amin Farih seperti keterangan tertulis yang diterima NU Online, Rabu (6/1) kemarin.
Amin Farih menambahkan, atas dominasi ulama-ulama wahabi di pemerintahan Arab Saudi, muncul ide pemikiran politik hukum Islam dari Muhammad bin ‘Alawy al-Māliky untuk meluruskan pendapat-pendapat dari ulama Wahabi.
Disertasi Amin Farih mengkaji empat hal pokok antara lain, pertama mengenai kuatnya pengaruh fatwa ulama Wahabi. Kedua, adanya kepentingan politisasi hukum Islam oleh ulama Wahabi. Ketiga, pemikiran Muhammad bin ‘Alawy al-Māliky dan keempat dukungan politik ulama international atas pemikiran Muhammad bin ‘Alawy al-Māliky tersebut.
Disertasi itu mengungkap kepiawaian komunikasi politik Muhammad bin ‘Alawy al-Māliky yang terbebas atas sanksi politik yang dijatuhkan oleh Ulama Wahabi. Dalam teori politik hukum, jika terjadi determinasi politik atas hukum, maka dominasi kekuasaan akan kuat, sehingga dalam teori ini mestinya Muhammad bin Alawy al-Māliky sudah dipenjara, dan bahkan sudah meninggal, karena menentang Ulama Kerajaan Saudi Arabia.
“Namun karena kelihaian dan kepiawaiannya dalam komunikasi politik dengan Raja, maka ancaman bahkan pembunuhan tersebut sering gagal dan tidak menimpa kepada Muhammad bin Alawy al-Māliky,” tuturnya.
Penelitian tentang Syekh ‘Alawy Al-Maliki ini dilakukan dengan metode pendekatan politik hukum yang merupakan bagian dari disiplin ilmu siyāsah syar’iyyah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan sosio-historis dan teo-filosofis.
Selain para penguji, hadir pula Rektor UIN Walisongo Prof Imam Taufiq yang merangkap sebagai ketua sidang dan Prof Abdul Ghofur sebagai sekretaris sidang. Sementara orang yang bertindak sebagai promotor yaitu Prof Ahmad Rofiq dan co-promotor Prof Abu Rokhmad.
Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Fathoni Ahmad
Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.
Terkait
Nasional Lainnya
Terpopuler Nasional
-
1
-
2
-
3
-
4
-
5
-
6
-
7
-
8
-
9
Rekomendasi
topik
Opini
-
- Rofiq Mahfudz | Senin, 29 Mei 2023
Kiai Pesantren Memaknai Politik dengan Bermartabat
-
- Hafis Azhari | Sabtu, 27 Mei 2023
Ketika Timur Semakin Mengenal Barat
-
- Ahmad Munji | Sabtu, 20 Mei 2023
Pilpres Turkiye 2023 dan Investasi Ideologis Erdogan
Berita Lainnya
-
Menaker Imbau Masyarakat Lebih Selektif Memilih Informasi Kerja di Luar Negeri
- Ketenagakerjaan | Ahad, 28 Mei 2023
-
Kemnaker Optimis UU PPRT Mampu Tekan Pelanggaran PRT
- Ketenagakerjaan | Sabtu, 27 Mei 2023
-
Menaker Tegaskan Hubungan Industrial Harmonis Tingkatkan Produktivas Kerja
- Ketenagakerjaan | Sabtu, 27 Mei 2023
-
Jakarta Bhayangkara Presisi bersama Pertamina Raih Runner-up di Final AVC Cup 2023
- Nasional | Selasa, 23 Mei 2023
-
Indonesia-Tiongkok Komitmen Perluas Kerja Sama Ketenagakerjaan
- Ketenagakerjaan | Selasa, 23 Mei 2023
-
Gerakkan Hidup Sehat, Fatayat NU Sulsel Bagi-Bagi Sayur ke Masyarakat
- Daerah | Senin, 22 Mei 2023
-
Menaker Ida Dorong Peningkatan Produktivitas Perempuan Melalui Wirausaha
- Ketenagakerjaan | Sabtu, 20 Mei 2023
-
Serap Ratusan Juta Rupiah, Pembangunan Mushala NU Ranting Dlingo Bantul Usai
- Daerah | Kamis, 18 Mei 2023
-
Tingkatkan Kompetensi dan Daya Saing SDM di Daerah, Menaker Apresiasi Hibah Lahan dari Pemda
- Ketenagakerjaan | Rabu, 17 Mei 2023