Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

LF PBNU Ikhbarkan Tahun Baru Hijriah 1444 H Jatuh pada Sabtu 30 Juli 2022

LF PBNU Ikhbarkan Tahun Baru Hijriah 1444 H Jatuh pada Sabtu 30 Juli 2022
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.

Jakarta, NU Online 

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) mengikhbarkan bahwa 1 Muharram 1444 H jatuh pada Sabtu, 30 Juli 2022.


"Awal bulan Muharram 1444 H bertepatan dengan Sabtu Pahing 30 Juli 2022 M (mulai malam Sabtu) atas dasar rukyah," sebagaimana tertulis dalam Pengumuman Nomor : 025/LF–PBNU/VII/2022 yang dikeluarkan pada Jumat (29/7/2022).


Keputusan didasarkan pada hasil rukyatul hilal. Ada lima titik observasi yang berhasil melihat hilal 1 Muharram 1444 H. Di antaranya (1) Condrodipo Gresik, Jawa Timur; (2) Kupang, Nusa Tenggara Timur; (3) Madiun, Jawa Timur; (4) Pasuruan, Jawa Timur; dan (5) Jombang, Jawa Timur.


LF PBNU Mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan partisipasi Nahdliyin dalam rukyatul hilal ini.


Pihaknya juga meminta seluruh jajaran Lembaga Falakiyah PWNU dan PCNU se-Indonesia untuk menyampaikan ikhbar ini.  


"Diharapkan bertindak aktif untuk menyebarluaskan pengumuman awal bulan Muharram 1444 H ini kepada warga Nahdlatul Ulama, khususnya jajaran pengurus di wilayah / cabangnya masing–masing," lanjut pengumuman tersebut.


Sebagai informasi, hilal awal Muharram 1444 H sudah berada di atas ufuk, yakni tepatnya +6 derajat 58 menit 19 detik dan lama hilal 31 menit 33 detik, dengan markaz Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT. Sementara konjungsi atau ijtimak bulan terjadi pada Jumat Legi 29 Juli 2022 pukul 00:53:41 WIB.


Data hisab ini telah dihitung dengan metode perhitungan ilmu falak terhadap hilal awal Muharram 1444 H dengan menggunakan sistem hisab jama’i (tahqiqy tadqiky ashri kontemporer) khas Nahdlatul Ulama.


Sementara itu, letak matahari terbenam berada pada posisi 18 derajat 40 menit 06 detik utara titik barat, sedangkan letak hilal pada posisi 22 derajat 25 menit 08 detik utara titik barat.


Adapun kedudukan hilal berada pada 3 derajat 45 menit 02 detik utara matahari dalam keadaan miring ke utara dengan elongasi 8 derajat 09 menit 55 detik.


Berdasarkan hisab yang sama maka diketahui parameter hilal terkecil terjadi di Kota Merauke Provinsi Papua dengan tinggi hilal + 0 derajat 38 menit dengan elongasi 4 derajat 37 menit dan lama hilal 4 menit 57 detik. Sementara parameter hilal terbesar terjadi di Kota Lhoknga Provinsi Aceh dengan tinggi hilal + 2 derajat 47 menit, elongasi 5 derajat 41 menit, dan lama hilal 15 menit 07 detik.


Data hisab ini sudah berada di atas kriteria Imkanurrukyah (kemungkinan hilal dapat terlihat) yang ditetapkan Menteri-menteri Agama Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS), yakni tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.


Pewarta: Syakir NF

Editor: Fathoni Ahmad



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×