Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Video Tokoh Hikmah Arsip Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Daerah Cerpen Ubudiyah Seni Budaya Sirah Nabawiyah Internasional Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan

Rais 'Aam PBNU: Proyek Besar Pengurus NU adalah Berkhidmat

Rais 'Aam PBNU: Proyek Besar Pengurus NU adalah Berkhidmat
Rais Aam PBNU KH Miftakhul Akhyar khutbah iftitah pada Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2022 di Hotel Yuan Garden Jakarta, Jumat (20/5/2022). (Foto: Suwitno)
Rais Aam PBNU KH Miftakhul Akhyar khutbah iftitah pada Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2022 di Hotel Yuan Garden Jakarta, Jumat (20/5/2022). (Foto: Suwitno)

Jakarta, NU Online

Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftahul Akhyar mengingatkan segenap pengurus NU bahwa proyek besar yang harus dilakukan dalam berkiprah di NU adalah perkhidmatan. Kehadiran di mana saja dalam agenda NU menjadi bukti keseriusan pengurus dalam berkhidmat. 


"Jadi di Nahdlatul Ulama itu, proyek besar kita adalah khidmat. NU adalah organisasi perkhidmatan. Apalagi yang berkhidmat adalah para ulama. Kita harus sadar ini," tegasnya saat memberikan khutbah iftitah pada Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2022 di Hotel Yuan Garden Jakarta, Jumat (20/5/2022). 


Kiai Miftah pun menunjukkan indikator dan bukti keseriusan pengurus dalam berkhidmat di NU di antaranya yakni hadir di mana saja dalam setiap gerak NU mulai dari tingkat PBNU sampai dengan ranting NU. 


Perkhidmatan yang dilakukan oleh para khulafaur rasyidin yakni Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali menurut Kiai Miftah bisa menjadi model yang patut ditauladani. Mereka mampu menunjukkan perkhidmatan dalam wujud pemerataan keadilan, kejujuran, dan kesejahteraan. 


"Bukan karena berebut sebuah kekuasaan. Bukan karena masalah politik. Tapi karena masing-masing punya keinginan kuat untuk menyejahterakan dan meratakan kesejahteraan itu," tegasnya. 


Termasuk di dalamnya perlu diteladani bagaimana Abu Bakar memilih Umar untuk menggantikannya karena ia tahu bahwa ada kekuatan yang luar bisa untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan. "Jadi bukan karena perebutan kekuasaan, sebuah ambisi, sebuah politik, tapi karena semangat untuk meratakan sebuah kesejahteraan, keadilan," katanya.


Khidmat berarti meratakan keadilan dan kejujuran inilah terang Kiai Miftah yang menjadi inti dari perkhidmatan dan akan mampu membawa sebuah kekuasaan bisa bertahan lama dan paripurna. Ini telah dibuktikan oleh sejarah bahwa orang Majusi mampu memimpin dalam 4.000 tahun lebih karena mempraktikkan kejujuran dan keadilan. 


Terkait perkhidmatan yang ditegaskan dan dijelaskan oleh Kiai Miftah ini selaras dengan tema yang diangkat pada Konbes kali ini yakni “Penguatan Landasan Jamiyah untuk Optimalisasi Khidmah.” Dalam konbes sendiri akan dibahas berbagai hal perkhidmatan seperti sistem kaderisasi dan tata kelola organisasi. 


Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Alhafiz Kurniawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×