Nasional Forum R20

Kunjungi PBNU, Dubes Inggris Bahas Agenda Forum R20

Jum, 14 Oktober 2022 | 13:45 WIB

Kunjungi PBNU, Dubes Inggris Bahas Agenda Forum R20

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: NU Online/Suwitno).

Jakarta, NU OnlineĀ 
Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins mengunjungi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta pada Jumat (14/10/2022) pagi.

 

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menerima Dubes Owen secara langsung. Keduanya tampak cair berdiskusi mengenai berbagai permasalahan global.

 

Gus Yahya menyampaikan bahwa pertemuan itu membahas berbagai macam persoalan yang tengah dihadapi dalam skala global. Lebih khusus lagi, ia dan Dubes Owen berbincang mengenai agenda Forum Agama G20 atau Religion Twenty (R20).

 

"Diskusi mendalam masalah global yang sekarang kita hadapi terutama sekali G20 religion forum," kata Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu.

 

Lebih lanjut, Gus Yahya menegaskan bahwa akan ada kerja sama lebih lanjut ke depannya antara NU dan Kedutaan Besar Inggris. "Beliau sepakat kerja sama untuk masa yang akan datang," ujar kiai kelahiran Rembang, Jawa Tengah 56 tahun yang lalu itu.

 

Senada, Dubes Owen juga menyampaikan bahwa pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan NU. "Kolaborasi Kedubes Inggris dan NU," katanya.

 

Ia juga mengaku belajar banyak mengenai rencana penyelenggaraan R20 yang akan dihelat di Nusa Dua, Bali pada tanggal 2-3 November 2022.

 

Dubes Owen juga nengaku bahwa pertemuan tersebut memberikan pengetahuan penting mengenai agama sebagai solusi bagi beragam permasalahan global.

 

Dalam kesempatan yang lain, Gus Yahya menyampaikan bahwa ia telah mendapatkan konfirmasi dari Sir Anthony Charles Lynton Blair atau yang lebih dikenal Tony Blair, bahwa ia akan hadir pada R20. Sosoknya merupakan tokoh berpengaruh mengingat posisinya yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris pada tahun 1997-2007.

 

Pewarta: Syakir NF
Editor: Aiz Luthfi