Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Kiai Marzuki Tegaskan Tahlil, Istighotsah, dan Maulid Nabi Bukan Bid'ah

Kiai Marzuki Tegaskan Tahlil, Istighotsah, dan Maulid Nabi Bukan Bid'ah
Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar. (Foto: YouTube TV9 Official)
Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar. (Foto: YouTube TV9 Official)

Jakarta, NU Online
Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar menanggapi hukum bid'ah pada amalan-amalan yang biasa dilakukan warga NU. Kiai Marzuki menegaskan bahwa Tahlil, Istighotsah, dan Maulid Nabi bukan bid’ah sebagaimana beredar di dunia maya.


Menurut Kiai Marzuki, sapaan akrabnya, banyak masyarakat yang menjadi ragu melakukan istighotsah, tawassul, mahallul qiyam karena mendengar fatwa-fatwa ngawur yang beredar di internet, baik YouTube, Google, maupun yang lain.


“Mereka mengatakan bahwa tahlil dan istighotsah tidak ada dalilnya. Lalu masyarakat menjadi ragu melakukannya. Bahkan, lebih parahnya ada orang yang semula pencinta shalawat menjadi menentang shalawat,” terang Kiai Marzuki dalam tayangan YouTube TV9 Official, Ahad (21/8/2022).


Kiai Marzuki menuturkan bahwa jika seseorang beramal dan berdoa namun masih ada keraguan maka tidak akan diterima oleh Allah swt. Sebuah hadits dalam Sahih al-Bukhari menyebutkan bahwa Allah memiliki malaikat yang tugasnya berpatroli untuk mencari majelis-majelis dzikir dan halaqah-halaqah dzikir.


“Ketika malaikat menemukannya, maka malaikat akan memanggil teman-temannya. Lalu, malaikat mengepung dan menjaga majelis dzikir tersebut dari bumi sampai langit agar tidak tertembus oleh iblis atau setan. Setelah menjaga majelis itu malaikat laporan kepada Allah,” jelasnya.


Ia melanjutkan, Allah kemudian bertanya dari mana kalian para malaikat? Kami datang menunggu hamba-hamba-Mu. Allah Bertanya lagi, sedang apa mereka? Mereka sedang bertasbih, beristighfar, bertakbir, dan bertahmid.


“Lalu Allah berfirman, wahai malaikat, aku persaksikan padamu, semua yang hadir dalam majelis itu Kuampuni dosanya. Kemudian malaikat bertanya, ‘Ya Allah, kenapa diampuni semua? Ada si Fulan yang banyak kesalahannya. Ia hanya lalu lalang saja, ikut duduk, dan tidak ikut membaca. Lantas Allah menjawab, ‘Orang seperti itu tetap Kuampuni dosanya, karena berkah majelis’. Hadits riwayat al-Bukhari,” tuturnya.


Kiai Marzuki juga menerangkan, di dalam kitab Silahul Mukmin, Rasulullah saw bersabda, jika ada orang banyak berkumpul dalam suatu tempat, sebagian berdoa yang lain mengaminkan, pasti Allah kabulkan doanya.


“Rahasia terkabulnya doa orang banyak terdapat dalam kitab Mukhtarul Ahadits. Rasulullah bersabda, libatkan orang banyak untuk mendoakan kebaikan kamu, karena kita tidak tahu lewat lisan siapakah doa kita dikabulkan oleh Allah swt,” pungkasnya.


Kontributor: Afina Izzati
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×