Nasional LITERASI DIGITAL

Lakpesdam PBNU Targetkan Program Literasi Digital Jangkau 200 Ribu Peserta dan 1.000 Kegiatan

Ahad, 24 Juli 2022 | 13:15 WIB

Lakpesdam PBNU Targetkan Program Literasi Digital Jangkau 200 Ribu Peserta dan 1.000 Kegiatan

Ketua Lakpesdam PBNU H Ulil Abshar Abdalla. (Foto: NU Online)

Mataram, NU Online

Ketua Lakpesdam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Ulil Abshar Abdalla mengatakan pihaknya sangat serius dalam program literasi digital untuk kaum nahdliyin.


Keseriusan ini diwujudkan dengan mengadakan 1000 acara literasi digital di berbagai pengurus wilayah, cabang dan wakil cabang NU serta melibatkan kurang lebih 200 ribuan peserta. Mulai bulan Juli hingga Oktober 2022.


“Program literasi digital ini dimaksudkan untuk mengembangkan tentang pentingnya teknologi digital dan budaya digital di kalangan para santri, pelajar dan komunitas nahdliyin secara umum,” jelasnya saat membuka acara literasi digital di Pondok Pesantren Al-Ijtihad Danger, Masbagik, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (24/7/2022)


Pria yang akrab disapa Gus Ulil ini menambahkan, program literasi digital ini adalah kegiatan unggulan NU di bawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf.


Gus Yahya hendak menjadikan kehadiran NU bukan saja untuk memajukan bangsa, tapi hadir sebagai kekuatan yang dapat memberi solusi bagi peradaban dunia yang lebih baik. 


Indonesia memiliki golongan dari usia produktif pada angka 70,72 persen. Bonus demografi ini akan jadi kekuatan produktif jika kelompok ini bisa


Memaksimalkan potensinya untuk kemajuan bangsa. Salah satunya lewat melek digital. Teknologi digital adalah kunci untuk beradaptasi dengan persaingan dunia yang kompetitif. 


Oleh karenanya, pemerintah Indonesia telah mencanangkan program gerakan melek liberasi digital dan memanfaatkannya untuk tujuan positif.


“Kita sekarang berada di era digital, segala hal perlu digital sehingga masyarakat harus mengenal budaya ini,” ujarnya.


Gus Ulil menambahkan, peserta yang terlibat diharapkan menjadi aktivis nahdliyin yang menggerakkan literasi digital di daerahnya.

 

Mereka bisa menyebarkan informasi yang sehat, mengembangkan wawasan keagamaan yang rahmatal lil 'alamin, menyebarkan budaya digital produktif, menangkal hoaks dan fitnah. Berharap kegiatan ini merubah budaya digital yang sehat di Indonesia. 


Program secara umum meliputi sosialisasi literasi digital, penguatan infrastruktur digital, dan penguatan skil ekonomi digital. NU memiliki sumber daya manusia yang besar dan tersebar di seluruh Indonesia. Ini sangat potensial menjadi pusat informasi dan pengetahuan. 


Sehingga memberikan dampak positif. Pesantren diharapkan menjadi pilar penting dalam menyukseskan program literasi digital. Peran pesantren bisa berkontribusi dalam menebarkan gagasan keagamaan inklusif, menguatkan skil atau kompetensi digital santri dalam bersaing di dunia global. 


“PBNU dalam menyukseskan program ini menunjuk Lakpesdam, LTN, RMI, LP Maarif dan LDNU,” tegas menantu Gus Mus ini.


Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo RI Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia saat ini berada pada era percepatan transformasi digital. Covid-19 mempercepat proses ini. 


Pengguna internet di 204,7 juta orang dan angka ini akan terus meningkat. Masifnya penggunaan internet juga ada dampak negatifnya sehingga perlu ada literasi digital yang mumpuni agar masyarakat bisa memanfaatkan teknologi digital dengan bijak, produktif dan tepat guna.


“Survei nasional literasi digital yang kita lakukan tahun lalu, index literasi digital masyarakat Indonesia berada pada angka   3, 49 dari skala 5. Masih kategori sedang, belum masuk kategori baik. Ini perlu ditingkatkan,” pintanya.


Dikatakan, Kominfo RI mengemban amanat dari Presiden RI Joko Widodo sebagai garda terdepan dalam memimpin upaya transformasi digital. Pelatihan literasi digital adalah upaya mendukung hal tersebut. Pelatihan ini pada 2021 sudah menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat.


Karena ini tugas besar dan berat, Kominfo RI butuh kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk NU. Semoga kegiatan ini bisa mendorong terciptanya talenta-talenta digital baru yang lebih berkualitas.


“Pelatihan literasi digital berbasis empat pilar utama yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital,”katanya.


Hal serupa diungkapkan oleh Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Masbagik Tuan Guru Ahmad Subki mengatakan pihaknya sangat bahagia dengan acara ini. Ia berharap acara ini bisa meningkatkan sumber daya manusia di NTB.


“Ke depannya semoga santri sanggup bersaing dalam berbagai ilmu, tidak hanya ilmu agama dan kitab kuning saja,” imbuhnya.


Ia juga meminta pengurus Lakpesdam NU juga menyelenggarakan kegiatan serupa di MCW lainnya yang ada di NTB. Dengan harapan semakin banyak manfaat yang didapat dan menumbuhkan skil masyarakat nahdliyin.


“Kita menyambut baik acara seperti ini, semoga berlanjut ke daerah lainnya juga,” tandasnya.


Kontributor: Syarif Abdurrahman

Editor: Fathoni Ahmad