Nasional

Kiai Maman: Santri Harus Punya Jiwa Keislaman Santun dan Nasionalisme

Ahad, 11 April 2021 | 08:30 WIB

Kiai Maman: Santri Harus Punya Jiwa Keislaman Santun dan Nasionalisme

KH Maman Imanulhaq saat berbicara dalam Konfercab ke-8 IPPNU Kabupaten Majalengka. (Foto: NU Online/Tata)

Majalengka, NU Online
Pemahaman keagamaan dan kebangsaan yang dangkal menjadi salah satu penyebab seseorang mudah terpengaruh paham terorisme dan radikalisme. Oleh karena itu, santri harus punya jiwa keislaman yang rahmatan lil 'alamin (rahmat dan rasa kasih sayang bagi seluruh alam raya) dan juga jiwa nasionalisme yang kuat.


Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka, KH Maman Imanulhaq, dalam Konferensi Cabang VIII Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (Konfercab IPPNU) Kabupaten Majalengka di Aula Pondok Pesantren Darul Ma'arif Cikedung, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Ahad (11/4).


“Harapannya agar para santri bisa mengamalkan nilai-nilai agama dengan santun dan toleran sehingga mampu memberikan manfaat yang besar untuk keutuhan dan kemajuan bangsa,” kata Kang Maman, sapaan akrabnya.


" Oleh karena itu, santri itu harus pinter, berakhlakul karimah, dan menguasai dalil sebanyak mungkin agar dalam penyebaran ilmunya bisa memberikan solusi dan kesejukan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara," tambahnya.


Anggota DPR RI periode 2019-2024 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pun mengajak seluruh pelajar untuk melawan dan mengutuk apapun bentuk terorisme dan radikalisme dengan terus belajar penuh semangat.


"Sejak dini, kalian semua para pelajar dan santri harus belajar dengan penuh semangat agar mampu melawan terorisme dan radikalisme dengan ilmu-ilmu yang dimiliki," ajaknya di hadapan ratusan perwakilan pelajar se-Majalengka.


Jaga kokohnya NKRI
Senada dengan Kang Maman, Ketua PC IPPNU Majalengka, Arifah Hawa mengatakan bahwa sejak awal didirikannya, IPPNU merupakan wadah para pelajar putri yang memiliki visi dan misi kebangsaan yang utuh dengan tetap menjaga berdiri kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.


"IPPNU mengajarkan kita untuk selalu cinta terhadap Tanah Air, menjaga, dan membangunnya sesuai dengan kapasitas kita sebagai pelajar," kata Teh Hawa, sapaan akrabnya.


Ia pun menjelaskan, konfercab ini merupakan akhir dari kepengurusannya dan juga awal bagi kepengurusan PC IPPNU yang baru, sehingga melalui forum konfercab ini akan terlahir kebijakan-kebijakan organisasi untuk masa yang akan datang.


"Melalui konfercab ini akan muncul kebijakan organisasi yang bermanfaat bagi kepengurusan berikutnya. Oleh karena itu, saya berharap para peserta serius dan fokus mengikuti pelaksanaan konfercab yang akan berlangsung selama dua hari," ujarnya.


"Tentu harapan kami, para peserta bisa menuangkan ide-ide yang brilian dengan serius dan tetap fokus mengikuti konfercab ini sampai tuntas," harap ustadzah Pesantren Darul Ma'arif Cikedung ini.


Tampak dalam acara, jajaran PW IPPNU Jawa Barat, Ketua dan Pengasuh Pesantren Darul Ma'arif Cikedung KH Aa Trisnogomo, Sekretaris PCNU Majalengka Miftah, para ketua banom dan lembaga di lingkungan PCNU Kabupaten Majalengka, dan ratusan perwakilan pelajar NU se-Majalengka.


Kontributor: Tata Irawan
Editor: Musthofa Asrori