Home Nasional Warta Esai Khutbah Daerah Cerpen Fragmen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Keislaman Internasional English Tafsir Risalah Redaksi Opini Hikmah Video Nikah/Keluarga Obituari Tokoh Hikmah Arsip Ramadhan Kesehatan Lainnya

Nyaris Seribu Kasus Omicron, Vaksinasi dan Penerapan Prokes Perlu Dioptimalkan

Nyaris Seribu Kasus Omicron, Vaksinasi dan Penerapan Prokes Perlu Dioptimalkan
Ilustrasi penerapan protokol kesehatan. (Foto: NU Online)
Ilustrasi penerapan protokol kesehatan. (Foto: NU Online)

Jakarta, NU Online
Kasus positif varian Omicron di Indonesia terus bertambah. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat total kasus positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia per 17 Januari 2022 mencapai 840 kasus.

 

“Saat ini sudah ada 840 kasus positif Omicron. Probable masih 1.800-2.000 kasus di mana transmisi lokal ada 174 kasus,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi dalam webinar bertajuk Vaksin Booster Hindari Gelombang Ketiga, Selasa (18/1/2022).

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas Covid-19 Malang Raya dr Syifa Mustika mengatakan bahwa mengoptimalkan cakupan vaksinasi harus terus digencarkan. Masyarakat yang belum menerima vaksin, diimbau untuk segera mendapatkan suntikan vaksin.

 

Penulis buku "Kupas Tuntas Vaksin Covid-19" ini menerangkan, vaksinasi terbukti dapat meringankan gejala bagi penyintas Omicron.

 

“Terbukti kalau yang sudah pernah tervaksin persentase klinis atau kondisinya tidak akan terlalu berat. Tetap ada radang paru tapi pemulihannya cepat” kata dr Syifa saat dihubungi NU Online pada Selasa (18/1/2022).

 

Pasalnya, sambung dr Syifa, angka penambahan kasus positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia terus meningkat. “Terutama di Jakarta. Di Jawa Timur, di Malang, Surabaya juga sudah ada,” urai Dokter yang juga praktek di RS Lavalette dan RS Hermina Malang itu.

 

Selain itu, ia menilai bahwa penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat dapat memperkecil ruang gerak penyebaran varian Omicron di Indonesia.

 

“Selama pandemi Covid-19 ini belum selesai, maka kita tetap harus jaga prokes. Tetap perlu waspada, prokes dijalankan. Dan vaksinasi booster juga harus segera mengikuti,” ujar Dokter peraih Women of The Year Malang Raya 2020 versi Times Indonesia ini.

 

Sementara Wakil Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) periode 2015-2021 dr Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk saling bersinergi dalam penerapan prokes ketat dan optimalisasi cakupan vaksin.

 

“Mulai dari protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi perjalanan, hingga kebijakan mengenai penyesuaian pembatasan kegiatan masyarakat, seperti pasar, sekolah, dan perkantoran. Vaksinasi Covid-19, juga vaksin booster, terbukti efektif dalam pencegahan kasus Omicron,” ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cirebon ini.

 

Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Aiz Luthfi



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×