Home Warta Fragmen Quran New Keislaman English Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan Lainnya Nasional Esai Khutbah Ubudiyah Cerpen Daerah Seni Budaya Internasional Sirah Nabawiyah Tafsir Risalah Redaksi Hikmah Nikah/Keluarga Obituari Ramadhan Pustaka Humor

Gus Yahya: Konbes NU 2022 Digelar untuk Eksekusi Agenda Besar Organisasi

Gus Yahya: Konbes NU 2022 Digelar untuk Eksekusi Agenda Besar Organisasi
PBNU akan menghadapi pekerjaan besar dan banyak pada waktu mendatang. (Foto: Suwitno)
PBNU akan menghadapi pekerjaan besar dan banyak pada waktu mendatang. (Foto: Suwitno)

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menjelaskan bahwa Konferensi Besar (Konbes) NU 2022 digelar untuk mengeksekusi sejumlah agenda yang selama ini telah dicanangkan. 


Ia menuturkan, terdapat dua agenda di dalam Konbes NU kali ini. Pertama, sistem pelatihan kader NU. Sebab saat ini, PBNU akan menghadapi pekerjaan besar dan banyak pada waktu mendatang, sehingga membutuhkan banyak personel dan aktivis yang memenuhi kualifikasi atau kapasitas cukup untuk mengerjakan tugas. 


Kedua, Konbes NU 2022 dilaksanakan juga untuk membahas agenda penyempurnaan peraturan perkumpulan (Perkum) di NU. Perkum ini semula disebut peraturan organisasi (PO), tetapi karena ada perubahan-perubahan maka istilah itu diubah menjadi Perkum. 


Oleh karena terdapat banyak pekerjaan yang sangat banyak dan kompleks, maka PBNU juga membutuhkan tata laksana yang lebih menjamin agar sejumlah agenda yang telah dicanangkan dapat terlaksana dan mencapai target. 


“Dua hal ini (penyempurnaan Perkum dan sistem kaderiasi) kita butuhkan untuk mengeksekusi agenda-agenda yang sudah kita canangkan dan hanya bisa dilaksanakan oleh tingkat permusyawarahan yang pantas yaitu Konbes,” ungkap Gus Yahya dalam Pembukaan Konbes NU 2022, di Hotel Yuan Garden Jakarta Pusat, pada Jumat (20/5/2022).


Ia mengaku sengaja menggelar Konbes NU tanpa Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama. Sebab agenda-agenda yang akan dibahas lebih menyangkut hal teknis manajerial di lingkungan jajaran tanfidziyah NU. 


“Ini nanti akan menjadi pola bahwa setiap kalau kita butuh ketetapan-ketetapan dengan bobot legitimasi, kita akan menggelar Konbes sesuai kebutuhan. Bisa lebih dari dua kali dalam satu periode, sesuai kebutuhan. Karena kita berhadapan dengan dinamika realitas yang akseleratif, sehingga dari waktu ke waktu sangat mungkin kita akan melakukan penyesuaian-penyesuaian,” tutur Gus Yahya.  


Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu mengingatkan kepada para pengurus agar tidak takut pada ketidaksempurnaan. Ia lantas mengajak untuk sama-sama mampu mengerjakan berbagai tugas. 


“Kalau dalam Konbes ini ada kekurangan-kekurangan, maka sesuai kebutuhan kita akan menggelar Konbes lagi untuk menyempurnakan. Ini adalah cara yang masuk akal untuk mengejar laju perubahan-perubahan realitas yang sangat dinamis dewasa ini,” katanya. 


Sejumlah Agenda PBNU

Dalam waktu empat bulan pasca pengukuhan, jajaran tanfidziyah PBNU telah berhasil membangun berbagai rancangan agenda dan program khidmah selama lima tahun. Hal ini, kata Gus Yahya, dapat membuat sibuk seluruh pengurus NU hingga tingkat ranting.


Gus Yahya lantas menyebutkan beberapa program yang akan segera dilaksanakan. Di antaranya peremajaan sawit rakyat hingga 80 ribu hektare di seluruh Indonesia. Program ini melibatkan 130 PCNU di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. 


Kemudian ada program pemberdayaan kampung nelayan di 80 titik se-Indonesia dan pengembangan Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU) dengan target mencapai 250 BUMNU di seluruh Indonesia sampai 2023. 


PBNU juga memiliki agenda mencetak 10 ribu santri hingga 2024, bimbingan perkawinan oleh MWCNU se-Indonesia, serta program pelatihan kader yang sistemnya akan diputuskan dalam Konbes NU 2022. 


Gus Yahya mengatakan, agenda program itu akan terus bertambah. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penandatangan nota kesepahaman dengan Kementerian Komunikasi dan  Informatika (Kemkominfo) di bidang teknologi dan informasi. 


“Saya kira saya tidak bwelebihan jika saya katakan bahwa empat bulan yang sudah kita lalui sejak muktamar adalah empat bulan akselerasi khidmah yang belum pernah terjadi di NU sepanjang sejarah. Bekerja dengan irama yang sulit dicari tandingannya,” pungkas Gus Yahya. 


Untuk diketahui, rangkaian agenda Konbes NU 2022 akan dilanjutkan pada Sabtu (21/5/2022) pagi. Dimulai dengan Sidang Pleno I yakni pembahasan tata tertib, dilanjut sidang komisi-komisi hingga pukul 17.00 WIB. Hasil dari sidang komisi-komisi itu akan disahkan pada Sidang Pleno II pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. 


Pewarta: Aru Lego Triono

Editor: Alhafiz Kurniawan



Download segera! NU Online Super App, aplikasi keislaman terlengkap. Aplikasi yang memberikan layanan informasi serta pendukung aktivitas ibadah sehari-hari masyarakat Muslim di Indonesia.

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler Nasional

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya

×