Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

KH Cholil Nafis Ungkap Betapa Penting Ridha Allah dalam Menggapai Ampunan-Nya

KH Cholil Nafis Ungkap Betapa Penting Ridha Allah dalam Menggapai Ampunan-Nya
Tangkap layar Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Cholil Nafis pada tayangan Kultum Ramadan Bersama KH. Cholil Nafis: Menggapai Ampunan di Bulan Ramadhan.
Tangkap layar Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Cholil Nafis pada tayangan Kultum Ramadan Bersama KH. Cholil Nafis: Menggapai Ampunan di Bulan Ramadhan.

Jakarta, NU Online

Sepuluh hari kedua pada Ramadhan memiliki keistimewaan berupa ampunan dari Allah. Bagi orang-orang beriman, pengampunan dari Allah adalah segalanya. Ketika sudah mendapat ampunan dari-Nya maka seluruh dosa akan hilang dan hanya menyisakan pahala. 


Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Cholil Nafis mengungkapkan, jika seluruh dosa atau keburukan sudah hilang dan hanya tinggal kebaikan saja maka Allah akan memudahkan untuk melenggang masuk ke dalam surga. 


Namun, Kiai Cholil mengingatkan umat Islam tentang pentingnya mendapat ridha Allah dalam menggapai ampunan-Nya. Ridha Allah haruslah menjadi hal yang pertama kali diminta sebelum memohon ampunan dari Allah, terlebih berharap masuk ke dalam surga.


"Kalau Allah sudah ridha, maka surga dan pengampunan-Nya akan diberikan kepada kita. Di bulan Ramadhan inilah kita berpuasa karena di dalamnya ada pengampunan," ungkap Kiai Cholil Nafis, dalam tayangan Kultum Ramadan Bersama KH. Cholil Nafis: Menggapai Ampunan di Bulan Ramadhan diakses NU Online, Ahad (17/4/2022). 


Ia kemudian mengutip sabda Rasulullah: Man shama ramadhana imanan wa ihtisaban ghafira lahuu maa taqaddama min dzambih. Artinya, barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman kepada Allah dan berharap pahala dari Allah maka diampunilah dosa-dosa yang telah lalu dan dosa yang akan datang. 


"Berpuasa di bulan Ramadhan, landasan pertamanya iman. Bukan karena mau diet atau kesehatan, tetapi karena Allah. Kalau sudah karena Allah, diet dan sehatnya dapat, semuanya akan dapat. Kemudian ihtisaban. Tidak berharap kepada siapa-siapa, hanya kepada Allah. Maka diampunilah dosa-dosa kita yang terdahulu dan yang akan datang," terang Kiai Cholil. 


Karena itu, ia mengajak umat Islam agar pada sepanjang Ramadhan ini hendaknya tidak melupakan untuk membaca istighfar atau memohon ampunan kepada Allah. Sebab manusia tak pernah luput dari dosa. 


"Rasulullah saja yang tidak berdosa, istighfar minimal 70 kali setiap pagi dan sore. Itu bukan hanya mulut tetapi dari hatinya istighfar. Selama kita beristighfar, insyaallah tidak akan pernah mendapat azab dari Allah," harapnya. 


Beristighfar adalah salah satu cara bagi umat Islam terbebas dari azab Allah. Saat seseorang melafalkan istighfar, meskipun baru memohon, Allah sudah tidak akan menimpakan azab kepadanya. 


"Apalagi kalau sampai kita mendapatkan pengampunan-Nya. Inilah yang Allah berikan di dalam bulan Ramadhan. Dosa yang kita lakukan bisa hilang dan Allah melipatgandakan pahala. Disimbolkan dengan api neraka ditutup, pintu surga dibuka. Berarti siksa ditiadakan oleh Allah, rahmat dan maghfirah diberikan kepada kita," ucapnya.


Ia mengingatkan bahwa tujuan pertama beristighfar adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Tujuan berikutnya adalah agar terbebas dari siksa Allah. Di bulan Ramadhan ini, Kiai Cholil Nafis mengajak umat Islam untuk sungguh-sungguh mampu memaksimalkannya dengan berbuat baik sebanyak-banyaknya. 


Doa memohon ampunan Allah

Berikut ini adalah doa untuk dibaca selepas shalat lima waktu supaya mendapatkan ampunan dari Allah dari segala dosa. Doa ini terdapat dalam kitab Perukunan Melayu halaman 51-52. 

 

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 

 

Allāhumma innī as’alukal ‘afwa wal ‘āfiyah fid dīni wad duniyā wal ākhirah. Walhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. 

 


Artinya, "Ya Allah, sungguh, aku memohon kepada-Mu maaf dan kekuatan pada agama, dunia, dan akhirat. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam," (Lihat Perukunan Melayu, [Jakarta, Alaydrus: tanpa tahun], halaman 51-52). 

 


Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Kendi Setiawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×