Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Menag Yaqut: Wisuda Bukan Akhir Tahapan Pendidikan

Menag Yaqut: Wisuda Bukan Akhir Tahapan Pendidikan
Wisuda VIII mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Kamis (20/1/2022). (Foto: istimewa)
Wisuda VIII mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Kamis (20/1/2022). (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online

Menteri Agama H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menyampaikan bahwa wisuda mahasiswa adalah sebuah prestasi. Namun, itu bukanlah akhir dari tahapan pendidikan. "Sebab, belajar adalah kewajiban sepanjang hayat," kata Gus Men, sapaan akrab Yaqut Cholil Qoumas saat Wisuda VIII mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Kamis (20/1/2022).


Gus Men menyebut terselenggaranya wisuda dan sidang terbuka merupakan bagian dari kontribusi Unusia dalam membekali calon pemimpin bangsa dengan akhlak mulia dan ilmu yang bermanfaat, serta terus menebarkan watak Islam yang rahmatan lil ’alamin.


Hal ini, kata Gus Men, senada dengan yang disampaikan oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, bahwa kehadiran Unusia sebagai universitas bukan hanya kampus. Unusia adalah kampus di bawah naungan kebesaran Nahdlatul Ulama yang berkomitmen menjaga watak Islam yang ramah dan toleran.

 

"Hal tersebut menjadi modal awal mahasiswa untuk menyebarkan manfaat keilmuan dan keislaman," kata Gus Men. 

 

"Selamat wisuda. Terus berkarya untuk kemajuan bangsa," sambung Gus Men.


Gus Men juga memberikan nasihat khusus untuk mahasiswa Unusia mengutip Syekh Mustafa al-Ghulayain dalam Idhatun-Nasyi'in berpesan, bahwa para siswa dan mahasiswa kelak akan menjadi generasi penerus bangsa. Jika sejak awal dibiasakan dengan akhlak terpuji dan dibekali dengan ilmu yang bermanfaat bagi negara dan bangsa, maka itu menjadi sebab Nahdlatul Ummat, kebangkitan bangsa.


"Sebaliknya jika mereka terbiasa dengan caci-maki, kebencian dan akhlak tercela, serta jauh dari ilmu dan pengetahuan, maka itu akan menjadi penanda keterpurukan bangsa," tandas putra KH M Cholil Bisri Rembang ini.


313 wisudawan
Sementara itu, Unusia Jakarta telah berhasil meluluskan 313 wisudawan, dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda VIII Program Diploma, Sarjana, dan Magister Unusia Jakarta di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

 

Jumlah tersebut terdiri dari diploma dan sarjana sebanyak 304 wisudawan, serta program pascasarjana atau magister sebanyak sembilan wisudawan. Mereka berasal dari enam fakultas dan 18 program studi. Mereka telah berhasil dinyatakan lulus yudisium sejak 2020 hingga 2021. Hal tersebut karena pada 2020 masa pandemi Covid-19 berlangsung sehingga Unusia tidak menyelenggarakan wisuda.

 

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) meluluskan 28 wisudawan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebanyak 174 wisudawan, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) 26 wisudawan, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) 14 wisudawan, Fakultas Hukum (FH) 62 wisudawan, serta Fakultas Islam Nusantara (FIN) sembilan wisudawan. 

 

"Unusia secara usia masih dikatakan relatif muda. Namun, Unusia akan bertekad untuk mempercepat dan membangun prestasi untuk menjadikan perguruan tinggi di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini memiliki reputasi unggul,” kata Rektor Unusia Jakarta H Juri Ardiantoro, saat menyampaikan laporan di hadapan para wisudawan. 

 

Ia menegaskan bahwa Unusia telah menjadi tempat bagi anak-anak muda Indonesia untuk meraih cita-cita, menempa ilmu, serta mengembangkan kreativitas dan inovasi sebagai bagian dari cita-cita membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia unggul dan kompetitif. 

 

Juri meyakinkan, pihaknya akan terus menciptakan perkembangan yang membanggakan dari Unusia. Terdapat beberapa hal yang telah dilakukan Unusia untuk melahirkan SDM unggul. Pertama, tingkat keterserapan lulusan Unusia di dunia kerja semakin menjanjikan. 

 

"Mahasiswa telah mengukir banyak prestasi dan membuat bangga Unusia dan NU, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Saat lulus dari Unusia, mereka telah membuktikan bahwa lulusannya mengambil (peran) dari berbagai tempat dan profesi di tengah-tengah masyarakat, baik di sektor industri, koorporasi atau swasta, maupun pemerintah,” terangnya.

 

Kedua, jumlah mahasiswa penerima beasiswa di Unusia selama empat tahun terakhir terus meningkat. Juri menyampaikan, Unusia telah memfasilitasi para mahasiswa yang kesulitan dalam pembiayaan kuliah dengan mencarikan berbagai jenis beasiswa. 


"Total ada 393 mahasiswa di Unusia dalam empat tahun terakhir memperoleh beasiswa, baik dari internal maupun eksternal. Buah dari kerja sama dengan berbagai mitra. Jadi harus bangga, silakan kuliah di Unusia karena banyak sekali beasiswa di Unusia. Kami menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak,” katanya, disambut tepuk tangan gemuruh hadirin.


Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×