Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Cerpen Daerah Ubudiyah Internasional Seni Budaya Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi Tafsir Hikmah Obituari Nikah/Keluarga Ramadhan Pustaka Humor

Kiai Asep: Mutu Pendidikan Ditopang oleh Kualitas Guru

Kiai Asep: Mutu Pendidikan Ditopang oleh Kualitas Guru
Ketum Pergunu, KH Asep Saifuddin Chalim. (Foto: NU Online/Kendi Setiawan)
Ketum Pergunu, KH Asep Saifuddin Chalim. (Foto: NU Online/Kendi Setiawan)
Jakarta, NU Online
Tanggal 31 Maret 2020 hari ini, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) memperingati usianya yang ke-68.
 
Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim berharap Pergunu dapat semakin menunjukkan kiprahnya dalam memajukan mutu pendidikan Indonesia.
 
"Kemajuan dan mutu itu, tidak ada lain wajib ditopang dengan kualitas guru yang baik. Menjadi guru yang baik atau tidak sama sekali adalah perjuangan dan pengabdian yang sangat mulia," kata Kiai Asep.
 
Ia mengingatkan dengan pendidikan yang baik, cita-cita kemerdekaan Indonesia akan terwujud, yakni terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan sejahterah lahir batin.

Pada harlah ke-68 ini, Kiai Asep mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi para kader, pengurus, anggota, simpatisan yang telah aktif berpartisipasi membesarkan organisasi Pergunu di seluruh Nusantara.
 
"Kita harus punya komitmen kuat menjaga NKRI Islam rahmatan lil 'alamain dan NU dengan penuh keikhlasan, pengabdian, dan tetap menjujung tinggi nilai profesionalisme," ungkapnya.

Memperingati harlah pada situasi masyarakat sedang diuji dengan adanya wabah Covid-19 atau Corona, Kiai Asep mengimbau kepada kader, pengurus, anggota, simpatisan untuk berperan aktif dalam mencegah penyebaran wabah melalui aksi-aksi sosial, sederhana tapi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
 
Sebagaimana yang dirasakan bersama, sebut Kiai Asep, bahwa ketika Corona (Covid-19) mulai mewabah di Indonesia dan meningkat penyebarannya maka kehidupan terasa mencekam. Selain itu komunikasi menjadi sepi, kelesuhan ekonomi terasa di mana-mana, ketakutan tertulari sangat berlebihan.
 
"Hal ini sangat membahayakan sekali, karena kemudian aktivitas kehidupan akan menurun dratis, penghasilan orang akan berkurang. Jika hal ini berkelanjutan sampai berbulan-bulan, maka kemiskinan dan kesengsaraan akan menimpa kepada Bangsa kita," terangnya.

Oleh karena itu, ia mengajak agar masyarakat waspada untuk jangan sampai tertulari, tetapi juga sekecil apa pun kita harus memberikan kontribusi agar situasi seperti ini segera berhenti dan Corona hilang dari muka bumi. 
 
 
Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Abdullah Alawi
 


Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×